noviakl10jambi

Februari 16, 2012

GETARAN

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 8:19 am

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1            Latar Belakang

Getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan. Penyebab getaran dibedakan dalam 2 jenis yaitu:

  1. Getaran mekanik, adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan manusia.
  2. Getaran seismik, adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan manusia.

Getaran yang terjadi di lingkungan dapat berdampak pada kehidupan manusia. Dalam SK Menteri Lingkungan Hidup no. 49 tahun 1996 ditetapkan tingkat baku getaran berdasar tingkat kenyamanan dan kesehatan dalam kategori menganggu, tidak nyaman dan menyakitkan. Baku tingkat getaran mekanik dan getaran kejut adalah batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dari usaha atau kegiatan pada media padat sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan bangunan.

Baku tingkat getaran untuk kenyamanan dan kesehatan ditetapkan bahwa Jika getaran yang mengenai tubuh manusia melebihi ambang batas penerimaan tubuh manusia yang terkena getaran tertentu secara berulang-ulang dalam waktu yang lama akan menimbulkan berbagai dampak negatif. Getaran yang mengenai tubuh dapat bersumber dari permukaan yang bergetar, peralatan kerja, permesinan, alat transportasi, alam dan sumber lainnya.

Baku tingkat getaran adalah batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dari usaha atau kegiatan pada media padat sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan banguna.

1.2            Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan praktek getaran ini ialah :

  1. Untuk mengetahui cara penggunaan alat ukur getaran
  2. Untuk mengetahui tingkat pengukuran yang diukur
  3. Untuk menentukan kualitas getaran

 

1.3             Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup dalam kegiatan mengenai pemeriksaan getaran pada kendaraan roda dua yaitu dilaksanakan di lapangan kampus bagian belakang.

 

1.4  Waktu Kegiatan

Adapun waktu kegiatan tentang pemeriksaan getaran pada kendaraan roda dua yaitu pada pukul 14.30 WIB sampai dengan selesai.

 

 

BAB II

TINJAUAN TEORI

 

2.1            Pengertian Getaran

Menteri  Negara  Lingkungan  Hidup  dalam  surat  keputusannya  mencantumkan  bahwa getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan setimbang  terhadap suatu  titik acuan, sedangkan yang dimaksud dengan getaran mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan manusia (Kep.MENLH No: KEP-49/MENLH/11/1996). Pendapat  tersebut  ditegaskan  dalam  buku  saku Kesehatan  dan Keselamatan Kerja  dari Sucofindo  (2002)  yang menyatakan  bahwa  getaran  ialah  gerakan  ossillatory/bolak-balik  suatu massa melalui keadaan setimbang  terhadap  suatu  titik  tertentu. Dalam kesehatan kerja, getaran yang terjadi secara mekanis dan secara umum terbagi atas:

  1. Getaran seluruh badan,
  2. Getaran tangan-lengan.

Besaran getaran dinyatakan dalam akar  rata-rata kuadrat percepatan dalam satuan meter per detik  (m/detik2  rms). Frekuensi getaran dinyatakan  sebagai putaran per detik  (Hz). Getaran seluruh tubuh biasanya dalam rentang 0,5 . 4,0 Hz dan tangan-lengan 8-1000 Hz (Harrington dan Gill, 2005).

Vibrasi atau getaran, dapat disebabkan oleh getaran udara atau getaran mekanis misalnya mesin atau alat-alat mekanis lainnya, oleh sebab itu dapat dibedakan dalam 2 bentuk:

  1. Vibrasi karena getaran udara yang pengaruh utamanya pada akustik.
  2. Vibrasi karena getaran mekanis mengakibatkan timbulnya resonansi/turut bergetarnya alat-alat tubuh dan berpengaruh terhadap alat-alat tubuh yang sifatnya mekanis pula (Gabroel, 1996).

Penjalaran  vibrasi  mekanik  melalui  sentuhan/kontak  dengan  permukaan  benda  yang  bergerak,  sentuhan  ini melalui  daerah  yang  terlokasi  (tool  hand  vibration)  atau  seluruh  tubuh  (whole body  vibration). Bentuk  tool hand vibration merupakan bentuk  yang  terlazim di dalam pekerjaan.

Efek getaran terhadap tubuh tergantung besar kecilnya frekuensi yang mengenai tubuh:

3 . 9 Hz           : Akan timbul resonansi pada dada dan perut.

6 . 10 Hz         : Dengan  intensitas 0,6 gram,  tekanan darah, denyut  jantung, pemakaian O2 dan  volume  perdenyut  sedikit  berubah.  Pada  intensitas  1,2  gram  terlihat  banyak  perubahan sistem peredaran darah.

10 Hz              : Leher, kepala, pinggul, kesatuan otot dan tulang akan beresonansi.

13 . 15 Hz       : Tenggorokan akan mengalami resonansi.

< 20 Hz           : Tonus otot akan meningkat, akibat kontraksi statis  ini otot menjadi  lemah, rasa tidak enak dan kurang ada perhatian.

 

2.2             Jenis Getaran

2.2.1        Getaran Seluruh Tubuh

Getaran  seluruh  tubuh  biasanya  dialami  pengemudi  kendaraan;  traktor,  bus,  helikopter, atau bahkan kapal. Efek yang  timbul  tergantung kepada  jaringan manusia,  seperti:  (Sucofindo, 2002)

  1. 3 . 6 Hz untuk bagian thorax (dada dan perut),
  2. 20-30 Hz untuk bagian kepala,
  3. 100-150 Hz untuk rahang.

Di  samping  rasa  tidak ketidaknyamanan  yang ditimbulkan oleh goyangan organ  seperti ini,  menurut  beberapa  penelitian,  telah  dilaporkan  efek  jangka  lama  yang  menimbulkan orteoartritis tulang belakang (Harrington dan Gill, 2005).

2.2.2        Getaran Tangan Lengan

Getaran jenis ini biasanya dialami oleh tenaga kerja yang diperkerjakan pada:

  1. Operator gergaji rantai,
  2. Tukang semprot, potong rumput,
  3. Gerinda,
  4. Penempa palu.

Menurut buku saku K3 Sucofindo tahun 2002 efek getaran pada tangan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kelainan pada peredaran darah dan persyarafan (vibration white finger),
  2. Kerusakan pada persendian dan tulang-tulang.

Efek  getaran  pada  tangan  lengan  ini  lebih  mudah  dijelaskan  daripada  menguraikan patofisiologisnya. Efek ini disebut sebagai sindroma getaran tangan lengan (Hand Vibration Arm Syndrome = HVAS) yang terdiri atas:

  1. Efek  vaskuler-pemucatan  episodik  pada  buku  jari  ujung  yang  bertambah  parah  pada  suhu dingin (fenomena raynaud),
  2. Efek neurologik-buku jari ujung mengalami kesemutan total dan baal.

 

2.3            Baku Tingkat Getaran

Baku  tingkat  getaran  adalah  batas  maksimal  tingkat  getaran  yang  diperbolehkan  dari usaha  atau  kegiatan  pada  media  padat  sehingga  tidak  menimbulkan  gangguan  terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan bangunan. Begitu juga dengan batas maksimal tingkat getaran  kereta  api  seyogyanya  tidak  akan mengganggu  terhadap  kenyamanan  dan  kesehatan masyarakat  sekitarnya,  disaat  kereta  api  lewat  getaran  yang  dirasakan  harus  dalam  taraf  tidak mengganggu,  sehingga  tetap menjamin  kenyamanan.  Penetapan  baku  tingkat  getaran  ini  telah diatur  dalam  suatu  Surat  Keputusan  Menteri  Negara  Lingkungan  Hidup  No.  KEP- 49/MENLH/11/1996 sebagai berikut:

 

Tabel. Baku Tingkat Getaran untuk Kenyamanan dan Kesehatan

Frekuensi (Hz)

Nulai Tingkat Getar, dalam mikron (10-6 meter)

Tidak Mengganggu

Mengganggu

Tidak Nyaman

Menyakitkan

4

< 100

100-500

>  500-1000

> 1000

5

<   80

80-350

>  350-1000

> 1000

6,3

<   70

70-275

>  275-1000

> 1000

8

<   50

50-160

>    160-500

>   500

10

<   37

37-120

>    120-300

>   300

12,5

<   32

32-90

>      90-220

>   220

16

<   25

25-60

>      60-120

>   120

20

<   20

20-40

>         40-85

>     85

25

<     7

17-30

>         30-50

>     50

31,5

<     2

12-20

>         20-30

>     30

40

<     9

 9-15

>         15-20

>      20

50

<     8

 8-12

>          12-15

>      15

63

<     6

 6-9

>             9-12

>      12

 

Konversi :

Percepatan             = (2pf)2  x simpangan

Kecepatan             = 2 pf x simpangan

P                            = 3,14

BAB III

HASIL KEGIATAN

 

3.1            Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang di perlukan selama praktek tentang pengukuran getaran adalah sebagai berikut :

-    Pocketable Vibrator Meter merk Riovibro Vm.63.a

-    Motor  merk Supra Astrea-Honda

-    Stopwatch

-    Alat tulis

-    Lapangan luas

 

3.2            Cara Kerja 

Adapun cara kerja dalam melakukan praktek tentang pengukuran getaran adalah sebagai berikut :

  1. 1.      Pertama pastikan alat dan bahan telah tersedia, serta alat dan bahannya dapat berfungsi dengan baik.
  2. 2.      Hidupkan motor .
  3. 3.      Tempelkan Vibrator meter ke mesin motor dan jangan lupa sambil menekan tombol yang ada di Vibrator meter.
  4. 4.      Pindahkan tombol pada pencarian nilai frekuensi, karena  nilai yang pertama di cari adalah nilai frekuensi.
  5. 5.      Carilah frekuensi getaran mulai dari nilai yang terendah dan tertinggi serta cari juga nilai yang sering muncul. Pada saat mencari nilai frekuensi nilai yang rendah keadaan motor dalam keadaan hidup tapi tanpa di gas sedangkan mencari nilai frekuensi tertinggi gas lah motor sekuat- kuat mungkin  .
  6. 6.      Catat hasilnya pada lembar kerja.
  7. 7.      Lalu pindahkan tombol pada pencarian simpangan .
  8. 8.      Sama seperti pencarian frekuensi cari nilai simpangan yang terendah sampai yang tertinggi dan cari juga nilai yang sering muncul. Pada saat mencari nilai simpangan yang rendah keadaan motor dalam keadaan hidup tapi tidak perlu di gas sedangkan mencari nilai simpangan yang tinggi gas lah motor sekuat-kuat mungkin .  
  9. 9.      Catat juga hasilnya pada lembar kerja .
  10. 10.  Lalu carilah simpangan mikron dengan cara mengalikan hasil nilai simpangan dengan 10. { simpangan (mm) x 10 = simpangan ( mikron ) }.
  11. 11.  Lalu cek kategorinya melalui Grafik Baku Tingkat Getaran Untuk Kenyamanan dan kesehatan untuk mengetahui tingkat getaran tersebut masih diizinkan atau tidak.

 

3.3  Tabel Hasil Pengukuran

No.

Parameter Getaran

Simpangan (mikron)

Kategori

Keterangan

Frekuensi (mm)

Simpangan (mm)

1

1,3 mm/s

0,07 mm

0,7 mikron

Masih Diizinkan

Simulasi

2

3,9 mm/s

0,17 mm

1,7 mikron

 

Penjelasan :

Dari praktek yang telah dilakukan didapatkan bahwa Frekuensi nilai minimumnya sebesar 1,3 mm/s, sementara simpangannya sebesar 0,07 mm dengan simpangan mikronnya sebesar 0,7 mikron. Dan untuk nilai maksimumnya sebesar 3,9 mm/s, sementara simpangannya sebesar 0,17 mm dengan simpangan mikronnya sebesar 1,7 mikron. Dengam demikian nilai tersebut masih masuk dalam kategori Masih Diizinkan.

 

BAB IV

PENUTUP

                                    

4.1            Kesimpulan

Dari hasil praktikum pengukuran getaran pada motor Motor  merk Supra Astrea Honda yaitu sebagai berikut :

Frekuensi nilai minimumnya sebesar 1,3 mm/s, sementara simpangannya sebesar 0,07 mm dengan simpangan mikronnya sebesar 0,7 mikron. Dan untuk nilai maksimumnya sebesar 3,9 mm/s, sementara simpangannya sebesar 0,17 mm dengan simpangan mikronnya sebesar 1,7 mikron. Dengam demikian nilai tersebut masih masuk dalam kategori Masih Diizinkan.

 

 

 

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: