noviakl10jambi

Juni 16, 2011

DTI : Macam-macam kayu

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 1:00 pm
  1. MACAM-MACAM KAYU
  • Solid ( kayu utuh )

Kayu utuh yang tidak dibentuk dari sambungan atau gabungan, kayu solid yang cukup populer di Indonesia al; kayu jati, sungkai, nyatoh, ramin, dan jati belanda, dll. Harga kayu solid dihitung berdasarkan kubikasi, panjang x lebar x tebal. Umumnya harga kayu solid cenderung lebih mahal.

  • Layered ( plywood: multiplex, triplex, dll )

Kayu lapis yang biasa disebut tripleks atau multipleks, sesuai dengan namanya kayu lapis terbentuk dari beberapa lapis lembaran kayu. Lembaran-lembaran tersebut direkatkan dengan tekanan tinggi dan menggunakan perekat khusus. Kayu lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu disebut tripleks. Sedangkan yang terdiri dari lebih dari tiga lembar kayu, disebut multipleks.

Ketebalan kayu lapis bervariasi, mulai dari 3mm, 4mm, 9mm, dan 18mm dengan ukuran penampang standart yaitu 120cm x 240cm. Kayu lapis bisa digunakan sebagai material untuk kitchen set, tempat tidur, lemari, atau meja.

Plywood memiliki banyak pilihan motif, yang kerap digunakan sebagai pelapis lemari ataupun kitchen set, al ; motif jati, sungkai, nyatoh, dll. Masing-masing motif mempunyai ciri khas dan warna tersendiri, umumnya plywood yang dilapisi oleh lapisan bermotif ini difinishing dengan cara plitur/ NC dan melamik.

Selain itu ada juga melaminto, yaitu kayu lapis dengan lapisan anti air yang umumnya dipasang pada bagian dalam kitchen set ataupun untuk bagian dalam pintu kamar mandi. Ada beberapa pilihan warna pada melaminto.

  • Partikel board

Jenis kayu olahan yang satu ini terbuat dari serbuk kayu kasar yang dicampur dengan bahan kimia khusus, campuran tersebut kemudian disatukan dengan lem dan dikeringkan dengan suhu tinggi.

Kayu partikel banyak digunakan sebagai material untuk berbagai furnitur. Namun, kayu partikel tergolong jenis kayu yang tidak tahan lama. Dalam kurun waktu tertentu, kayu partikel bisa berubah bentuk, terutama jika terkena air dan menahan beban terlalu berat.

  • MDF/ ( Medium Density Fiberboard )

Kayu yang terbuat dari campuran bubur kayu dengan bahan kimia tertentu, cara pembuatannya mirip dengan kayu partikel. Kayu MDF merupakan material kayu olahan yang tidak tahan terhadap air dan kelembapan. Untuk daerah-daerah yang memiliki kelembapan tinggi, sebaiknya tidak menggunakan kayu MDF.

Finishing kayu MDF bisa dilakukan dengan lapisan irisan kayu tipis ( veneer ), pelapis kertas ( tacon, supercon,dll ), melamik ataupun duco. Keunggulan dari MDF adalah permukaannya yang halus dan tidak berpori membuat proses finishing jauh lebih praktis dibandingkan proses finishing pada jenis kayu lainnya, namun ada juga kelemahannya yaitu harga yang relatif lebih mahal.

  • Blockboard

Balok-balok kayu berukuran 4cm-5cm dipadatkan menggunakan mesin, setelah itu diberi pelapis, sehingga hasil akhirnya berupa lembaran seperti papan kayu. Blockboard memiliki dua pilihan ketebalan, 15mm dan 18mm, harganya pun cenderung lebih murah dibandingkan kayu solid.

Untuk menilai kualitas kayu ada 3 faktor penentu :

-          Berat Jenis                              : menentukan berat/ ringan bahan

-          Structural Strength                 : menentukan kekuatan bahan dari segi struktur

-          Water Resistance Level          : menentukan ketahanan bahan terhadap air

Jika board yang dimaksud terbuat dari kayu utuh, perlu melihat tabel bahan kayu, karena ‘kuat’ ada 2 macam, kuat secara struktur, dan kemudian kuat tahan air. Banyak cara untuk menambah kekuatan aggregate, antara lain memasukkan bahan kimia tambahan ke dalam campuran aggregate, dengan demikian bahan tsb akan mampu tahan air sehingga bisa dipakai di luar ruangan (exterior).

Board yang sering digunakan di industri mebel di indonesia yaitu teak-block, yang sesungguhnya adalah multipleks di mana lapisan terluarnya adalah kayu jati, namun di bagian dalam adalah kayu lunak. Treatment ini akan menambah nilai kayu tersebut, karena pola kayu yang di-’jual’. adalah kayu jati.

Teknologi yang ada saat ini, telah memungkinkan lapisan kayu untuk direkatkan pada bahan yang ringan, seperti aluminium dan juga PVC. Sehingga penampilannya tetap kayu, tetapi ringan.

  1. UKURAN KAYU
  • Ukuran nominal kayu untuk bangunan, tebal dan lebar :

-          10×10 mm                   – 25×30 mm                 – 60×100 mm               – 120x120mm

-          10×30 mm                   – 30×30 mm                 – 60×120 mm

-          20×30 mm                   – 30×50 mm                 – 80×80 mm

-          120×120 mm               – 60×80 mm                 – 80×100 mm

  • Ukuran panjang nominal :

-          1 m                              – 2,5 m                         – 5 m

-          1,5 m                           – 3 m                            – 5,5 m

-          2 m                              – 3,5 m                         – etc

  • Ukuran untuk bangunan rumah dan gedung :

-          Kusen pintu dan jendela (mm) : 60 (100, 120, 130, 150), 80 (100, 120, 150)

-          Kuda-kuda (mm) : 80 (80, 100, 120, 150, 180), 100 (100, 120, 150, 180)

-          Kaso (mm) : 40×60, 40×80, 50×70

-          Tiang balok (mm) : 80 (80, 100, 120), 100 (100, 120), 120 (120, 150)

-          Balok antar tiang (mm) : 40 (60, 80), 60 (80, 120, 150), 80 (120, 150, 180), 100 (120, 150)

-          Balok langit (mm) : 80 (120, 150, 180, 200), 100 (150, 180, 200)

  • Ukuran kayu berdasarkan penggunaan :
Jenis penggunaan Tebal (mm) Lebar (mm)
Lis dan Jalusi 10 10, 30, 40, 50, 60, 80
15 30, 40, 50, 60, 80, 100, 120, 150, 180, 200, 220
20 40, 50, 60, 80, 100, 120
Papan 20 150, 180, 200, 220, 250
30 180, 200, 220, 250
40 180, 200, 220, 250
Reng dan Kaso  20 30
25 30, 40, 60, 80, 100, 120
35 30, 40, 60, 80, 100, 120, 150
50 70, 80, 100, 120, 130, 150, 180, 200, 220, 250
Balok 60 80, 100, 120, 130, 150, 180, 200, 220, 250
100 100, 120, 130, 150, 180, 200, 220, 250
  • Toleransi ukuran panjang kayu ditetapkan berdasarkan ukuran nominal 100 mm, dan toleransi ukuran tebal dan lebar kayu ditetapkan 0-15 mm dari ukuran nominal.
  • Ketentuan kadar air kayu adalah ukuran gergajian dalam keadaan kering udara, maksimum 23%, kecuali untuk kusen daun pintu, daun jendela, jelusi dan elemen lainnya mempunyai kadar air maksimum 20%.
  1. ISTILAH KAYU

Harga kayu terkait dengan volume (kubik=m3).

  • 1m3 berasal dari 1mx1mx1m, atau setara
  • 100cmx100cmx100cm=1.000.000cm3

Standar Panjang kayu yang lazim adalah 4m (400cm), walaupun dalam kenyataannya produsen/penjualan, menipu pembeli dengan panjang kayu yang semakin menyusut (3,6m sd 3,8m). Pedagang menentukan jumlah batang kayu per m3 berdasarkan asumsi panjang kayu 4m.

Kaso 4×6 (yang artinya ukuran penampang/besarnya kayu 4cmx6cm ), dalam 1m3 terdiri dari (1.000.000 dibagi 400 dibagi 4 dibagi 6), yaitu 104 batang.

  • Seharusnya bila pedagang kayu mengatakan 1m3 terdiri dari 104 batang kaso 4×6, arti seharusnya adalah terdiri dari 104 batang kayu dengan penampang 4cmx6cm dengan panjang tiap kayu 4m.
  • Akhir-akhir ini, penipuan penyusutan kayu mulai dilakukan pada ukuran penampang (besarnya kayu). Kaso 4×6, pada kenyataanya hanya 3×5 bahkan kurang
  • Argumentasi, bahwa hal tersbut akibat pengaruh mata gergaji, tidak bisa diterima. Apapun proses produksi pasti memiliki aspek gross (kotor) dan net (bersih).

Reng Kayu untuk dudukan genteng

  • Reng 2×3, 1m3= 416 batang
  • Reng 3×4, 1m3= 208 batang

Kaso untuk plafon, bekisting ngecor dan kegunaan lain

  • Kaso 4×6, 1m3=104 batang
  • Kaso 5×7, 1m3=  71 batang

Balok untuk kuda-kuda atap, kusen dan kegunaan lain

  • Balok 5×10, 1m3=50 batang
  • Balok 6×12, 1m3=34 batang
  • Balok 8×15, 1m3=20 batang

Papan, untuk lisplang, bekisting ngecor, furniture dan kegunaan lain

  • Papan 2×10
  • Papan 2×20
  • Papan 3×20
  • Papan 3×30
  1. SAMBUNGAN KAYU

Beberapa dasar jenis sambungan sudut dan garis potong yang ingin dihasilkan apabila anda sedang mencari jenis sambungan manakah yang paling cocok untuk desain furniture anda. Penggunaannya tergantung dengan posisi sambungan, fungsi komponen (sebagai struktur atau bukan), dan mesin yang tersedia di ruang produksi. Masing-masing jenis sambungan memiliki kelebihan dan kekurangan.

  • Sambungan Biasa

Tampak luar akan terlihat berupa garis memotong bagian kayu di sudut yang lain. Konstruksi ini sangat baik apabila bagian bawah (bidang yang tidak terpotong) sebagai penopang konstruksi. Detail penyambung bagian dalam bisa berupa pen & lubang tersembunyi atau dowel kayu. Dari sisi estetika, terutama produk indoor jenis sambungan ini kurang diminati.

  • Sambungan Verstek.

Dari luar hanya kelihatan garis potong yang membagi dua kayu pada sudut yang sama. Sangat tepat dan baik untuk konstruksi bidang persegi atau bujursangkar yang mengutamakan estetika tampak luar. Sering dugunakan pada frame, pintu atau top table.
Kesulitan yang akan timbul pada jenis sambungan ini adalah masalah presisi sudut pemotongan. Sedikit saja anda salah membuat garis sudut walaupun satu derajat akan mengakibatkan sambungan tampak kurang sempurna. Dari segi pengerjaannya-pun lebih sulit karena harus membuat lubang untuk dowel kayu (misalnya) sangat presisi.

  • Sambungan Ekor Burung

Sangat tepat untuk konstruksi dengan resiko beban searah dengan serat kayu. Konstruksi ini dari segi estetika juga tergolong baik apabila dibuat dengan sangat hati-hati dan teliti. Memperluas bidang lem pada dasarnya dan menambah kekuatan tarik konstruksi. Paling tepat digunakan pada bidang persegiempat yang memiliki kemungkinan besar perubahan bidang ke arah samping.

  • Sambungan Pen & Lubang terbuka

Jenis sambungan ini lebih diperuntukkan menambah daya tahan terhadap tarikan dan putaran ke arah sisi lebar. Juga untuk memperluas bidang pengeleman. Beresiko pecah pada sisi paling luar karena sangat tipis dibandingkan kemungkinan besar beban yang akan diterima.

Pen
Untuk mendapatkan kekuatan maksimal dari sambungan, pen diharuskan memenuhi minimal syarat sebagai berikut:

-          Ukuran panjang minimal 1/2 lebar kayu dan maksimal panjang sama dengan lebar kayu.

-          Ketebalan pen 1/3 – 1/2 ketebalan kayu. Bisa lebih tebal tergantung komponen lawan sebagai lubang.

-          Lebar pen sama dengan lebar kayu. Jika harus dikurangi karena posisi sambungan, maksimal pengurangan adalah 1/2 dari ketebalan kayu.

-          Buatlah chamfered (bevel) pada ujung pen sebesar 2mm untuk memudahkan pen masuk ke lubang pada waktu proses assembling. Bevel ini juga akan berfungsi untuk tempat berkumpulnya lem pada waktu pressing.

Lubang
Membuat lubang yang tepat perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

-          Lebar lubang maksimal 1/3 dari ketebalan kayu.

-          Apabila sambungan pada posisi sudut tanpa kelebihan panjang, lubang harus berada minimal 1/2 ketebalan kayu dari ujung kayu.

-          Kedalaman lubang sebaiknya diberi kelebihan sebesar 2mm untuk tempat penumpukkan lem pada waktu assembling.

-          Lubang harus benar-benar bersih pada waktu penyambungan.

Posisi Sambungan

Apabila anda menginginkan sambungan sudut tanpa panjang lebih, sebaiknya di buat ‘Lidah pen’ yang akan membantu mengurangi perubahan bentuk sambungan karena penyusutan kayu. Panjang dan tebal lidah pen sebaiknya 1/3 dari ketebalan komponen kayu yang berfungsi sebagai lubang! Panjang lidah pen juga perlu dikurangi sebesar 2 mm untuk tempat lem pada waktu assembling.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: