noviakl10jambi

April 29, 2011

Makalah Ekologi : Anatomi Lintah (Hirudine)

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 5:40 am

MAKALAH EKOLOGI

“Anatomi Zoologi Lintah (Hirudine)”

Di susun oleh :

Novia Try Ariani

Kementerian Kesehatan RI

Poltekkes Jambi

Jurusan Kesehatan Lingkungan

2010


KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Anatomi Lintah ini. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Ekologi.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jambi, 30 Desember 2010

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

B.    Rumusan Masalah

C.    Tujuan

BAB II. ISI

A.  Anatomi Lintah (Hirudinea)

B.   Ciri-ciri Lintah (Hirudinea)

C.   Struktur Lintah (Hirudinea)

D.  Sistem Pencernaan

E.   Sistem Reproduksi

F.    Sistem Pernapasan

G.  Saraf dan Indera

H.  Habitat dan Ekologi

I.      Kegunaan Lintah

BAB III. PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Lintah dan pacet adalah hewan yang tergabung dalam filumAnnelida subkelas Hirudinea. Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut. Seperti halnya kerabatnya, Oligochaeta, mereka memiliki klitelum. Seperti cacing tanah, lintah juga hermaprodit (berkelamin ganda). Lintah obat Eropa, Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis.

Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit. Anggota kelas hirudinea hidup di lingkungan akuatik dan terrestrial. Panjang Hirudinea bervariasi dari 1–30 cm. Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan Hirudo (lintah). Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin.

Lintah dibedakan dari pacet bukan berdasarkan taksonomi, tetapi lebih pada habitat kesukaannya. Lintah sehari-hari hidup di air, sedangkan pacet sehari-harinya melekat pada daun atau batang pohon (di luar air). Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga.

B.      Rumusan Masalah

  • Bagaimanakah Anatomi Lintah (Hirudinea) ?
  • Bagaimanakah Ciri-ciri Lintah (Hirudinea) ?
  • Bagaimanakah struktur tubuh Lintah, sistem pencernaan, sistem pernapasan serta system reproduksi yang terdapat pada lintah ?

C.      Tujuan

  • Untuk mengetahui Anatomi Lintah (Hirudinea)
  • Untuk mengetahui bagaimana cirri-ciri Lintah (Hirudinea)
  • Untuk mengetahui Struktur tubuh Lintah, sistem pencernaan, sistem pernapasan serta system reproduksi yang terdapat pada lintah.
    • Dan untuk mengetahui apa saja kegunaan dari lintah.


BAB II

ISI

  1. Anatomi Lintah (Hirudinea)

Secara umum, lintah berbadan leper, mempunyai 34 gelang dan penghisap pada ujungnya.Ukuran biasa adalah 50 mm dan bahkan mencapai 30 cm.Seekor lintah mungkin mengambil waktu antara 15 hingga 30 menit untuk menyedot darah dari badan manusia. Dalam tempo waktu tersebut ia dapat menghisap kira-kira 2.5 sehingga 5.5 gm darah. Kuantiti darah tersebut sudah cukup bagi lintah untuk bertahan selama 6 bulan. Pada air liur lintah terdapat sekurang-kurangnya 15 jenis zat aktif. Di antaranya ialah sejenis zat yang sama seperti yang terkandung di dalam putih telur.

Zat aktif yang terdapat dalam air liur lintah diantaranya Hirudin, Hyaluronidase, Pseudohirudin, Destabilase, Apyrase, Bdellines, Eglines, Kininases, Histamine, Collagenase, Prostanoids, lintah, Proteases, Lipolytic enzymes.

 

  1. Ciri- ciri Lintah (Hirudinea)
  2. Struktur Lintah (Hirudinea)
  • Panjang tubuh mencapai 30 cm
  • Tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula
  • Tubuh relatif pipih
  • Tubuh terdiri dari 34 segmen
  • Tidak mempunyai parapodia dan setae
  • Mempunyai alat penghisap (sucker) di bagian anterior maupun posterior
  • Bersifat hermafrodit
  • Habitat: air tawar dan darat

Hewan ini tidak memiliki parapodium maupun seta pada segmen tubuhnya. Sekalipun dikenal dengan nama umum lintah pengisap darah, bagian terbesar di antaranya tidak hidup sebagai ektoparasit. Tubuhnya pipih. Ukuran panjangnya dari 1-2cm atau 5cm, walau ada yang mencapai 12cm, bahkan 30cm (Haemanteria ghiliani dari daerah Amazon). Metamerisme sudah sangat tereduksi: segmen-segmen ujung anterior (biasanya kecil) dan posterior (lebih besar) termodifikasi manjadi alat penghisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak. Jumlah segmen tetap, yaitu 34, walau lapisan cincin sekunder di luarnya (annuli) menyamarkan segmentasi primer tersebut. Clitteum dibentuk segmen-segmen IX,X atau XI.

  1. Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada bagian dorsal. Proses pencernaan  penghisap anterior, mulut, faring, tembolok, usus, usus buntu, anus, penghisap, posterior.

  • faring otot yang dilengkapi rahang bergigi /probosis berotot

Di kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang yang berbentuk seperti setengah gergaji yang dihiasi sampai 100 gigi kecil. Dalam waktu 30 menit lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml – kuota yang cukup untuk hidupnya selama setengah tahun. Air ludahnya pun mengandung zat aktif yang sekurang-kurangnya berisi 15 unsur. Contohnya, zat putih telur hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah, dan mengandung penisilin.

Makanan & Pencernaan

  • Lintah hidup sebagai pemakan bangkai/predator, parasit. Predator makan larva, keong, serangga, cacing.
  • 75% penghisap darah, melekat/nempel pada permukaan tubuh vertebrata (ikan-manusia).
  • Darah dihisap oleh faring otot & menampung dalam tembolok.  Enzim saliva (hirudin) mencegah koagulasi darah. Dalam 1 x makan, lintah mengisap darah 10x berat tubuhnya.

E.      Sistem Reproduksi

  • Monoceous
  • Jantan: 4-12 pasang testis. 1 pasang ductus spermaticus.
  • Betina: 2 ovarium & Oviduct yang berhubungan dengan kelenjar albumin & vagina di median yang bermuara di belakang porus genitalia jantan
  • Tidak ada tingkat larva
  • Lintah membentuk kokon yang mengandung telur yang telah dibuahi & kokon akan diletakkan dalam air/tanah.

F.       Sistem Pernapasan

Lintah menyedut oksigen melalui kulitnya yang lembap. Jika keadaan air kurang oksigen, lintah akan muncul ke permukaan.

G.     Saraf dan Indera

  • Ruas 5 & 6 terdapat lingkar saraf ganglia: “otak”
  • Alat indera: mata & papilla
  • Mata: fotoreseptor
  • Papilla & sensila: tonjolan kecil pada epidermis. Fungsi: alat peraba & perasa

H.     Habitat dan Ekologi

Hewan ini berhabitat air tawar, hidup di rawa-rawa, kolam, ataupun sungai. Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan hirudo (lintah).

I.        Kegunaan Lintah

Ekstraknya dijadikan medium utama sebatian kimia dalam perobatan terutamanya pembedahan. Ekstrak lintah ini juga dijadikan campuran di dalam bahan-bahan kosmetik. Protein lintah ini juga boleh dijadikan minyak dan alternatif lain dalam penggunaan obat gosok. Lintah itu sendiri dijadikan obat (berbekam, dijadikan alternatif kedua untuk membersihkan darah kotor, nanah dan mencantikkan kulit yang keriput). Lintah juga menjadikan luka cepat sembuh. Selain itu, perkembangan teknologi telah meluncurkan inovasi pengobatan bagi pasangan suami istri yang memiliki masalah dalam keharmonisan hubungan seksual dengan menggunakan minyak lintah. Minyak lintah telah lama diakui keberadaannya karena telah dipercaya mempunyai khasiat yang luar biasa dalam mengatasi masalah seksual pria. Selain di Indonesia, di Malaysia minyak lintah begitu populer. Karena manfaatnya yang begitu besar serta telah TERBUKTI AMAN.

Ektrak lintah adalah satu bahan yang penting di dalam bidang perobatan. Ini disebabkan oleh kandungan enzim yang terdapat di dalam ekstrak tersebut. Bahah-bahan enzim yang diketahui yang terdapat di dalam lintah ialah hirudin, histamine, pheromone dan nitrat oksida yang masing-masing mempunyai fungsi perubatan yang tertentu. Hirudin adalah bahan pembekuan darah atau anti-collagen yang boleh digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan pembekuan darah. Histamine, pheromone dan nitrat oksida , walaupun mempunyai fungsi tertentu dari segi perobatan, namun penggunaannya lebih ditujukan dengan aktivitas seksual. Histamine sebagai contoh, adalah bahan apabila digunakan mampu mengembangkan pembuluh darah dan memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke bagian-bagian tertentu.thus allows more flow of blood. Apabila lintah menghisap darah dari binatang mamalia, hirudin telah dimasukkan ke dalam saluran darah mamalia tersebut untuk pencairan. Setengah spesis lintah mempunyai hirudin di dalam air liur dan sebagian pula mengandung hirudin di dalan sel-sel badan mereka. Terdapat beberapa cara bagaimana ekstrak lintah dikeluarkan. Di Negara China misalnya, hirudin di keluarakan dari lintah hidup tanpa membunuhnya. Lintah ini kemudian dilepaskan semula ke kolam. Di Eropa hirudin yang dikeluarkan dari lintah jenis hirudo medicinalis, lintah-lintah ini dimatikan kemudian diproses melalui beberapa metode termasuk proses leeches are ketuahr, maesarasi, perkolasi, reflux dan sohxlet.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan :

  • Lintah dan pacet adalah hewan yang tergabung dalam filumAnnelida subkelas Hirudinea. Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut.
  • Lintah dibedakan dari pacet bukan berdasarkan taksonomi, tetapi lebih pada habitat kesukaannya.
  • Lintah sehari-hari hidup di air, sedangkan pacet sehari-harinya melekat pada daun atau batang pohon (di luar air).
  • Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga.
  • Hewan ini tidak memiliki parapodium maupun seta pada segmen tubuhnya.
  • Sekalipun dikenal dengan nama umum lintah pengisap darah, bagian terbesar di antaranya tidak hidup sebagai ektoparasit.
  • Tubuhnya pipih. Ukuran panjangnya dari 1-2cm atau 5cm, walau ada yang mencapai 12cm, bahkan 30cm (Haemanteria ghiliani dari daerah Amazon).
  • Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada bagian dorsal.
  • Proses pencernaan  penghisap anterior, mulut, faring, tembolok, usus, usus buntu, anus, penghisap, posterior.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://http://www.agrolist.blogspot.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/Lintah_dan_pacet

http://www.pdfchaser.com/pdf/klasifikasi-lintah.html

http://andripriyanto.my-php.net/index.php/lain-lain/4-tak-berkategori/23-annelida

http://www.scribd.com/doc/9937589/Mengenal-Seluk-Beluk-Phylum

About these ads

3 Komentar »

  1. [...] http://noviakl10jambi.wordpress.com/2011/04/29/makalah-ekologi-anatomi-lintah-hirudine/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeOne blogger likes this post. This entry was posted in Lintah and tagged Air liur lintah, Calin, Durratun Nasihin, Hirudin, Kandungan lintah, lintah, manfaat lintah, zat dalam lintah by rumahjuarasky4. Bookmark the permalink. [...]

    Ping balik oleh Kandungan Zat dalam Lintah | rumahjuarasky4 — Oktober 13, 2011 @ 1:45 am

  2. Trims infonya,jd g parno lg ttg lintah.

    Komentar oleh Ani — Januari 30, 2012 @ 2:31 pm

    • iya sama-sama.. gx perlu donk parno sm lintah, masak harus parno sech.. :)

      Komentar oleh noviakl10jambi — Februari 16, 2012 @ 8:01 am


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Buat website atau blog gratis di WordPress,com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: