noviakl10jambi

Februari 16, 2012

KEBISINGAN

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 8:36 am

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bising dalam kesehatan kerja diartikan sebagai suara yang dapat menurunkan pendengaran baik secara kwantitatif (peningkatan ambang pendengaran) maupun secara kualitatif (penyempitan spectrum pendengaran). Kebisingan adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan serta dapat menimbulkan ketulian.

Meskipun demikian, kesadaran akan bahaya kebisingan masih kurang dipahami baik oleh kalangan masyarakat umum maupun para pekerja khususnya. Tidak jarang ditemukan bahwa keluhan akibat terjadinya gangguan pendengaran hanya dikaitkan dengan semakin bertambahnya usia atau karena sebab lain dan bukan karena pekeerjaan dilingkungan bising.

Hamper semua aspek kehidupan modern menimbulkan bising : proses industri, konstruksi, keja kantor, aktivitas rumah, dan hobi. Produksi industry dan kontruksi di banyak Negara meningkat secara cepat dan hal ini menyebabkan peningkatan bising industri. Paparan terhadap tingkat bising yang ekstrim menyebabkan kerusakan pendengaran. Akhirnya timbul tuli hebat serta ekslusi dan isolasi dari lingkungan social.

Kebisingan di industri adalah semua bunyi yang tidak dikehendaki dan mengganggu bagi para pekerja di area industri. Kebisingan industri dapat disebabkan oleh mesin yang beroperasi, dan kendaraan yang berlalu di area tersebut. Pada kondisi normal bunyi bising bersifat mengganggu dan perlu dicari solusinya.

1.2  Tujuan

Adapun tujuan dari praktek ini adalah :

  • Agar dapat mengoperasikan Sound Level Meter dengan tepat dan benar
  • Untuk mengetahui tingkat paparan kebisingan ditempat kerja
  • Untuk mengetahui tingkat paparan kebisingan dilingkungan pemukiman warga masyarakat
  • Untuk dapat membandingkan paparan kebisingan dengan NAB dan baku mutu, sehingga dapat dilakukan tindakan pengendalian

1.3  Lokasi dan Waktu Pelaksanaan

  • Hari/tanggal         : Sabtu/23 Appril 2011
  • Waktu                    : 10.03 s/d 10.15 WIB
  • Nama Perusahaan            : PT. PD HOK TONG JAMBI
  • Lokasi                    : Kampung Sejenjang RT.07 Jambi

 

BAB II

ISI

2.1  TinjauanTeori

2.1.1        Kebisingan

Bunyi juga dapat diinterpretasi sebagai music, ceritera, lelucon, peringatan atau sinyal-sinyal lain. Bunyi seringkali dapat member kenikmatan, tetapi dapat pula mengganggu. Toleransi orang terhadap tingkat bunyi bervariasi. Bunyi yang melampaui tingkat toleran disebut bising (noise), tetapi hal ini tergantung pada karakteristik orang dan karakteristik suara. Maka bising dapat diartikan sebagai setiap suara yang mengganggu atau yang tidak diinginkan.

Pengertian kebisingan yang lain telah dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain :

  • Menurut Dennis, bising adalah suara yang timbul dari getaran-getaran yang tidak teratur.
  • Menurut Hirrs dan Ward, bising adalah suara yang kompleks yang hanya mempunyai sedikit ataupun tidak mempunyai periodic, bentuk gelombangnya tak dapat diikuti atau diproduksi lagi dalam waktu tertentu.
  • Menurut Spooner, bising adalah suara yang tidak mempunyai kualitas music.
  • Menurut Burn, Little and Wall, bising adalah suara yang tidak dikehendaki kehadirannya oleh yang mendengar dan mengganggu.

Taraf kebisngan juga telah diatur berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No: KEP-51/MEN/1999. Dalam peraturan ini, kebisingan diartikan sebagai semua suara yang tidak dikehendaki, yang bersumber dari alat produksi atau alat kerja, yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Jadi pada prinsipnya, bising atau kebisingan adalah suara yang mengganggu atau suara yang tidak dikehendaki oleh pendengarnya. Bising atau tidaknya suara tidak hanya ditentukan oleh keras-lemahnya suara itu, tetapi juga selera atau persepsi seseorang terhadap bunyi tersebut.

2.1.2        Jenis-Jenis Kebisingan

Jenis-jenis kebisingan berdasarkan sifat dan spektrum bunyi dapat dibagi sebagai berikut:

  • Bising yang kontinyu

Bising dimana fluktuasi dari intensitasnya tidak lebih dari 6 dB dan tidak putus-putus. Bising kontinyu dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:

  1. Wide Spectrum adalah bising dengan spektrum frekuensi yang luas. bising ini relatif tetap dalam batas kurang dari 5 dB untuk periode 0.5 detik berturut-turut, seperti suara kipas angin, suara mesin tenun.
  2. Norrow Spectrum adalah bising ini juga relatif tetap, akan tetapi hanya mempunyai frekuensi tertentu saja (frekuensi 500, 1000, 4000) misalnya gergaji sirkuler, katup gas.
  • Bising terputus-putus

Bising jenis ini sering disebut juga intermittent noise, yaitu bising yang berlangsung secar tidak terus-menerus, melainkan ada periode relatif tenang, misalnya lalu lintas, kendaraan, kapal terbang, kereta api

  • Bising impulsif

Bising jenis ini memiliki perubahan intensitas suara melebihi 40 dB dalam waktu sangat cepat dan biasanya mengejutkan pendengarnya seperti suara tembakan suara ledakan mercon, meriam.

  • Bising impulsif berulang

Sama dengan bising impulsif, hanya bising ini terjadi berulang-ulang, misalnya mesin tempa.

Berdasarkan pengaruhnya pada manusia, bising dapat dibagi atas :

  • Bising yang mengganggu (Irritating noise).

Merupakan bising yang mempunyai intensitas tidak terlalu keras, misalnya mendengkur.

  • Bising yang menutupi (Masking noise)

Merupakan bunyi yang menutupi pendengaran yang jelas, secara tidak langsung bunyi ini akan membahayakan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja , karena teriakan atau isyarat tanda bahaya tenggelam dalam bising dari sumber lain.

  • Bising yang merusak (damaging/injurious noise)

Merupakan bunyi yang intensitasnya melampui Nilai Ambang Batas. Bunyi jenis ini akan merusak atau menurunkan fungsi pendengaran.

2.1.3        Penyebab Kebisingan

Berdasarkan sumbernya, kebisingan disebabkan dari beberapa factor berikut :

  • Bising yang ditimbulkan oleh industri
  • Bising dari hasil kemajuan transportasi ; jalan lalu lintas, lalu lintas udara
  • Bising akibat elektrifikasi pada pemukiman
  • Mekanisme  lain yang menimbulkan bising ; penambangan, penggalian, dan lain-lain
  • Sumber bising lainnya (miscellaneous source) ; lapangan olahraga, konser music, daerah wisata, mesin pemotong rumput, dan lain-lain.

Karena kebisingan bersifat sangat subyektif, artinya suara yang dikehendaki seseorang mungkin tidak disenangi orang lain, maka keadaan merasa bisingnya seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain :

  • Pengalaman masa lalu, termasuk juga kebiasaan-kebiasaannya
  • Derajat kesehatan
  • Kesenangan
  • Pekerjaan
  • Aktivitas, tidur, rekreasi
  • Umur dan sebagainya.

2.1.4        Dampak Kebisingan

Bising menyebabkan berbagai ganguan terhadap tenaga kerja, seperti ganguan fisiologis, ganguan psikologis, ganguan komusikasi dan ketulian.atau ada yang menggolongkan gangguannya berupa auditory, misalnya gangguan terhadap pendengaran dan gangguan non auditory seperti komunikasi terganggu, ancaman bahanya keselamatan menurunkan performenc kerja, kelelahan dan stress,lebih rinci dampak bising terhadap kesehatan kerja adalah sebagai berikut :

  1. Gangguan fisiologis

Ganguan dapat beruapa peningkatan tekanana darah, penignkatan nadi basal metabolisme, kontruksi pembuluh darah kecil trutama pada bagin kaki,dapat menyebebkan pucat dan gangguan sensoris,

  1. Ganguan psikologis

Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentarasi, susah tidur , emosi dan lain-lain.pemaparan jangka waktu lama dapat menyebabkan penyakit,psikosomatik seperti gastritis, penyakit jantung koroner dan lain lain.

  1. Ganguan komunikasi

Ganguan komunikasi ini menyebabkan terganguannya pekerjaan, bahkan mungkin terjadi kesalahan, terutama bagi pekerja baru yang belum berpengalaman, gangguan komunikasi ini secara tidak langsung akan mengakibatkan bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, karena tidak mendengar teriakan atau isarat tanda bahaya dan tentu akan menurunkan mutu pekerja dan produktivitas kerja,

  1. Ganguan keseimbangan

Ganguan keseimbangan ini mengakibatkan gangguan fisiologis seperti kepala pusing, mual dan lain- lain.

  1. Gangguan terhadap pendengaran ( ketulian )

Diantara sekian banyak gangguan yang di timbulkan oleh bising, gangguan terhadap pendengaran adalah yang paling serius karena dapat menyebabkan hilangnya pendengaran atau ketulian, ketulian ini dapat bersifat progresif pada awalnya bersifat sementara tapi bila pekerja terus menerus di tempat bising tersebut maka daya dengar akan menghilang secara tetap atau tuli.

Tipe

Uraian

Akibat lahiriah

Kehilangan pendengaran Perubahan ambang batas sementara akibat Kebisingan, perubahan ambang batas permanen akibat Kebisingan
Akibat fisiologis Rasa tidak nyaman atau stress meningkat, tekanan darah meningkat, sakit kepala, bunyi dering

Akibat psikologis

Gangguan emosional Kejengkelan, kebingungan
Gangguan
gaya hidup
Gangguan tidur atau istirahat, hilang konsentrasi waktu bekerja, membaca dan sebagainya.
Gangguan pendengaran Merintangi kemampuan mendengarkan TV, radio, percakapan, telpon dan sebagainya.

2.1.5        Nilai Ambang Batas

Menurut Kepmennaker No : KEP-51/MEN/1999, Thereshold Limited Value (Nilai Ambang Batas, NAB) adalah standar faktor-faktor lingkungan kerja  yang dianjurkan ditempat kerja, agar tenaga kerja masih dapat menerimanya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.

Jadi, fungsi NAB antara lain :

  • Sebagai kadar untuk perbandingan
  • Sebagai pedoman untuk perencanaan proses produksi dan perencanaan teknologi pengendalian bahaya lingkungan kerja
  • Untuk menentukan substitusi bahan proses produksi terhadap bahan yang lebih beracun dengan bahan yang kurang beracun
  • Untuk membantu menentukan diagnose gangguan kesehatan, timbulnya penyakit dan hambatan efisiensi kerja akibat faktor fisik dan kimia dnegan bantuan pemeriksaan biologis

 

Nilai Ambang Batas Kebisingan Kepmennaker No :

KEP-51/MEN/1999

No

Waktu Pemajanan

Intensitas Kebisingan (dBA)

1

8 jam

85

2

4 jam

88

3

2 jam

91

4

1 jam

94

5

30 menit

97

6

15 menit

100

7

7.5 menit

103

8

3.75 menit

106

9

1.88 menit

109

10

0.94 menit

112

11

28.12 detik

115

12

14.06 detik

118

13

7.03 detik

121

14

3.52 detik

124

15

1.76 detik

127

16

0.88 detik

130

17

0.44 detik

133

18

0.22 detik

136

19

0.11 detik

139

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.1.6        Baku Tingkat Kebisingan

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup No : KEP-48/MENLH/II/1996, Baku Tingkat Kebisingan adalah standar faktor yang dapat diterima disuatu lingkungan atau kawasan kegiatan manusia.

Tabel : Baku Tingkat Kebisingan KEP-48/MENLH/II/1996

Peruntukan Kawasan/Lingkungan Kegiatan

Intensitas kebisingan (dBA)

Peruntukan 

1. Perumahan dan Pemukiman

55

2. perdagangan dan Jasa

70

3. Perkantoran dan Perdagangan

65

4. Ruang Terbuka Hijau

50

5. Industri

70

6. Pemerintahan dan Fasilitas Umum

60

7. Rekreasi

70

8. Khusus

     a. Bandar Udara*

     b. Stasiun Kereta Api*

     c. Pelabuhan Laut

70

     d. Cagar Budaya

60

Lingkungan Hidup

1. Rumah Sakit atau sejenisnya

55

2. Sekolah atau Sejenisnya

55

3. Tempat Ibadah atau Sejenisnya

55

*disesuaikan dengan ketentuan Menteri Perhubungan

2.1.7        Pengendalian Kebisingan

Banyak penderitaan terjadi disebabkan oleh kondisi dan lingkungan kerja yang berbahaya dimana pekerjaan dilakukan oleh pekerja. Salah satu kondisi fisik dan lingkungan kerja yang membahayakan adalah kebisingan.

Daya dengar yang baik adalah sangat penting manfaatnya karena dalam kehidupan sehari-hari kita sangat tergantung pada kemampuan pendengaran. Misalnya untuk sosialisasi, untuk belajar, untuk berkomunikasi dll.

Di tempat kerja tertentu kadang-kadang bising tidak dapat dihindari atau dikurangi. tidak semua suara bising, hanya suara yang tidak enak didengar saja yang disebut bising. Pada dasarnya pengendalian kebisingan dapat di lakukan terhadap sumbernya dengan cara :

  • Desain akustik, dengan megurangi vibrasi mengubah struktur dan lainnya,
  • Substitusi alat
  • Mengubah proses kerja

Terhadap perjalanannya dengan cara :

  • Jarak di perjauh
  • Akustik ruangan
  • Enclosure

Terhadap penerimaannya dengan cara :

  • Alat pelindung telinga
  • Administrasi dengan rotasi mengubah schedule kerja

Selain di atas dapat juga di lakukan dengan melakukan Pengendalian secara teknis ( enggenering control ) dengan cara :

  • Pemilihan equipment / proses yang sedikit menimbulkan bising
  • Dengan melakukan perawatan / maintenance
  • Melakukan pemasangan penyerap bunyi
  • Mengisolasi dengan melakukan peredaman ( material akustik )
  • Menghindari kebisingan

Pengendalian secara administrative :

  • Melakukan shif kerja
  • Mengurangi waktu kerja
  • Melakukan tranning

Langkah terakhir dalam menangani kebisingan adalah dengan menggunakan alat pelindung pendengaran ( earplug, earmuff, dan helmet ), pengendalian kebisingan dapat di lakukan juga secara medis yaitu dengan cara pemeriksaan kesehatan secara teratur.

2.2  Metode Pengukuran

2.2.1        Peralatan

Pada pengukuran ini digunakan alat Sound Level Meter. Sebelum digunakan, alat ini dikalibrasi terlebih dahulu. Cara mengoperasikannya sebagai berikut :

  • Tekan tombol ON/OFF untuk menghidupkan alat.
  • Pastikan bahwa alat benar-benar berfungsi dengan baik.
  • Kemudian arahkan SLM ketempat yang akan diukur kebisingannya.
  • Selanjutnya catatlah nilai yang tertera pada alat SLM setiap 5 detik.
  • Lakukan perhitungan nilai minimum dan maximum pada kolom ke 11 dan 12 pada baris 2,4,6,8,10 dengan cara menekan tombol MAX/MIN pada alat SLM tersebut.
  • Lakukan hal yang sama selama 10 menit sebanyak 7 kali.

2.3  Hasil Penelitian

Dari pengukuran di lokasi PT.PD Hoktong Jambi, diperoleh data sebagai berikut :

L1

 

TGL

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

JML

RATA-RATA

1

61.2

61.5

62.7

73.1

65.8

66.3

69.2

59.3

59.8

77.7

66.3

65.9

788.8

65.7

2

62.9

62.5

64.7

95.2

73

60.9

71.1

63

65.9

66.2

59.8

106

850.8

70.9

3

73.4

74.2

63.2

63.4

59.7

61.7

65.5

67.9

63.4

63.5

65.3

62.5

783.7

65.3

4

61.4

60.5

62

59.6

63

63.6

69.1

64.8

61.8

66.6

58.5

90.8

781.7

65.1

5

59.2

60.2

60.4

62.9

65

74.8

74.8

71.4

75

69

71.9

70.3

814.9

67.9

6

65.8

64.4

62.3

60.6

59.6

61.3

65.9

60.1

66.9

61.2

58.3

91.2

777.6

64.8

7

68.2

58.1

63

59.2

59.9

62.5

59.6

62.7

64.1

59.3

61.5

59.6

737.7

61.5

8

61.6

62.3

67.4

66.8

72

58

72.5

68

63.1

70.2

56.7

93

811.6

67.6

9

78.4

62

59.7

59.2

60

59.8

59.6

61.3

67.3

71.4

70.9

64.3

773.9

64.5

10

60

64.1

65.3

69.8

63.1

61.4

60.8

62.3

66.8

71.8

58.6

90

794.0

66.2

JUMLAH

292

471

7914.7

659.6

RATA-RATA

58.4

94.1

1439.0

66.0

 

 

L2

 


TGL

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

JML

RATA-RATA

1

77.7

71.9

62.2

58.1

73.7

62.4

78.7

84.9

56.6

71.1

58.8

58.7

814.8

67.9

2

63.9

70.2

60.2

72

71.1

71

59.7

59.5

62.1

65.1

56.1

92.5

803.4

67.0

3

62.4

63.7

70.9

71.9

71.1

73.6

74.8

66.9

73.2

61.6

78.5

68

836.6

69.7

4

63.5

60.1

58.7

82.7

62.1

60.1

60.6

59

62

63.1

57.4

92.7

782.0

65.2

5

65.7

62

61.5

66

59.3

79.7

68.6

76.4

72

64.6

77.2

70.1

823.1

68.6

6

60

61

73

74.4

86

75.3

65.3

67.5

63

60.6

58.9

91.4

836.4

69.7

7

76.6

62.4

72.1

81.9

80.8

65.8

67.4

59.7

69.7

74.3

69.8

67.8

848.3

70.7

8

62

75

61.4

67.4

72.3

66

61.3

67.3

81.2

66.5

57.2

105

842.6

70.2

9

89.8

59.1

59.2

59.1

61

59.3

61.5

71.2

76.9

76.3

69.6

67

810.0

67.5

10

66.2

59.5

62

62.9

69.9

69.2

62.7

58.7

59.8

63

58.2

89.4

781.5

65.1

JUMLAH

288

471

8178.7

681.6

RATA-RATA

57.6

94.2

1487.0

68.2

 

 

L3

 

TGL

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

JML

RATA-RATA

1

64.1

66.6

77.8

71.3

73.2

68

61.7

62.3

68.9

66.9

66.5

70

817.3

68.1

2

77.6

75.2

74.3

68.7

61.2

79.6

70.6

59.3

59.3

63.6

57.8

91.1

838.3

69.9

3

61.4

62.2

58.9

57.4

58.2

57.3

57.2

57.8

60.7

60.1

59.4

61.4

712.0

59.3

4

62

58.6

59.4

66.1

68.9

71.7

64.9

62.7

68.8

60.2

56.1

91.2

790.6

65.9

5

67.4

70.4

60.8

61

58.3

60.7

68.8

66.5

60.5

61.3

69.4

68.5

773.6

64.5

6

75.2

60.8

60.9

65.6

71.5

69.9

80.1

65.2

62.1

65.5

59.2

88.4

824.4

68.7

7

78.6

70.1

70.4

74.1

81.9

80.8

62.9

65.3

60.2

62.2

60.5

62.3

829.3

69.1

8

61.2

62.3

73.2

69.2

72.2

81.2

60.3

58.9

80.1

74.8

58

92.5

843.9

70.3

9

66.7

65.4

61.3

75.2

61.4

72

75.9

63.1

63

75.5

69.5

66.7

815.7

68.0

10

67.3

66.6

61.8

62.4

61.5

60.9

59.9

62.7

67.6

74.3

56.4

93.4

794.8

66.2

JUMLAH

288

457

8039.9

670.0

RATA-RATA

57.5

91.3

804.0

67.0

 

 

L4

 

TGL

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

JML

RATA-RATA

1

59.3

65.9

69.5

67.9

74.4

63.2

58.6

61.5

69.5

63.3

70.7

79

802.8

66.9

2

63

62

61.3

66.2

72.7

72.3

71.1

79.4

65.6

66.5

58

87.3

825.4

68.8

3

71.5

74.1

74.7

67

75.2

73.3

62.5

65.6

72.6

79.2

71.1

72.5

859.3

71.6

4

80.1

58.7

60.1

58.2

60.4

64.3

70

68.7

62.1

60.3

56.8

90.4

790.1

65.8

5

57

60.2

58.8

61.1

71.7

64.5

61.1

59.6

69.2

59.2

71.2

61.3

754.9

62.9

6

59.5

61

67.9

70

72.5

64.3

73.9

75.1

65.7

70.3

56.1

86

822.3

68.5

7

75.2

51.6

71.9

68.7

60.9

68.4

57.8

57.1

66

61

70.4

63.7

772.7

64.4

8

57.6

55.8

55.1

55.5

56.3

63.3

67

63.7

61.7

71.3

54.3

83.7

745.3

62.1

9

56

64.4

54.8

55.6

56.8

61.9

62.4

67.2

70.2

74.2

65.9

65

754.4

62.9

10

65.2

76.5

79.3

62

80.8

74.2

76.7

69

62.6

57.3

54.7

88.1

846.4

70.5

JUMLAH

280

436

7973.6

664.5

RATA-RATA

56

87.1

797.4

66.4

 

 

L5

 

TGL

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

JML

RATA-RATA

1

63.2

67.4

71.7

61.8

65.5

73.8

74.9

62.4

69.8

66.8

66.5

71.3

815.1

67.9

2

76.8

78.2

76.8

68.2

62.3

57.3

67.2

70.1

66.5

63.3

59.9

80.8

827.4

68.9

3

60.8

64.3

61.2

64.6

67.4

72.8

67.8

69.5

66.4

64.2

63.7

62

784.7

65.4

4

61

67.1

78.8

62.6

61.7

75.5

70.7

61.6

81.4

64.2

57.8

99.9

842.3

70.2

5

74.7

63.5

66.8

59

63.2

67.7

64.7

60.5

63.2

57.4

81

73.6

795.3

66.3

6

80.1

69.9

61.5

62.8

62.1

71.2

80.6

71.5

66.7

75.5

58.4

102

862.6

71.9

7

75.5

77.9

72.8

74.7

60

58.9

66.5

63.9

68.2

63.8

69.9

60.4

812.5

67.7

8

61

71.1

61

66.5

62.3

64.6

60.4

57.3

74.1

60.3

56.4

102

796.8

66.4

9

62.3

63

63.7

69.6

72.3

65.8

64.6

76.1

69

65.5

64.8

68.4

805.1

67.1

10

58.7

73.5

72.5

69.5

66.2

63.1

62

65.3

66

66.6

55.2

93.4

812.0

67.7

JUMLAH

288

478

8153.7

679.5

RATA-RATA

57.5

95.6

815.4

67.9

 

 

L6

 

TGL

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

JML

RATA-RATA

1

62.2

61.5

63.7

72.1

66.8

66.3

68.3

58.3

58.4

78.7

67.7

66.9

790.9

65.9

2

63.9

63.5

65.7

97.2

74

61.9

72.1

64

66.9

67.2

59.9

106

862.0

71.8

3

74.4

75.2

64.2

64.3

60.7

62.7

66.1

68.3

64.4

64.5

66.3

63.5

794.6

66.2

4

62.4

61.5

63

60.6

65

64.6

70.1

65.8

62.8

67.6

59.5

92.8

795.7

66.3

5

60.2

60.2

61.4

63.4

65

71.8

73.8

74.4

70

65

71.9

70.3

807.4

67.3

6

66.8

65.4

63.3

61.6

60.6

64.3

70.9

61.1

67.9

61.2

58.3

92.6

794.0

66.2

7

68.2

58.1

64

70.1

70.1

63.1

70.6

63.7

66.1

60.1

65.5

59.6

779.2

64.9

8

63.6

64.3

68.4

66.8

78

59

73.5

78

67.1

71.2

56.7

92.1

838.7

69.9

9

79.4

65

59.7

59.8

65

59.9

59.6

65.7

78.1

70.9

71.1

65.3

799.5

66.6

10

61.1

65.1

65.1

70.8

64.1

65.5

70.8

71.3

65.1

71.8

58.6

70.1

799.4

66.6

JUMLAH

293

453

8061.4

671.8

RATA-RATA

58.6

90.7

806.1

67.2

 

L7

 

TGL

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

JML

RATA-RATA

1

65.9

61.5

61.3

70.5

63.8

59.5

61.9

68.7

76.8

71.2

72.5

72.1

805.7

67.1

2

64.3

69.2

63.1

79.5

69.8

67.7

61.1

69.5

66.4

60.7

54.6

78.8

804.7

67.1

3

62.9

74.2

61.5

77.5

72.1

66

62.5

66.2

66.5

72.3

69.6

68.2

819.5

68.3

4

61.2

76.2

70.9

76.8

76.3

69.8

60.9

70

64.4

62.2

53.4

73.2

815.3

67.9

5

68.5

65.4

69.3

71.2

75.4

64.2

61.3

60.3

69.8

68.6

56.5

62.4

792.9

66.1

6

61.9

62.3

71.4

72.3

72

71.5

70.5

60.6

61.7

56.1

54

75.9

790.2

65.9

7

64.7

66.4

72.6

74.2

72.4

69.8

63.5

74.1

67.8

68.5

54.6

66.9

815.5

68.0

8

60.8

74.2

77.4

72

75.3

72.6

61.7

65.3

66

63.1

53.2

752

1493.6

124.5

9

63.7

76.9

69.1

70.9

76.2

68.7

68.3

76.7

69.4

68.2

69.5

72.5

850.1

70.8

10

64.6

70.3

72.4

70.1

70.6

73.2

69.4

63.1

67.2

63.6

53.7

79.7

817.9

68.2

JUMLAH

269

1060

8805.4

733.8

RATA-RATA

53.8

212

880.5

73.4

 

 

PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN

LOKASI

: PT. PD HOK TONG JAMBI

 

WP1

WP2

WP3

WP4

L1

L2

L3

L4

Hasil

Satuan

Ls

3

3

5

5

66.0

68.2

67.0

66.4

66.91

dB (A)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WP5

WP6

WP7

 

L5

L6

L7

 

 

 

Lm

2

3

3

 

67.9

67.2

73.4

 

70.67

dB (A)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WLs

WLm

 

 

 

 

 

 

 

 

Lsm

16

8

 

 

 

 

 

 

68.55

dB (A)

 

 

 

Berdasarkan data tersebut diperoleh bahwa intensitas kebisingan di daerah PT. PD HOK TONG JAMBI sebesar 68,5 dB dengan Ls sebesar 66,91 dB dan Lm sebesar 70,67 dB. Dengan demikian intensitas kebisingan di daerah tersebut masih terbilang stabil/normal sehingga tidak terlalu membahayakan bagi pekerja maupun warga disekitar pabrik tersebut.

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

PENUTUP

 

3.1  Kesimpulan

 

Pengukuran kebisingan di tempat kerja maupun di kawasan kegiatan manusia sangat berguna untuk mengetahui tingkat risiko paparan kebisingan bagi para pekerja dan penduduk di sekitar kawasan tersebut.

 

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di PT.PD HOK TONG JAMBI Kampung Sejenjang RT.07 jambi diperoleh intensitas kebisingan sebesar  sebesar 68,5 dB dengan Ls sebesar 66,91 dB dan Lm sebesar 70,67 dB.

 

Menurut Keputusan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup No : KEP-48/MENLH/II/1996 bahwa intensitas kebisingan pada Industri sebesar 70 dB. Dengan demikian daerah tersebut masih tergolong stabil/normal sehingga tidak terlalu membahayakan.

 

 

 

3.2  Saran

 

Dari kesimpulan yang didapat bahwa menurut Keputusan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup No : KEP-48/MENLH/II/1996 intensitas kebisingan di PT.PD HOK TONG JAMBI Kampung Sejenjang RT.07 jambi yang masih dibawah standar harus tetap dijaga intensitas kebisingannya supaya tidak melewati batas ketentuan yang telah ditetapkan agar pekerja maupun warga yang ada disekitar tempat tersebut tidak mengalami gangguan kebisingan serta tetap merasa kenyamanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

L1
TGL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 JML RATA-RATA
1 61.2 61.5 62.7 73.1 65.8 66.3 69.2 59.3 59.8 77.7 66.3 65.9 788.8 65.7
2 62.9 62.5 64.7 95.2 73 60.9 71.1 63 65.9 66.2 59.8 106 850.8 70.9
3 73.4 74.2 63.2 63.4 59.7 61.7 65.5 67.9 63.4 63.5 65.3 62.5 783.7 65.3
4 61.4 60.5 62 59.6 63 63.6 69.1 64.8 61.8 66.6 58.5 90.8 781.7 65.1
5 59.2 60.2 60.4 62.9 65 74.8 74.8 71.4 75 69 71.9 70.3 814.9 67.9
6 65.8 64.4 62.3 60.6 59.6 61.3 65.9 60.1 66.9 61.2 58.3 91.2 777.6 64.8
7 68.2 58.1 63 59.2 59.9 62.5 59.6 62.7 64.1 59.3 61.5 59.6 737.7 61.5
8 61.6 62.3 67.4 66.8 72 58 72.5 68 63.1 70.2 56.7 93 811.6 67.6
9 78.4 62 59.7 59.2 60 59.8 59.6 61.3 67.3 71.4 70.9 64.3 773.9 64.5
10 60 64.1 65.3 69.8 63.1 61.4 60.8 62.3 66.8 71.8 58.6 90 794.0 66.2
JUMLAH 292 471 7914.7 659.6
RATA-RATA 58.4 94.1 1439.0 66.0
L2
TGL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 JML RATA-RATA
1 77.7 71.9 62.2 58.1 73.7 62.4 78.7 84.9 56.6 71.1 58.8 58.7 814.8 67.9
2 63.9 70.2 60.2 72 71.1 71 59.7 59.5 62.1 65.1 56.1 92.5 803.4 67.0
3 62.4 63.7 70.9 71.9 71.1 73.6 74.8 66.9 73.2 61.6 78.5 68 836.6 69.7
4 63.5 60.1 58.7 82.7 62.1 60.1 60.6 59 62 63.1 57.4 92.7 782.0 65.2
5 65.7 62 61.5 66 59.3 79.7 68.6 76.4 72 64.6 77.2 70.1 823.1 68.6
6 60 61 73 74.4 86 75.3 65.3 67.5 63 60.6 58.9 91.4 836.4 69.7
7 76.6 62.4 72.1 81.9 80.8 65.8 67.4 59.7 69.7 74.3 69.8 67.8 848.3 70.7
8 62 75 61.4 67.4 72.3 66 61.3 67.3 81.2 66.5 57.2 105 842.6 70.2
9 89.8 59.1 59.2 59.1 61 59.3 61.5 71.2 76.9 76.3 69.6 67 810.0 67.5
10 66.2 59.5 62 62.9 69.9 69.2 62.7 58.7 59.8 63 58.2 89.4 781.5 65.1
JUMLAH 288 471 8178.7 681.6
RATA-RATA 57.6 94.2 1487.0 68.2
L3
TGL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 JML RATA-RATA
1 64.1 66.6 77.8 71.3 73.2 68 61.7 62.3 68.9 66.9 66.5 70 817.3 68.1
2 77.6 75.2 74.3 68.7 61.2 79.6 70.6 59.3 59.3 63.6 57.8 91.1 838.3 69.9
3 61.4 62.2 58.9 57.4 58.2 57.3 57.2 57.8 60.7 60.1 59.4 61.4 712.0 59.3
4 62 58.6 59.4 66.1 68.9 71.7 64.9 62.7 68.8 60.2 56.1 91.2 790.6 65.9
5 67.4 70.4 60.8 61 58.3 60.7 68.8 66.5 60.5 61.3 69.4 68.5 773.6 64.5
6 75.2 60.8 60.9 65.6 71.5 69.9 80.1 65.2 62.1 65.5 59.2 88.4 824.4 68.7
7 78.6 70.1 70.4 74.1 81.9 80.8 62.9 65.3 60.2 62.2 60.5 62.3 829.3 69.1
8 61.2 62.3 73.2 69.2 72.2 81.2 60.3 58.9 80.1 74.8 58 92.5 843.9 70.3
9 66.7 65.4 61.3 75.2 61.4 72 75.9 63.1 63 75.5 69.5 66.7 815.7 68.0
10 67.3 66.6 61.8 62.4 61.5 60.9 59.9 62.7 67.6 74.3 56.4 93.4 794.8 66.2
JUMLAH 288 457 8039.9 670.0
RATA-RATA 57.5 91.3 804.0 67.0
L4
TGL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 JML RATA-RATA
1 59.3 65.9 69.5 67.9 74.4 63.2 58.6 61.5 69.5 63.3 70.7 79 802.8 66.9
2 63 62 61.3 66.2 72.7 72.3 71.1 79.4 65.6 66.5 58 87.3 825.4 68.8
3 71.5 74.1 74.7 67 75.2 73.3 62.5 65.6 72.6 79.2 71.1 72.5 859.3 71.6
4 80.1 58.7 60.1 58.2 60.4 64.3 70 68.7 62.1 60.3 56.8 90.4 790.1 65.8
5 57 60.2 58.8 61.1 71.7 64.5 61.1 59.6 69.2 59.2 71.2 61.3 754.9 62.9
6 59.5 61 67.9 70 72.5 64.3 73.9 75.1 65.7 70.3 56.1 86 822.3 68.5
7 75.2 51.6 71.9 68.7 60.9 68.4 57.8 57.1 66 61 70.4 63.7 772.7 64.4
8 57.6 55.8 55.1 55.5 56.3 63.3 67 63.7 61.7 71.3 54.3 83.7 745.3 62.1
9 56 64.4 54.8 55.6 56.8 61.9 62.4 67.2 70.2 74.2 65.9 65 754.4 62.9
10 65.2 76.5 79.3 62 80.8 74.2 76.7 69 62.6 57.3 54.7 88.1 846.4 70.5
JUMLAH 280 436 7973.6 664.5
RATA-RATA 56 87.1 797.4 66.4
L5
TGL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 JML RATA-RATA
1 63.2 67.4 71.7 61.8 65.5 73.8 74.9 62.4 69.8 66.8 66.5 71.3 815.1 67.9
2 76.8 78.2 76.8 68.2 62.3 57.3 67.2 70.1 66.5 63.3 59.9 80.8 827.4 68.9
3 60.8 64.3 61.2 64.6 67.4 72.8 67.8 69.5 66.4 64.2 63.7 62 784.7 65.4
4 61 67.1 78.8 62.6 61.7 75.5 70.7 61.6 81.4 64.2 57.8 99.9 842.3 70.2
5 74.7 63.5 66.8 59 63.2 67.7 64.7 60.5 63.2 57.4 81 73.6 795.3 66.3
6 80.1 69.9 61.5 62.8 62.1 71.2 80.6 71.5 66.7 75.5 58.4 102 862.6 71.9
7 75.5 77.9 72.8 74.7 60 58.9 66.5 63.9 68.2 63.8 69.9 60.4 812.5 67.7
8 61 71.1 61 66.5 62.3 64.6 60.4 57.3 74.1 60.3 56.4 102 796.8 66.4
9 62.3 63 63.7 69.6 72.3 65.8 64.6 76.1 69 65.5 64.8 68.4 805.1 67.1
10 58.7 73.5 72.5 69.5 66.2 63.1 62 65.3 66 66.6 55.2 93.4 812.0 67.7
JUMLAH 288 478 8153.7 679.5
RATA-RATA 57.5 95.6 815.4 67.9
L6
TGL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 JML RATA-RATA
1 62.2 61.5 63.7 72.1 66.8 66.3 68.3 58.3 58.4 78.7 67.7 66.9 790.9 65.9
2 63.9 63.5 65.7 97.2 74 61.9 72.1 64 66.9 67.2 59.9 106 862.0 71.8
3 74.4 75.2 64.2 64.3 60.7 62.7 66.1 68.3 64.4 64.5 66.3 63.5 794.6 66.2
4 62.4 61.5 63 60.6 65 64.6 70.1 65.8 62.8 67.6 59.5 92.8 795.7 66.3
5 60.2 60.2 61.4 63.4 65 71.8 73.8 74.4 70 65 71.9 70.3 807.4 67.3
6 66.8 65.4 63.3 61.6 60.6 64.3 70.9 61.1 67.9 61.2 58.3 92.6 794.0 66.2
7 68.2 58.1 64 70.1 70.1 63.1 70.6 63.7 66.1 60.1 65.5 59.6 779.2 64.9
8 63.6 64.3 68.4 66.8 78 59 73.5 78 67.1 71.2 56.7 92.1 838.7 69.9
9 79.4 65 59.7 59.8 65 59.9 59.6 65.7 78.1 70.9 71.1 65.3 799.5 66.6
10 61.1 65.1 65.1 70.8 64.1 65.5 70.8 71.3 65.1 71.8 58.6 70.1 799.4 66.6
JUMLAH 293 453 8061.4 671.8
RATA-RATA 58.6 90.7 806.1 67.2
L7
TGL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 JML RATA-RATA
1 65.9 61.5 61.3 70.5 63.8 59.5 61.9 68.7 76.8 71.2 72.5 72.1 805.7 67.1
2 64.3 69.2 63.1 79.5 69.8 67.7 61.1 69.5 66.4 60.7 54.6 78.8 804.7 67.1
3 62.9 74.2 61.5 77.5 72.1 66 62.5 66.2 66.5 72.3 69.6 68.2 819.5 68.3
4 61.2 76.2 70.9 76.8 76.3 69.8 60.9 70 64.4 62.2 53.4 73.2 815.3 67.9
5 68.5 65.4 69.3 71.2 75.4 64.2 61.3 60.3 69.8 68.6 56.5 62.4 792.9 66.1
6 61.9 62.3 71.4 72.3 72 71.5 70.5 60.6 61.7 56.1 54 75.9 790.2 65.9
7 64.7 66.4 72.6 74.2 72.4 69.8 63.5 74.1 67.8 68.5 54.6 66.9 815.5 68.0
8 60.8 74.2 77.4 72 75.3 72.6 61.7 65.3 66 63.1 53.2 752 1493.6 124.5
9 63.7 76.9 69.1 70.9 76.2 68.7 68.3 76.7 69.4 68.2 69.5 72.5 850.1 70.8
10 64.6 70.3 72.4 70.1 70.6 73.2 69.4 63.1 67.2 63.6 53.7 79.7 817.9 68.2
JUMLAH 269 1060 8805.4 733.8
RATA-RATA 53.8 212 880.5 73.4
PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN
LOKASI : PT. PD HOK TONG JAMBI
WP1 WP2 WP3 WP4 L1 L2 L3 L4 Hasil Satuan
Ls 3 3 5 5 66.0 68.2 67.0 66.4 66.91 dB (A)
WP5 WP6 WP7 L5 L6 L7
Lm 2 3 3 67.9 67.2 73.4 70.67 dB (A)
WLs WLm
Lsm 16 8 68.55 dB (A)

GETARAN

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 8:19 am

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1            Latar Belakang

Getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan. Penyebab getaran dibedakan dalam 2 jenis yaitu:

  1. Getaran mekanik, adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan manusia.
  2. Getaran seismik, adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan manusia.

Getaran yang terjadi di lingkungan dapat berdampak pada kehidupan manusia. Dalam SK Menteri Lingkungan Hidup no. 49 tahun 1996 ditetapkan tingkat baku getaran berdasar tingkat kenyamanan dan kesehatan dalam kategori menganggu, tidak nyaman dan menyakitkan. Baku tingkat getaran mekanik dan getaran kejut adalah batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dari usaha atau kegiatan pada media padat sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan bangunan.

Baku tingkat getaran untuk kenyamanan dan kesehatan ditetapkan bahwa Jika getaran yang mengenai tubuh manusia melebihi ambang batas penerimaan tubuh manusia yang terkena getaran tertentu secara berulang-ulang dalam waktu yang lama akan menimbulkan berbagai dampak negatif. Getaran yang mengenai tubuh dapat bersumber dari permukaan yang bergetar, peralatan kerja, permesinan, alat transportasi, alam dan sumber lainnya.

Baku tingkat getaran adalah batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dari usaha atau kegiatan pada media padat sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan banguna.

1.2            Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan praktek getaran ini ialah :

  1. Untuk mengetahui cara penggunaan alat ukur getaran
  2. Untuk mengetahui tingkat pengukuran yang diukur
  3. Untuk menentukan kualitas getaran

 

1.3             Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup dalam kegiatan mengenai pemeriksaan getaran pada kendaraan roda dua yaitu dilaksanakan di lapangan kampus bagian belakang.

 

1.4  Waktu Kegiatan

Adapun waktu kegiatan tentang pemeriksaan getaran pada kendaraan roda dua yaitu pada pukul 14.30 WIB sampai dengan selesai.

 

 

BAB II

TINJAUAN TEORI

 

2.1            Pengertian Getaran

Menteri  Negara  Lingkungan  Hidup  dalam  surat  keputusannya  mencantumkan  bahwa getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan setimbang  terhadap suatu  titik acuan, sedangkan yang dimaksud dengan getaran mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan manusia (Kep.MENLH No: KEP-49/MENLH/11/1996). Pendapat  tersebut  ditegaskan  dalam  buku  saku Kesehatan  dan Keselamatan Kerja  dari Sucofindo  (2002)  yang menyatakan  bahwa  getaran  ialah  gerakan  ossillatory/bolak-balik  suatu massa melalui keadaan setimbang  terhadap  suatu  titik  tertentu. Dalam kesehatan kerja, getaran yang terjadi secara mekanis dan secara umum terbagi atas:

  1. Getaran seluruh badan,
  2. Getaran tangan-lengan.

Besaran getaran dinyatakan dalam akar  rata-rata kuadrat percepatan dalam satuan meter per detik  (m/detik2  rms). Frekuensi getaran dinyatakan  sebagai putaran per detik  (Hz). Getaran seluruh tubuh biasanya dalam rentang 0,5 . 4,0 Hz dan tangan-lengan 8-1000 Hz (Harrington dan Gill, 2005).

Vibrasi atau getaran, dapat disebabkan oleh getaran udara atau getaran mekanis misalnya mesin atau alat-alat mekanis lainnya, oleh sebab itu dapat dibedakan dalam 2 bentuk:

  1. Vibrasi karena getaran udara yang pengaruh utamanya pada akustik.
  2. Vibrasi karena getaran mekanis mengakibatkan timbulnya resonansi/turut bergetarnya alat-alat tubuh dan berpengaruh terhadap alat-alat tubuh yang sifatnya mekanis pula (Gabroel, 1996).

Penjalaran  vibrasi  mekanik  melalui  sentuhan/kontak  dengan  permukaan  benda  yang  bergerak,  sentuhan  ini melalui  daerah  yang  terlokasi  (tool  hand  vibration)  atau  seluruh  tubuh  (whole body  vibration). Bentuk  tool hand vibration merupakan bentuk  yang  terlazim di dalam pekerjaan.

Efek getaran terhadap tubuh tergantung besar kecilnya frekuensi yang mengenai tubuh:

3 . 9 Hz           : Akan timbul resonansi pada dada dan perut.

6 . 10 Hz         : Dengan  intensitas 0,6 gram,  tekanan darah, denyut  jantung, pemakaian O2 dan  volume  perdenyut  sedikit  berubah.  Pada  intensitas  1,2  gram  terlihat  banyak  perubahan sistem peredaran darah.

10 Hz              : Leher, kepala, pinggul, kesatuan otot dan tulang akan beresonansi.

13 . 15 Hz       : Tenggorokan akan mengalami resonansi.

< 20 Hz           : Tonus otot akan meningkat, akibat kontraksi statis  ini otot menjadi  lemah, rasa tidak enak dan kurang ada perhatian.

 

2.2             Jenis Getaran

2.2.1        Getaran Seluruh Tubuh

Getaran  seluruh  tubuh  biasanya  dialami  pengemudi  kendaraan;  traktor,  bus,  helikopter, atau bahkan kapal. Efek yang  timbul  tergantung kepada  jaringan manusia,  seperti:  (Sucofindo, 2002)

  1. 3 . 6 Hz untuk bagian thorax (dada dan perut),
  2. 20-30 Hz untuk bagian kepala,
  3. 100-150 Hz untuk rahang.

Di  samping  rasa  tidak ketidaknyamanan  yang ditimbulkan oleh goyangan organ  seperti ini,  menurut  beberapa  penelitian,  telah  dilaporkan  efek  jangka  lama  yang  menimbulkan orteoartritis tulang belakang (Harrington dan Gill, 2005).

2.2.2        Getaran Tangan Lengan

Getaran jenis ini biasanya dialami oleh tenaga kerja yang diperkerjakan pada:

  1. Operator gergaji rantai,
  2. Tukang semprot, potong rumput,
  3. Gerinda,
  4. Penempa palu.

Menurut buku saku K3 Sucofindo tahun 2002 efek getaran pada tangan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kelainan pada peredaran darah dan persyarafan (vibration white finger),
  2. Kerusakan pada persendian dan tulang-tulang.

Efek  getaran  pada  tangan  lengan  ini  lebih  mudah  dijelaskan  daripada  menguraikan patofisiologisnya. Efek ini disebut sebagai sindroma getaran tangan lengan (Hand Vibration Arm Syndrome = HVAS) yang terdiri atas:

  1. Efek  vaskuler-pemucatan  episodik  pada  buku  jari  ujung  yang  bertambah  parah  pada  suhu dingin (fenomena raynaud),
  2. Efek neurologik-buku jari ujung mengalami kesemutan total dan baal.

 

2.3            Baku Tingkat Getaran

Baku  tingkat  getaran  adalah  batas  maksimal  tingkat  getaran  yang  diperbolehkan  dari usaha  atau  kegiatan  pada  media  padat  sehingga  tidak  menimbulkan  gangguan  terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan bangunan. Begitu juga dengan batas maksimal tingkat getaran  kereta  api  seyogyanya  tidak  akan mengganggu  terhadap  kenyamanan  dan  kesehatan masyarakat  sekitarnya,  disaat  kereta  api  lewat  getaran  yang  dirasakan  harus  dalam  taraf  tidak mengganggu,  sehingga  tetap menjamin  kenyamanan.  Penetapan  baku  tingkat  getaran  ini  telah diatur  dalam  suatu  Surat  Keputusan  Menteri  Negara  Lingkungan  Hidup  No.  KEP- 49/MENLH/11/1996 sebagai berikut:

 

Tabel. Baku Tingkat Getaran untuk Kenyamanan dan Kesehatan

Frekuensi (Hz)

Nulai Tingkat Getar, dalam mikron (10-6 meter)

Tidak Mengganggu

Mengganggu

Tidak Nyaman

Menyakitkan

4

< 100

100-500

>  500-1000

> 1000

5

<   80

80-350

>  350-1000

> 1000

6,3

<   70

70-275

>  275-1000

> 1000

8

<   50

50-160

>    160-500

>   500

10

<   37

37-120

>    120-300

>   300

12,5

<   32

32-90

>      90-220

>   220

16

<   25

25-60

>      60-120

>   120

20

<   20

20-40

>         40-85

>     85

25

<     7

17-30

>         30-50

>     50

31,5

<     2

12-20

>         20-30

>     30

40

<     9

 9-15

>         15-20

>      20

50

<     8

 8-12

>          12-15

>      15

63

<     6

 6-9

>             9-12

>      12

 

Konversi :

Percepatan             = (2pf)2  x simpangan

Kecepatan             = 2 pf x simpangan

P                            = 3,14

BAB III

HASIL KEGIATAN

 

3.1            Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang di perlukan selama praktek tentang pengukuran getaran adalah sebagai berikut :

–    Pocketable Vibrator Meter merk Riovibro Vm.63.a

–    Motor  merk Supra Astrea-Honda

–    Stopwatch

–    Alat tulis

–    Lapangan luas

 

3.2            Cara Kerja 

Adapun cara kerja dalam melakukan praktek tentang pengukuran getaran adalah sebagai berikut :

  1. 1.      Pertama pastikan alat dan bahan telah tersedia, serta alat dan bahannya dapat berfungsi dengan baik.
  2. 2.      Hidupkan motor .
  3. 3.      Tempelkan Vibrator meter ke mesin motor dan jangan lupa sambil menekan tombol yang ada di Vibrator meter.
  4. 4.      Pindahkan tombol pada pencarian nilai frekuensi, karena  nilai yang pertama di cari adalah nilai frekuensi.
  5. 5.      Carilah frekuensi getaran mulai dari nilai yang terendah dan tertinggi serta cari juga nilai yang sering muncul. Pada saat mencari nilai frekuensi nilai yang rendah keadaan motor dalam keadaan hidup tapi tanpa di gas sedangkan mencari nilai frekuensi tertinggi gas lah motor sekuat- kuat mungkin  .
  6. 6.      Catat hasilnya pada lembar kerja.
  7. 7.      Lalu pindahkan tombol pada pencarian simpangan .
  8. 8.      Sama seperti pencarian frekuensi cari nilai simpangan yang terendah sampai yang tertinggi dan cari juga nilai yang sering muncul. Pada saat mencari nilai simpangan yang rendah keadaan motor dalam keadaan hidup tapi tidak perlu di gas sedangkan mencari nilai simpangan yang tinggi gas lah motor sekuat-kuat mungkin .  
  9. 9.      Catat juga hasilnya pada lembar kerja .
  10. 10.  Lalu carilah simpangan mikron dengan cara mengalikan hasil nilai simpangan dengan 10. { simpangan (mm) x 10 = simpangan ( mikron ) }.
  11. 11.  Lalu cek kategorinya melalui Grafik Baku Tingkat Getaran Untuk Kenyamanan dan kesehatan untuk mengetahui tingkat getaran tersebut masih diizinkan atau tidak.

 

3.3  Tabel Hasil Pengukuran

No.

Parameter Getaran

Simpangan (mikron)

Kategori

Keterangan

Frekuensi (mm)

Simpangan (mm)

1

1,3 mm/s

0,07 mm

0,7 mikron

Masih Diizinkan

Simulasi

2

3,9 mm/s

0,17 mm

1,7 mikron

 

Penjelasan :

Dari praktek yang telah dilakukan didapatkan bahwa Frekuensi nilai minimumnya sebesar 1,3 mm/s, sementara simpangannya sebesar 0,07 mm dengan simpangan mikronnya sebesar 0,7 mikron. Dan untuk nilai maksimumnya sebesar 3,9 mm/s, sementara simpangannya sebesar 0,17 mm dengan simpangan mikronnya sebesar 1,7 mikron. Dengam demikian nilai tersebut masih masuk dalam kategori Masih Diizinkan.

 

BAB IV

PENUTUP

                                    

4.1            Kesimpulan

Dari hasil praktikum pengukuran getaran pada motor Motor  merk Supra Astrea Honda yaitu sebagai berikut :

Frekuensi nilai minimumnya sebesar 1,3 mm/s, sementara simpangannya sebesar 0,07 mm dengan simpangan mikronnya sebesar 0,7 mikron. Dan untuk nilai maksimumnya sebesar 3,9 mm/s, sementara simpangannya sebesar 0,17 mm dengan simpangan mikronnya sebesar 1,7 mikron. Dengam demikian nilai tersebut masih masuk dalam kategori Masih Diizinkan.

 

 

 

WASTE MANAGEMENT

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 8:13 am

CHAPTER I

INTRODUCTION

1.1  Background

Trash is a problem faced by almost all countries in the world. Not only in developing countries, but also in developed countries, waste is always a problem. The average daily big cities in Indonesia to generate tens of tons of garbage. The waste was transported by special trucks and dumped or stacked away in a place that has been provided without a right old pickle again. From day to day garbage was piling up and there was garbage hill as we often see.

Trash is piling up, it will certainly disturb the surrounding residents. In addition to an unpleasant smell, garbage is often flies. And it can also bring about disease outbreaks. Although proven to be detrimental to trash it, but there are side benefits. This is because in addition can be disastrous for communities, waste can also be converted into useful items. Usefulness of this garbage is not separated from the use of science and technology in the handle.

1.2  PURPOSE

  1. To determine the types of waste
  2. To add insight and knowledge about waste
  3. To find out how to process waste

CHAPTER II
DISCUSSION

2.1   Definition of Organic Waste

Organic garbage is an item that is considered obsolete and discarded by the owner / user before, but it can still be used if managed with proper procedure. Organic is a robust process and is relatively fast, then the sign of what we have to declare that the staples of life, call it organic molecules, and planets similar, there is also somewhere in the universe? once again some new findings provide a sense of optimism that is quite important. Organic waste is waste that can be experienced weathering (decomposition) and the material breaks down into smaller and has no smell (often referred to as compost).

Compost is the result of weathering of organic matter such as leaves, straw, weeds, trash, grass, and other similar materials which pelapukannya process is accelerated by human assistance. Waste market niches such as vegetables, fruit markets, or the fish market, a relatively uniform type, the majority (95%) of organic waste, making them easier to handle. Waste originating from the settlements are generally very diverse, but generally at least 75% consists of organic and inorganic rest.

2.2   Types of Organic Waste

Organic waste derived from living beings, whether human, animal or plants, organic waste itself is divided into:

–          Wet organic waste. The term is meant wet organic waste bin has a fairly high water content. Examples of fruit skin and the rest of the vegetables.

–          Organic waste dry. While organic waste materials including organic materials dry is another small water content. Examples of dry organic waste include paper, wood or tree branches, and foliage dry.

2.3   Principles of Treatment

These are principles that can be applied in the processing of waste. These principles are known as 3 R and 1 C, namely:

–          Reduce, As much as possible to minimize the goods or materials that we use. The more we use the material, the more waste produced.

–          Reuse, Wherever possible choose items that can be used again. Avoid the use of goods disposable, throw.

–          Recycling, Wherever possible, goods that are not useful recycled again. Not all items can be recycled, but it’s been a lot of unofficial industrial (English: informal) and the industries that utilize household waste into other goods.

–          Changing, Researching the goods we use everyday. Replace items that can only be used once with a more durable goods.

2.4   Waste

Alternative Waste Management

To handle the garbage problem as a whole needs to be alternatives to management. Landfill is not a suitable alternative, because the landfill is unsustainable and cause environmental problems. In fact, these alternatives should be able to handle all the waste disposal problem by recycling all waste dumped back into society or to the natural economy, so as to reduce pressure on natural resources. To achieve this, there are three assumptions in the waste management should be replaced by three new principles. Rather than assuming that society will produce ever-increasing amount of waste, waste minimization should be a priority.

Waste disposed must be sorted, so that each part can be composted or recycled in an optimal, rather than dumped into the sewage system is mixed as it is today. And industries must redesign their products to facilitate the process of recycling the product. This principle applies to all kinds and waste flow.

Disposal of mixed waste that undermine and reduce the value of the material that may still be used again. Organic materials can contaminate / pollute the materials may still be in the recycling and toxins can destroy the usefulness of both. In addition, an increasing portion of the flow of waste derived from synthetic products and the products are not designed to be easily recycled; need to be redesigned to fit the system of recycling or elimination of the use stage.

Municipal solid waste programs must be adapted to local conditions to succeed, and may not be the same as other cities. Especially programs in developing countries should not simply follow the pattern of courses that have been successfully carried out in developed countries, given the differences in physical conditions, economics, law and culture. Particularly the informal sector (garbage collectors or scavengers) is an important component in the waste handling system that exists today, and increase their performance should be a major component in the waste handling systems in developing countries. One successful example is the zabbaleen in Cairo, which has successfully created a system of collecting and recycling waste that is able to change / use 85 percent of collected waste and employs 40,000 people.

In general, in the North or the South countries, systems for handling organic waste is the most important components of a system for handling municipal solid waste. Organic waste should be used as compost, vermi-composting (composting with worms) or used as fodder to restore nutirisi-nutrients to the soil. This ensures that the materials that can still be recycled are not contaminated, which is also the key of an alternative economic use of waste. Recycling waste creates more jobs per ton of waste than with other activities, and generate a stream of material that can supply the industry.

Decomposition process occurs through a process of recycling nutrients naturally. Nutrient contained in the materials or organic objects that have died, with the help of microbes (microorganisms), such as bacteria and fungi, will break down into simpler nutrients with the help of humans, the end product is compost (compost).

Any organic materials, biological materials that have died, will undergo a process of decomposition or weathering. The leaves that fall to the ground, broken stems or twigs, animal carcasses, animal waste, food scraps, etc., all will experience the process of decomposition and then crumble to the ground like a brown-blackish. His form was originally not recognized anymore. Decomposition process occurs through a process of recycling nutrients naturally. Nutrient contained in the materials or organic objects that have died, with the help of microbes (microorganisms), such as bacteria and fungi, will break down into simpler nutrients with the help of humans, the end product is compost (compost).

Composting is defined as a biochemical process that involves microorganisms as agents (intermediaries) which break down organic material into a material similar to humus. The results of these reforms is called compost. Compost is usually used as fertilizer and soil.
Compost and composting (composting) has been known since centuries ago. Various sources note that the use of compost as a fertilizer has been started since 1000 years before Moses. Noted also that in the days of imperial China and the Kingdom of Babylon, compost and composting technology has developed rapidly.

However, technological developments have created dependence on the agricultural industry of artificial chemical fertilizer factory that makes people forget the compost. Though composting has other advantages that can not be replaced by chemical fertilizers, compost able to: • Reduce the concentration and density of the soil so as to facilitate the development of roots and its ability to absorb nutrients. • Improve the ability of the soil in the binding of water so the soil can hold more water and prevent dryness ama on the ground. • Keeping soil erosion, thereby reducing nutrient leaching. • Creating appropriate conditions for the growth of the bodies of the inhabitants of the land such as worms and soil microbes are very useful for soil fertility.

2.5   Advantages of Organic Waste Processing

Here are some of the benefits of composting household waste using:

–          Able to provide organic fertilizer is cheap and environmentally friendly.

–          Reduce organic waste piles scattered around the residence.

–          Helps waste management early and quickly.

–          Saves cost of transporting waste to landfills (TPA).

–          Reduces need for landfill final land (TPA).

–          Saving the environment from damage and disturbance of smell, gutter jams, floods, landslides, and diseases transmitted by insects and rodents.

2.6   Disadvantages of Organic Waste Processing

After becoming compost, fertilizer is ready to be used as soil fertilizer. As for the lack of compost is relatively long absorbed nutrients plants, making long, and difficult to fabricate on a large scale. Therefore, to support the improvement of agricultural products needed artificial fertilizers.

CHAPTER III
CLOSING

3.1   Conclusion

Waste is an unwanted waste material after the end of a process. Trash is a concept of man-made, in the processes of nature there is no waste, only products that are not moving.
Trash can be at any phase of matter: solid, liquid, or gas. When released in two phases of the latter, especially gas, can be regarded as waste emissions. Commonly associated with pollution emissions.

3.2   Advice

How to control waste of the simplest is to raise awareness of the self to not damage the environment with garbage. Also needed are also social and cultural controls to better appreciate the environment, although sometimes be faced with a particular myth. Strict regulations of the government is also desirable because if not then the destroyers will continue to undermine the environmental resources.

AKHIRAN ASING

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 8:10 am

Dalam pertumbuhan bahasa Indonesia, banyak imbuhan baru atau serapan dari bahasa daerah, terutama dari bahasa-bahasa asing. Imbuhan-imbuhan tersebut sangat produktif, lebih banyak tampil dalam surat kabar-surat kabar atau karya ilmiah.

 

  • Akhiran dari Bahasa Sanskerta

Dalam bahasa Indonesia, terdapat akhiran –wan dan –man yang kita pungut dari bahasa sanskerta. Bentuk –wan muncul apabila morfem dasar yang dilekatinya berakhiran dengan vokal /a/, misalnya : hartawan, bangsawan, rupawan, sejarawan, wartawan. Sedangkan bentuk –man muncul bila morfem dasar yang dilekatinya berakhiran dengan vokal /i/, misalnya : budiman.

Menilik kata bentukan yang sudah ada, kita dapat menarik kesimpulan bahwa makna yang tersimpul dalam akhiran –wan atau –man itu ialah : (1). Orang yang memiliki apa yang disebut oleh kata dasar itu. (2). Orang yang ahli dalam bidang yang disebut oleh kata dasar itu. (3). Orang yang berkecimpung atau terus terlibat dengan hal atau pekerjaan yang disebutkan (more…)

Juni 16, 2011

DTI : Macam-macam kayu

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 1:00 pm
  1. MACAM-MACAM KAYU
  • Solid ( kayu utuh )

Kayu utuh yang tidak dibentuk dari sambungan atau gabungan, kayu solid yang cukup populer di Indonesia al; kayu jati, sungkai, nyatoh, ramin, dan jati belanda, dll. Harga kayu solid dihitung berdasarkan kubikasi, panjang x lebar x tebal. Umumnya harga kayu solid cenderung lebih mahal.

  • Layered ( plywood: multiplex, triplex, dll )

Kayu lapis yang biasa disebut tripleks atau multipleks, sesuai dengan namanya kayu lapis terbentuk dari beberapa lapis lembaran kayu. Lembaran-lembaran tersebut direkatkan dengan tekanan tinggi dan menggunakan perekat khusus. Kayu lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu disebut tripleks. Sedangkan yang terdiri dari lebih dari tiga lembar kayu, disebut multipleks.

Ketebalan kayu lapis bervariasi, mulai dari 3mm, 4mm, 9mm, dan 18mm dengan ukuran penampang standart yaitu 120cm x 240cm. Kayu lapis bisa digunakan sebagai material untuk kitchen set, tempat tidur, lemari, atau meja.

Plywood memiliki banyak pilihan motif, yang kerap digunakan sebagai pelapis lemari ataupun kitchen set, al ; motif jati, sungkai, nyatoh, dll. Masing-masing motif mempunyai ciri khas dan warna tersendiri, umumnya plywood yang dilapisi oleh lapisan bermotif ini difinishing dengan cara plitur/ NC dan melamik.

Selain itu ada juga melaminto, yaitu kayu lapis dengan lapisan anti air yang umumnya dipasang pada bagian dalam kitchen set ataupun untuk bagian dalam pintu kamar mandi. Ada beberapa pilihan warna pada melaminto.

  • Partikel board

Jenis kayu olahan yang satu ini terbuat dari serbuk kayu kasar yang dicampur dengan bahan kimia khusus, campuran tersebut kemudian disatukan dengan lem dan dikeringkan dengan suhu tinggi.

Kayu partikel banyak digunakan sebagai material untuk berbagai furnitur. Namun, kayu partikel tergolong jenis kayu yang tidak tahan lama. Dalam kurun waktu tertentu, kayu partikel bisa berubah bentuk, terutama jika terkena air dan menahan beban terlalu berat.

  • MDF/ ( Medium Density Fiberboard )

Kayu yang terbuat dari campuran bubur kayu dengan bahan kimia tertentu, cara pembuatannya mirip dengan kayu partikel. Kayu MDF merupakan material kayu olahan yang tidak tahan terhadap air dan kelembapan. Untuk daerah-daerah yang memiliki kelembapan tinggi, sebaiknya tidak menggunakan kayu MDF.

Finishing kayu MDF bisa dilakukan dengan lapisan irisan kayu tipis ( veneer ), pelapis kertas ( tacon, supercon,dll ), melamik ataupun duco. Keunggulan dari MDF adalah permukaannya yang halus dan tidak berpori membuat proses finishing jauh lebih praktis dibandingkan proses finishing pada jenis kayu lainnya, namun ada juga kelemahannya yaitu harga yang relatif lebih mahal.

  • Blockboard

Balok-balok kayu berukuran 4cm-5cm dipadatkan menggunakan mesin, setelah itu diberi pelapis, sehingga hasil akhirnya berupa lembaran seperti papan kayu. Blockboard memiliki dua pilihan ketebalan, 15mm dan 18mm, harganya pun cenderung lebih murah dibandingkan kayu solid.

Untuk menilai kualitas kayu ada 3 faktor penentu :

–          Berat Jenis                              : menentukan berat/ ringan bahan

–          Structural Strength                 : menentukan kekuatan bahan dari segi struktur

–          Water Resistance Level          : menentukan ketahanan bahan terhadap air

Jika board yang dimaksud terbuat dari kayu utuh, perlu melihat tabel bahan kayu, karena ‘kuat’ ada 2 macam, kuat secara struktur, dan kemudian kuat tahan air. Banyak cara untuk menambah kekuatan aggregate, antara lain memasukkan bahan kimia tambahan ke dalam campuran aggregate, dengan demikian bahan tsb akan mampu tahan air sehingga bisa dipakai di luar ruangan (exterior).

Board yang sering digunakan di industri mebel di indonesia yaitu teak-block, yang sesungguhnya adalah multipleks di mana lapisan terluarnya adalah kayu jati, namun di bagian dalam adalah kayu lunak. Treatment ini akan menambah nilai kayu tersebut, karena pola kayu yang di-‘jual’. adalah kayu jati.

Teknologi yang ada saat ini, telah memungkinkan lapisan kayu untuk direkatkan pada bahan yang ringan, seperti aluminium dan juga PVC. Sehingga penampilannya tetap kayu, tetapi ringan.

  1. UKURAN KAYU
  • Ukuran nominal kayu untuk bangunan, tebal dan lebar :

–          10×10 mm                   – 25×30 mm                 – 60×100 mm               – 120x120mm

–          10×30 mm                   – 30×30 mm                 – 60×120 mm

–          20×30 mm                   – 30×50 mm                 – 80×80 mm

–          120×120 mm               – 60×80 mm                 – 80×100 mm

  • Ukuran panjang nominal :

–          1 m                              – 2,5 m                         – 5 m

–          1,5 m                           – 3 m                            – 5,5 m

–          2 m                              – 3,5 m                         – etc

  • Ukuran untuk bangunan rumah dan gedung :

–          Kusen pintu dan jendela (mm) : 60 (100, 120, 130, 150), 80 (100, 120, 150)

–          Kuda-kuda (mm) : 80 (80, 100, 120, 150, 180), 100 (100, 120, 150, 180)

–          Kaso (mm) : 40×60, 40×80, 50×70

–          Tiang balok (mm) : 80 (80, 100, 120), 100 (100, 120), 120 (120, 150)

–          Balok antar tiang (mm) : 40 (60, 80), 60 (80, 120, 150), 80 (120, 150, 180), 100 (120, 150)

–          Balok langit (mm) : 80 (120, 150, 180, 200), 100 (150, 180, 200)

  • Ukuran kayu berdasarkan penggunaan :
Jenis penggunaan Tebal (mm) Lebar (mm)
Lis dan Jalusi 10 10, 30, 40, 50, 60, 80
15 30, 40, 50, 60, 80, 100, 120, 150, 180, 200, 220
20 40, 50, 60, 80, 100, 120
Papan 20 150, 180, 200, 220, 250
30 180, 200, 220, 250
40 180, 200, 220, 250
Reng dan Kaso  20 30
25 30, 40, 60, 80, 100, 120
35 30, 40, 60, 80, 100, 120, 150
50 70, 80, 100, 120, 130, 150, 180, 200, 220, 250
Balok 60 80, 100, 120, 130, 150, 180, 200, 220, 250
100 100, 120, 130, 150, 180, 200, 220, 250
  • Toleransi ukuran panjang kayu ditetapkan berdasarkan ukuran nominal 100 mm, dan toleransi ukuran tebal dan lebar kayu ditetapkan 0-15 mm dari ukuran nominal.
  • Ketentuan kadar air kayu adalah ukuran gergajian dalam keadaan kering udara, maksimum 23%, kecuali untuk kusen daun pintu, daun jendela, jelusi dan elemen lainnya mempunyai kadar air maksimum 20%.
  1. ISTILAH KAYU

Harga kayu terkait dengan volume (kubik=m3).

  • 1m3 berasal dari 1mx1mx1m, atau setara
  • 100cmx100cmx100cm=1.000.000cm3

Standar Panjang kayu yang lazim adalah 4m (400cm), walaupun dalam kenyataannya produsen/penjualan, menipu pembeli dengan panjang kayu yang semakin menyusut (3,6m sd 3,8m). Pedagang menentukan jumlah batang kayu per m3 berdasarkan asumsi panjang kayu 4m.

Kaso 4×6 (yang artinya ukuran penampang/besarnya kayu 4cmx6cm ), dalam 1m3 terdiri dari (1.000.000 dibagi 400 dibagi 4 dibagi 6), yaitu 104 batang.

  • Seharusnya bila pedagang kayu mengatakan 1m3 terdiri dari 104 batang kaso 4×6, arti seharusnya adalah terdiri dari 104 batang kayu dengan penampang 4cmx6cm dengan panjang tiap kayu 4m.
  • Akhir-akhir ini, penipuan penyusutan kayu mulai dilakukan pada ukuran penampang (besarnya kayu). Kaso 4×6, pada kenyataanya hanya 3×5 bahkan kurang
  • Argumentasi, bahwa hal tersbut akibat pengaruh mata gergaji, tidak bisa diterima. Apapun proses produksi pasti memiliki aspek gross (kotor) dan net (bersih).

Reng Kayu untuk dudukan genteng

  • Reng 2×3, 1m3= 416 batang
  • Reng 3×4, 1m3= 208 batang

Kaso untuk plafon, bekisting ngecor dan kegunaan lain

  • Kaso 4×6, 1m3=104 batang
  • Kaso 5×7, 1m3=  71 batang

Balok untuk kuda-kuda atap, kusen dan kegunaan lain

  • Balok 5×10, 1m3=50 batang
  • Balok 6×12, 1m3=34 batang
  • Balok 8×15, 1m3=20 batang

Papan, untuk lisplang, bekisting ngecor, furniture dan kegunaan lain

  • Papan 2×10
  • Papan 2×20
  • Papan 3×20
  • Papan 3×30
  1. SAMBUNGAN KAYU

Beberapa dasar jenis sambungan sudut dan garis potong yang ingin dihasilkan apabila anda sedang mencari jenis sambungan manakah yang paling cocok untuk desain furniture anda. Penggunaannya tergantung dengan posisi sambungan, fungsi komponen (sebagai struktur atau bukan), dan mesin yang tersedia di ruang produksi. Masing-masing jenis sambungan memiliki kelebihan dan kekurangan.

  • Sambungan Biasa

Tampak luar akan terlihat berupa garis memotong bagian kayu di sudut yang lain. Konstruksi ini sangat baik apabila bagian bawah (bidang yang tidak terpotong) sebagai penopang konstruksi. Detail penyambung bagian dalam bisa berupa pen & lubang tersembunyi atau dowel kayu. Dari sisi estetika, terutama produk indoor jenis sambungan ini kurang diminati.

  • Sambungan Verstek.

Dari luar hanya kelihatan garis potong yang membagi dua kayu pada sudut yang sama. Sangat tepat dan baik untuk konstruksi bidang persegi atau bujursangkar yang mengutamakan estetika tampak luar. Sering dugunakan pada frame, pintu atau top table.
Kesulitan yang akan timbul pada jenis sambungan ini adalah masalah presisi sudut pemotongan. Sedikit saja anda salah membuat garis sudut walaupun satu derajat akan mengakibatkan sambungan tampak kurang sempurna. Dari segi pengerjaannya-pun lebih sulit karena harus membuat lubang untuk dowel kayu (misalnya) sangat presisi.

  • Sambungan Ekor Burung

Sangat tepat untuk konstruksi dengan resiko beban searah dengan serat kayu. Konstruksi ini dari segi estetika juga tergolong baik apabila dibuat dengan sangat hati-hati dan teliti. Memperluas bidang lem pada dasarnya dan menambah kekuatan tarik konstruksi. Paling tepat digunakan pada bidang persegiempat yang memiliki kemungkinan besar perubahan bidang ke arah samping.

  • Sambungan Pen & Lubang terbuka

Jenis sambungan ini lebih diperuntukkan menambah daya tahan terhadap tarikan dan putaran ke arah sisi lebar. Juga untuk memperluas bidang pengeleman. Beresiko pecah pada sisi paling luar karena sangat tipis dibandingkan kemungkinan besar beban yang akan diterima.

Pen
Untuk mendapatkan kekuatan maksimal dari sambungan, pen diharuskan memenuhi minimal syarat sebagai berikut:

–          Ukuran panjang minimal 1/2 lebar kayu dan maksimal panjang sama dengan lebar kayu.

–          Ketebalan pen 1/3 – 1/2 ketebalan kayu. Bisa lebih tebal tergantung komponen lawan sebagai lubang.

–          Lebar pen sama dengan lebar kayu. Jika harus dikurangi karena posisi sambungan, maksimal pengurangan adalah 1/2 dari ketebalan kayu.

–          Buatlah chamfered (bevel) pada ujung pen sebesar 2mm untuk memudahkan pen masuk ke lubang pada waktu proses assembling. Bevel ini juga akan berfungsi untuk tempat berkumpulnya lem pada waktu pressing.

Lubang
Membuat lubang yang tepat perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

–          Lebar lubang maksimal 1/3 dari ketebalan kayu.

–          Apabila sambungan pada posisi sudut tanpa kelebihan panjang, lubang harus berada minimal 1/2 ketebalan kayu dari ujung kayu.

–          Kedalaman lubang sebaiknya diberi kelebihan sebesar 2mm untuk tempat penumpukkan lem pada waktu assembling.

–          Lubang harus benar-benar bersih pada waktu penyambungan.

Posisi Sambungan

Apabila anda menginginkan sambungan sudut tanpa panjang lebih, sebaiknya di buat ‘Lidah pen’ yang akan membantu mengurangi perubahan bentuk sambungan karena penyusutan kayu. Panjang dan tebal lidah pen sebaiknya 1/3 dari ketebalan komponen kayu yang berfungsi sebagai lubang! Panjang lidah pen juga perlu dikurangi sebesar 2 mm untuk tempat lem pada waktu assembling.

Makalah Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd)

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 12:55 pm

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd)”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Toxikologi Lingkungan.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jambi, Januari 2011

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 2
BAB II. ISI
A. Timbal (Pb) 3
B. Kadmium (Cd) 4
C. Kerugian yg diakibat oleh pencemaran Timbal (Pb) 5
D. Kerugian yang diakibatkan oleh pencemaran Kadmium (Cd) 6
E. Logam berat Pb dan Cd pada Hati 8
BAB III. PENUTUP 9
DAFTAR PUSTAKA 10


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kimia, sebuah logam (bahasaYunani: Metallon) adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam, dan kadang kala dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan elektron. Metal adalah salah satu dari tiga kelompok unsur yang dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan metaloid dan nonlogam. Dalam tabel periodik, garis diagonal digambar dari boron (B) ke polonium (Po) membedakan logam dari nonlogam.Unsur dalam garis ini adalah metaloid, kadang kala disebut semi-logam; unsur di kiri bawah adalah logam; unsur kekanan atas adalah nonlogam.
Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan bobot jenis lebih besar dari 5 gr/cm3, terletak di sudut kanan bawah sistem periodik, mempunyai afinitas yang tinggi terhadap unsur S dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92 dari perioda 4 sampai 7. Sebagian logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan merkuri (Hg) merupakan zat pencemar yang berbahaya.Kadmium, timbal, dan tembaga terikat pada sel-sel membran yang menghambat proses transpormasi melalui dinding sel. Logam berat juga mengendapkan senyawa fosfat biologis atau mengkatalis penguraiannya.
Logam berat masih termasuk golongan logam-logam dengan kriteria-kriteria yang sama dengan logam-logam yang lain. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang dihasilkan bila logam berat ini berikatan dan atau masuk kedalam tubuh organisme hidup. Sebagai contoh, bila unsur logam besi (Fe) masuk dalam tubuh, meski dalam jumlah agak berlebihan biasanya tidaklah menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap tubuh karena unsur besi (Fe) dibutuhkan dalam darah untuk mengikat oksigen. Sedangkan unsur logam berat baik itu logam berat beracun yang dipentingkan seperti tembaga (Cu), bila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebihan akan menimbulkan pengaruh-pengaruh buruk terhadap fungsi fisiologis tubuh.
Niebor dan Richardson menggunakan istilah logam berat untuk menggantikan pengelompokan ion-ion logam ke dalam kelompok biologi dan kimia (bio-kimia). Pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Logam-logam yang dengan mudah mengalami reaksi kimia bila bertemu dengan juga dengan unsur oksigen atau disebut juga dengan oxygen-seeking metal.
2. Logam-logam yang dengan mudah mengalami reaksi kimia bila bertemu dengan unsur nitrogen dan atau unsur belerang (sulfur) atau disebut juga nitrogen/sulfur seeking metal.
3. Logam antara atau logam transisi yang memiliki sifat khusus sebagai logam pengganti (ion pengganti) untuk logam-logam atau ion-ion logam.

B. Tujuan
• Untuk mengetahui apa itu logam berat.
• Untuk mengetahui apa itu logam berat Pb dan Cd.
• Untuk mengetahui kerugian-kerugian yang disebabkan oleh pencemaran logam berat Pb maupun Cd.
• Untuk mengetahui kandungan Logam berat Pb dan Cd yang terdapat pada hati.

BAB II
ISI
A. Timbal (Pb)
Logam timbal (Pb) merupakan logam yang sangat populer dan banyak dikenal oleh masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pb yang digunakan di industri nonpangan dan paling banyak menimbulkan keracunan pada makhluk hidup. Pb adalah sejenis logam yang lunak dan berwarna cokelat kehitaman, serta mudah dimurnikan dari pertambangan.
Dalam pertambangan, logam ini berbentuk sulfida logam (PbS), yang sering disebut galena. Senyawa ini banyak ditemukan dalam pertambangan di seluruh dunia. Bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan Pb ini adalah sering menyebabkan keracunan.
Kadar Pb yang secara alami dapat ditemukan dalambebatuan sekitar 13 mg/kg. Khusus Pb yang tercampur dengan batufosfat dan terdapat didalam batu pasir ( sand stone) kadarnya lebihbesar yaitu 100 mg/kg. Pb yang terdapat di tanah berkadar sekitar 5 -25 mg/kg dan di air bawah tanah (ground water) berkisar antara 1- 60μg/liter.Secara alami Pb juga ditemukan di air permukaan. Kadar Pbpada air telaga dan air sungai adalah sebesar 1 -10 μg/liter. Dalam airlaut kadar Pb lebih rendah dari dalam air tawar. Laut Bermuda yangdikatakan terbebas dari pencemaran mengandung Pb sekitar 0,07μg/liter. Kandungan Pb dalam air danau dan sungai di USA berkisarantara 1-10 μg/liter.Secara alami Pb juga ditemukan di udara yang kadarnyaberkisar antara 0,0001 – 0,001 μg/m3. Tumbuh-tumbuhan termasuksayur-mayur dan padi-padian dapat mengandung Pb, penelitian yangdilakukan di USA kadarnya berkisar antara 0,1 -1,0 μg/kg berat kering.Logam berat Pb yang berasal dari tambang dapat berubah menjadiPbS (golena), PbCO3 (cerusite) dan PbSO4 (anglesite) dan ternyatagolena merupakan sumber utama Pb yang berasal dari tambang.Logam berat Pb yang berasal dari tambang tersebut bercampurdengan Zn (seng) dengan kontribusi 70%, kandungan Pb murnisekitar 20% dan sisanya 10% terdiri dari campuran seng dan tembaga.
Logam Pb banyak digunakan pada industri baterai, kabel, cat (sebagai zat pewarna), penyepuhan, pestisida, dan yang paling banyak digunakan sebagai zat antiletup pada bensin. Pb juga digunakan sebagai zat penyusun patri atau solder dan sebagai formulasi penyambung pipa yang mengakibatkan air untuk rumah tangga mempunyai banyak kemungkinan kontak dengan Pb.
Logam Pb dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, makanan, dan minuman. Logam Pb tidak dibutuhkan oleh manusia, sehingga bila makanan tercemar oleh logam tersebut, tubuh akan mengeluarkannya sebagian. Sisanya akan terakumulasi pada bagian tubuh tertentu seperti ginjal, hati, kuku, jaringan lemak, dan rambut.Industri yang perpotensi sebagai sumber pencemaran Pb adalah semua industri yang memakai Pb sebagai bahan baku maupun bahan penolong, misalnya:
– Industri pengecoran maupun pemurnian.
Industri ini menghasilkan timbal konsentrat ( primary lead), maupun secondary lead yang berasal dari potongan logam ( scrap).
– Industri batery.
Industri ini banyak menggunakan logam Pb terutama lead antimony alloy dan lead oxides sebagai bahan dasarnya.
– Industri bahan bakar.
Pb berupa tetra ethyl lead dan tetra methyl lead banyak dipakai sebagai anti knock pada bahan bakar, sehingga baik industri maupun bahan bakar yang dihasilkan merupakan sumber pencemaran Pb.
– Industri kabel.
Industri kabel memerlukan Pb untuk melapisi kabel. Saat ini pemakaian Pb di industri kabel mulai berkurang, walaupun masih digunakan campuran logam Cd, Fe, Cr, Au dan arsenik yang juga membahayakan untuk kehidupan makluk hidup.
– Industri kimia, yang menggunakan bahan pewarna.
Pada industri ini seringkali dipakai Pb karena toksisitasnya relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan logam pigmen yang lain. Sebagai pewarna merah pada cat biasanya dipakai red lead, sedangkan untuk warna kuning dipakai lead chromate.
Pada manusia, timbal dapat mengakibatkan bermacam-macam dampak biology, bergantung pada tingkatan dan durasi terpaannya. Dampak yang bervariasi terjadi pada rentang dosis yang luas, dimana janin dan bayi lebih rentan terkena dampak dibanding manusia dewasa.
Terpaan pada tingkat yang tinggi dapat mengakibatkan dampak keracunan biokimia pada manusia, yang selanjutnya dapat mengarah pada berbagai problem seperti mengganggu proses sintesa hemoglobin, menyerang ginjal, saluran pencernaan, persendian, dan sistem reproduksi, serta menimbulkan kerusakan akut maupun kronis pada sistem saraf.
Keracunan berat karena timbal sudah sangat jarang ditemukan. Akan tetapi, pada tingkatan konsentrasi medium, ditemukan bukti-bukti yang cukup persuasif, bahwa timbal dapat mengakibatkan efek-efek sub-klinis, terutama pada perkembangan otak anak. Beberapa studi menduga, untuk tiap kenaikan konsentrasi timbal dari 10 ke 20/g/dl di dalam darah anak-anak, telah mampu menghilangkan kemampuan intelegensi anak sampai dengan 2 poin IQ.
B. Kadmium (Cd)
Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis. Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn).
Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti timbal. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut badan dunia FAO/WHO, konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500 μg per orang atau 7 μg per kg berat badan.
Kadmium dapat disebut sebagai zat anti metabolic untuk seng karena dapat melawan partukaran seng (Zn) dalam proses metabolisme dalam jumlah yang diperlukan untuk merangsang pertumbuhan, fungsi hematology dan kontrol suhu badan. Hal tersebut memungkinkan kadmium (Cd) merupakan penyebab penyakit kakurangan zat seng yang karakteristik itu walaupun sesungguhnya makanannya mengandung cukup zat seng (Zn).

– Kandungan kadmium (Cd) dalam darah.
Konsentrasi kadmium yang normal dalam darah adalah 10 g/l, yaitu pada orang yang tinggal di daerah dengan udaranya bersih, dimana kandungan debu kadmiumnya tidak lebih dari 20 g/m3.
– Kandungan kadmium (Cd) dalam rambut.
Dengan menggunakan autoradiography seluruh badan sesudah injeksi intravenous 109 Cd (isotop 109) pada tikus, diketahui bahwa kandungan kadmium didalam rambut dapat digunakan untuk menentukan berapa besar akumulasi kadmium dalam seluruh tubuh tikus. Tetapi teknik ini tidak dapat diterapkan pada manusia karena terbentur pada masalah perbedaan tingkat kemampuan penyerapan kadmium oleh berbagai jenis rambut yang berbeda warnanya, perbedaan karena usia serta kontaminasi rambut dari luar (pemakaian bahan kosmetik) .
Cadmium menurunkan sifat beracunnya dari kesamaan sifat kimia nya dengan Zinc yang merupakan micronutrient yg esensial untuk tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia. Cadmium bersifat biopersistent dan sekali diserap oleh organisma, akan menetap selama bertahun-tahun (lebih dari 1 dekade untuk manusia) meskipun sebagian akan juga terbuang melalui sistem pembuangan mahluk hidup.
Pada manusia, terpaan jangka panjang (long term) berakibat pada disfungsi ginjal. Terpaan pada tingkat yang tinggi bahkan dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan dihubungkan dengan kasus-kasus kanker paru-paru, meskipun data-data terkait ini masih sulit diinterpretasikan. Cadmium juga dapat mengakibatkan kerusakan tulang (osteomalacia, osteoporosis) pada manusia dan binatang. Selain itu, juga terbukti menyebabkan tekanan darah tinggi dan myocardium pada binatang, meskipun untuk manusia data-data yang ada belum menunjukkan bukti yang cukup.
Rata-rata manusia diperkirakan kemasukan sekitar 0.15/g cadmium dari udara dan 1/g dari air. Disamping itu, merokok 1 pack berisi 20 rokok dapat berarti menghirup sekitar 2 – 4/g cadmium.

C. Kerugian yg diakibat oleh pencemaran Timbal (Pb)
– Gangguan neurologi.
Gangguan neurologi (susunan syaraf) akibat tercemar oleh Pb dapat berupa encephalopathy, ataxia, stupor dan coma. Pada anak-anak dapat menimbulkan kejang tubuh dan neuropathy perifer.
– Gangguan terhadap fungsi ginjal .
Logam berat Pb dapat menyebabkan tidak berfungsinya tubulus renal, nephropati irreversible, sclerosis va skuler, sel tubulus atropi, fibrosis dan sclerosis glumerolus. Akibatnya dapat menimbulkan aminoaciduria dan glukosuria, dan jika paparannya terus berlanjut dapat terjadi nefritis kronis.
– Gangguan terhadap sistem reproduksi .
Logam berat Pb dapat menyebabk an gangguan pada sistem reproduksi berupa keguguran, kesakitan dan kematian janin. Logam berat Pb mempunyai efek racun terhadap gamet dan dapat menyebabkan cacat kromosom. Anak -anak sangat peka terhadap paparan Pb di udara. Paparan Pb dengan kadar yang ren dah yang berlangsung cukup lama dapat menurunkan IQ .
– Gangguan terhadap sistem hemopoitik .
Keracunan Pb dapat dapat menyebabkan terjadinya anemia akibat penurunan sintesis globin walaupun tak tampak adanya penurunan kadar zat besi dalam serum. Anemia ri ngan yang terjadi disertai dengan sedikit peningkatan kadar ALA ( Amino Levulinic Acid) urine. Pada anak – anak juga terjadi peningkatan ALA dalam darah.
– Gangguan terhadap sistem syaraf .
Efek pencemaran Pb terhadap kerja otak lebih sensitif pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Paparan menahun dengan Pb dapat menyebabkan lead encephalopathy. Gambaran klinis yang timbul adalah rasa malas, gampang tersinggung, sakit kepala, tremor, halusinasi, gampang lupa, sukar konsentrasi dan menurunnya kecerdasan.

D. Kerugian yang diakibatkan oleh pencemaran Kadmium (Cd)
Kadnium terutama dalam bentuk oksida adalah logam yang toksisitasnya tinggi. Sebagian besar kontaminasi oleh kadnium pada manusia melalui makanan dan rokok. Waktu paruh kadnium kira-kira 10-30 tahun. Akumulasi pada ginjal dan hati 10-100 kali konsentrasi pada jaringan yang lain.
Dalam tubuh manusia kadnium terutama dieleminasi melalui urine. Hanya sedikit kadnium yang diabsorbsi yaitu sekitar 5-10%. Absorbsi dipengaruhi faktor diet sep erti intake protein, calcium, vitamin D dan trace logam seperti seng (Zn). Proporsi yang besar adalah absorbsi malalui pernafasan yaitu antara 10 -40% tergantung keadaan fisik wilayah. Uap kadnium sangat toksis dengan lethal dose melalui pernafasan diperkirakan 10 menit terpapar sampai dengan 190 mg/m3 atau sekitar 8 mg/m3 selama 240 menit akan dapat menimbulkan kematian. Gejala umum keracunan Cd adalah sakit di dada, nafas sesak (pendek), batuk -batuk dan lemah. Terpapar akut oleh kadnium (Cd) menyebabkan gejala nausea (mual), muntah, diare, kram, otot, anemia, dermatitis, pertumbuhan lambat, kerusakan ginjal dan hati, gangguan kardiovaskuler, empisema dan degenerasi testicular.
• Gejala akut dan kronis akibat keracunan Cd ( Kadnium).
– Gejala akut :
a. Sesak dada.
b. Kerongkongan kering dan dada terasa sesak ( constriction of chest )
c. Nafas pendek.
d. Nafas terengah-engah , distress dan bisa berkembang ke arah penyakit radang paru-paru.
e. Sakit kepala dan menggigil.
f. Mungkin dapat diikuti kematian.
– Gejala kronis:
a. Nafas pendek.
b. Kemampuan mencium bau menurun.
c. Berat badan menurun
d. Gigi terasa ngilu dan berwarna kuning keemasan.
Selain menyerang pernafasan dan gigi, keracunan yang bersifat kronis menyerang juga saluran pencernaan, ginjal, hati dan tulang. Usaha manusia untuk mengetahui pengaruh kadnium terhadap kesehatan dapat menggunakan pendekatan dengan cara percobaan-percobaan terhadap binatang seperti yang diterangkan sebagai berikut :
– Pengaruh Cd terhadap ginjal.
Percobaan binatang dengan menyuntikan larutan kadnium klorida kedalam tubuh kelinci betina manunjukkan bahwa kelinci tersebut turun berat badannya. Urinenya mengandung protein melampaui batas normal dan kadang-kadang disertai keluarnya alkaliphosphatase dan asam Phosphatase sebagai tanda adanya kerusakan pada tubulus distal dari ginjal. Konsentrasi kadnium klorida sebesar antara 10,50 – 300 ppm dalam air minum tikus menyebabkan perubahan dari hampir seluruh pembuluh darah ginjal apabila diperiksa dengan mikroskop electron. Tetapi tidak ada tanda –tanda perubahan yang terlihat dalam waktu 24 minggu apabila kadar kadnium dalam air minum tersebut hanya 1 ppm.
– Pengaruh Cd terhadap hipertensi.
Kadnium sebagai penyebab hipertensi atau penyebab penyakit jantung pada manusia (aterosclerotic heart disease) mungkin masih diragukan, tetapi percobaan dengan binatng untuk mengetahui hubungan tersebut telah dilakukan. Binatang percobaan kelinci dibuat hipertensi dengan memberikan injeksi intra peritoneal kadnium asetat seminggu sekali sampai beberapa bulan lamanya. Suatu endapan kadnium terbentuk beberapa waktu kemudian dalam jaringan hati dan ginjal (batu ginjal merupakan salah satu penyebab hipertensi dan hipertensi merupakan salah satu penyebab penyakit jantung)
– Pengaruh Cd terhadap kerapuhan tulang.
Penyakit kerapuhan tulang seperti didapatkan pada penyakit itai itai diketemukan pula pada percobaan pada tikus jantan yang diberi diet makanan yang mengandung kadnium serta kadar protein dan kalsiumnya rendah. Bardasarkan percobaan ini orang menduga bahwa makanan yang bergizi rendah menyebabkan orang mudah terkena keracunan kadnium (kadnium intoxication).

E. Logam berat Pb dan Cd pada Hati
Penelitian mengenai Deteksi Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Hati dan Ginjal Babi yang dipasarkan Di pasar Tradisional wilayah Karawang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Bahan Alam dan Lingkungan Universitas Padjadjaran, mulai pada bulan November 2009 sampai bulan Desember 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar kandungan logam berat Pb dan Cd pada hati dan ginjal babi yang dipasarkan di Pasar tradisional wilayah Karawang. Lima belas sampel hati dan ginjal diperoleh dari pasar-pasar tradisional yang menjual daging babi di Karawang, kemudian dianalisis menggunakan mesin AAS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah logam berat yang terdeteksi sebesar 1,4096 dan rata-rata kandungan logam berat Pb pada hati sebesar 0,2013. Jumlah logam berat Pb yang terdeteksi pada ginjal sebesar 0,7921 ppm dengan rata-rata sebesar 0,1153 ppm. Sedangkan jumlah kandungan logam berat Cd pada hati yang terdeteksi adalah sebesar 0,4266 ppm, dengan rata-rata sebesar 0,0426 ppm. Jumlah kandungan logam berat Cd yang terdeteksi pada ginjal sebesar 0,4096 ppm dengan rata-rata 0,0341 ppm. Kandungan logam berat Pb pada hati dan ginjal masih dibawah batas maksimum residu (BMR) yang direkomendasikan oleh POM (1998) yaitu sebesar 2,0000 ppm. Sedangkan kandungan logam berat Cd pada hati dan ginjal melebihi batas maksimum residu (BMR) yang direkomendasikan oleh EPA yaitu sebesar 0,01 ppm.

BAB III
PENUTUP
Logam berat termasuk bahan berbahaya dan beracun yang biasanya dihasilkan oleh industri berupa limbah. Logam berat yang lazim terdapat dalam limbah industri adalah logam timbal (Pb), merkuri (Hg), kadnium (Cd), arsenicum (As), dan chromium (Cr). Walaupun kadar logam dalam tanah, air, dan udara rendah, namun dapat meningkat apabila manusia menggunakan produk-produk dan peralatan yang mengandung logam, pabrik-pabrik yang menggunakan logam, pertambangan logam, dan pemurnian logam.
Logam berat masih termasuk golongan logam-logam dengan kriteria-kriteria yang sama dengan logam-logam yang lain. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang dihasilkan bila logam berat ini berikatan dan atau masuk kedalam tubuh organisme hidup. Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh manusia lewat makanan, air minum, atau melalui udara. Logam-logam berat seperti tembaga, selenium, atau seng dibutuhkan tubuh manusia untuk membantu kinerja metabolisme tubuh. Logam-logam tersebut berpotensi menjadi racun jika konsentrasi dalam tubuh tinggi. Logam berat menjadi berbahaya disebabkan sistem bioakumulasi. Bioakumulasi berarti peningkatan konsentrasi unsur kimia tersebut dalam tubuh makhluk hidup sesuai piramida makanan. Akumulasi atau peningkatan konsentrasi logam berat di alam mengakibatkan konsentrasi logam berat di tubuh manusia adalah tertinggi. Jumlah yang terakumulasi setara dengan jumlah logam berat yang tersimpan dalam tubuh ditambah jumlah yang diambil dari makanan, minuman, atau udara yang terhirup. Jumlah logam berat yang terakumulasi lebih cepat dibandingkan dengan jumlah yang terekskresi dan terdegradasi.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Kadmium
http://id.wikipedia.org/wiki/Timbal
http://www.ligagame.com/forum/index.php?topic=71261.0;wap2
http://id.wikipedia.org/wiki/Logam
http://id.shvoong.com/exact-sciences/1921262-logam-berat/
http://journal.unair.ac.id/filerPDF/KESLING-2-2-03.pdf
http://affan-enviro.com/home

April 30, 2011

Pencemaran Udara

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 5:29 pm

PENCEMARAN UDARA

 

  1. Karakteristik Udara

Berbicara mengenai udara tidak bias lepas dari atmosphere, sebab udara sebagai bagian dari atmosphere yang menyelimuti bumi. Atmosphere tersebut merupakan suatu system yang dinamis yang mengabsorbsi sejumlah padatan, cairan, dan gas. Menyebar dan bereaksi diantara mereka baik dengan berbagai substansi yang lain maupun secara kimia/fisik.

Komponen-komponen gas yang terdapat didalamnya tidak tersebar merata. Lebih kurang 99,9 % dari masa gas terdapat pada ketinggian dibawah 50 km dan sisanya antara ketinggian 50-100 km.

Atmosphere terbagi dalam 4 bagian :

  1. Troposphere sebagai lapisan terbawah dari atmosphere terbentang pada ketinggian antara 8 km pada kutub dan 16 km pada ekuator.
  2. Stratosphere merupakan lapisan diatas troposphere, terbentang pada ketinggian 12-50 km diatas permukaan bumi
  3. Mesosphere, terbentang pada ketinggian 50-80 km diatas permukaan bumi, mengandung sedikit sekali gas, tidak ada uap air dan ozon yang terdapat pada seluruh lapisan.
  4. Thermosphere, terbentang pada ketinggian ± 80 km. Kehadiran gas pada lapisan ini dalam bentuk atom dan cenderung terpisah dalam lapisan-lapisan.

Pencemaran udara secara luas terfokus pada lapisan troposphere dan sedikit sekali menembus stratosphere. Hal ini sangat penting untuk lebih mengetahui efek dari pencemaran.

Air yang terdapat pada troposphere secara terus menerus terjadi pertukaran dengan bumi, melalui proses evaporasi dan precipitasi yang dialami, yang lebih dikenal dengan siklus Hidrologi.

  1. Sumber Pencemaran Udara
  2. Alam (natural source) seperti kebakaran hutan, embusan debu oleh angin, bencana gunung berapi dan lain-lain
  3. Aktifitas manusia (man made source) seperti dari industry, transportasi pembangkit tenaga listrik dan lain-lain
  1. Proses terjadinya pencemaran

Secara umum proses terjadinya pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia dapat dibagi dalam 3 kategori :

  1. Attrition (gesekan), terjadi pada setiap aspek kehidupan mulai dari yang sederhana, seperti gesekan sepatu atau gesekan ban mobil sampai ke yang lebih kompleks seperti pnenyebaran partikel-partikel ke udara melalui proses sanding (pemecahan butiran), grinding (pemotongan), drilling (pengeboran), dan spraying (penyemprotan).
  2. Vaporization (penguapan), suatu perubahan bentuk dari cair ke bentuk gas. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh adanya kekuatan tertentu seperti tekanan/pemanasan sedang yang lain adalah secara alami, pada temperature normal. Vaporaziton merupakan penyebab dari bau/rangsangan.
  3. Combustion (pembakaran), contoh proses pembakaran seperti pembakaran bahan bakar (batubara, minyak) untuk pembangkit listrik maupun kendaraan bermotor. Pembakaran tersebut dapat berlangsung sempurna maupun tidak sempurna yang dapat menyebabkan pencemaran.
  1. Macam-macam Bahan Pencemar Udara

Dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok.

  1. 1.      Klasifikasi menurut bentuk asal
    1. Bahan pencemar udara primer (primary air pollutant) yaitu polutan yang apabila menyebar, keadaanya tetap seperti keadaan semula.
    2. Bahan pencemar udara sekunder (secondary air pollutant) yaitu bahan pencemar udara primer yang mengalami reaksi dengan senyawa lain setelah keluar dari sumbernya.
    3. Klasifikasi menurut keadaan phisik pollutant

Polutan dapat berada dalam bentuk padat, cair, gas. Bentuk padat dan cair disebut juga particulate.

  1. Klasifikasi menurut susunan kimia bahan pencemar
    1. Inorganik, gas atau particulate yang tidak mengandung unsure carbon dan umumnya apabila mengandungunsur tersebut, tidak dikombinasikan dengan hydrogen.
    2. Organik, gas, vapor atau particulate yang tersusun dari unsur carbon, yang mempunyai kombinasi dengan hydrogen dan mungkin juga dengan unsur-unsur inorganic yang lain.
  1. Pencemar Udara yang Utama
  2. Oxida Carbon, merupakan hasil pembakaran dari bahan bakar, , dari hasil pembakaran yang sempurna, sedang CO dari hasil pembakaran yang tidak sempurna.
    1. Carbon Monooxida

Sumber utama ialah kendaraan bermotor, asap rokok. Ciri-cirinya tidak berbau, tidak berwarna, toxic, mempunyai efek berlomba dengan oksigen untuk mengikat hemoglobin didalam darah.

  1. Carbon Dioxida

Tidak dikategorikan sebagai pollutant, sebab mempunyai peranan yang penting didalam proses kehidupan.

  1. Sulfur dan senyawa-senyawa, molekul-molekul sulfur yang utama di udara ialah  dan .  dan  merupakan hasil pembakaran (combustion) dari kayu, batubara dan produk-produk petroleum.
  2. Nitrogen Oxida
    1. NO (Nitric Oxida), tak berwarna terbentuk pada proses pembakaran pada temperatur yang tinggi, yang menyebabkan terjadinya reaksi antara Nitrogen dengan Oxygen didalam mesin dan berbentuk NO. NO relative tidak berbahaya, tetapi apabila NO bereaksi dengan Oxygen diudara akan membentuk  yang lebih toxic.
    2. (Nitrogen dioxyda), berwarna coklat, sehingga dapat mengurangi penglihatan.
    3. Photochemical oxidant, ialah secondary pollutant  yang terbentuk oleh pengaruh sinar matahari pada oksidasi nitrogen dan hydrocarbon diudara.
    4. Hydrocarbon, senyawa yang berisi unsure carbon dan hydrogen dalam berbagai macam kombinasi.
    5. Fluoride, penyebarannya dapat berupa gas atau solid, pada konsentrasi yang rendah sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi baik pada manusia maupun pada hewan. Pada konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, radang saluran pernafasan, sesak nafas.
    6. Particulate
    7. Radioaktif, pencemaran oleh radioaktif dapat terjadioleh sebab dari alam maupun dari aktivitas manusia antara lain melalui penggunaan reactor nuclear sebagai sumber tenaga nuklir, laboratorium research atau dari tempat-tempat pengujian senjata.
  1. Peranan Meteorologi dalam Pencemaran Udara
  2. Efek dari energy matahari.

Salah satu hal yang penting dari energy matahari adalah memansakan udara, dengan melalui 3 cara :

  1. Radiasi, pemindahan panas atau cahaya oleh gelombang energy.
  2. Konduksi, pemindahan panas melalui kontak antara tanah yang panas dengan molekul-molekul udara diatasnya.
  3. Konveksi, pemindahan panas melalui pergerakan/aliran sekelompok udara.
  4. Terbentuknya Angin

Bumi berputar secara terus menerus terhadap matahari, sehingga terjadi siang dan malam, akibatnya terjadilah angin oleh sebab perbedaan tekanan.

  1. Suhu dan ketidakstabilan udara

Semakin tinggi tempatnya, suhu udara semakin menurun, dan mempunyai angka penurun yang tertentuyang disebut adiabatic lapse rate.

  1. Mixing Depth

Artinya suatu expansi dimana udara panas naik dan bercampur dengan udara yang lebih dingin diatasnya, sampai mencapai atau menemukan titik persamaan udara dan temperaturnya.

  1. Inversi

Ialah suatu kejadian/keadaan dimana lapisan udara yang dingin terkurung oleh lapisan udara yang lebih panas diatasnya sehingga udara tersebut tidak bias naik dan bercampurdengan udara diatasnya.

 TOXIKOLOGI LINGKUNGAN

”Pencemaran udara”

DI SUSUN OLEH :

NOVIA TRY ARIANI

TINGKAT : 1

 

 

 

KEMENTRIAN KESEHATAN

POLITEKNIK KESEHATAN JAMBI

2010

Logam Berat Timbal (Pb) dan Cadmium (Cd)

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 5:26 pm

MAKALAH TOXIKOLOGI

“Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd)”

 

 

Di susun oleh :

NOVIA TRY ARIANI

Kementerian Kesehatan RI

Poltekkes Jambi

Jurusan Kesehatan Lingkungan

2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd)”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Toxikologi Lingkungan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jambi,   Januari 2011

Penulis


 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………… ii

BAB I. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………. 1
  2. Tujuan……………………………………………………………………………………. 2

BAB II. ISI

  1. Timbal (Pb)……………………………………………………………………………… 3
  2. Kadmium (Cd)…………………………………………………………………………. 4
  3. Kerugian yg diakibat oleh pencemaran Timbal (Pb)…………………………. 5
  4. Kerugian yang diakibatkan oleh pencemaran Kadmium (Cd)…………….. 6
  5. Logam berat Pb dan Cd pada Hati……………………………………………….. 8

BAB III. PENUTUP……………………………………………………………………………… 9

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………… 10


 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Dalam kimia, sebuah logam (bahasaYunani: Metallon) adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam, dan kadang kala dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan elektron. Metal adalah salah satu dari tiga kelompok unsur yang dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan metaloid dan nonlogam. Dalam tabel periodik, garis diagonal digambar dari boron (B) ke polonium (Po) membedakan logam dari nonlogam.Unsur dalam garis ini adalah metaloid, kadang kala disebut semi-logam; unsur di kiri bawah adalah logam; unsur kekanan atas adalah nonlogam.

Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan bobot jenis lebih besar dari 5 gr/cm3, terletak di sudut kanan bawah sistem periodik, mempunyai afinitas yang tinggi terhadap unsur S dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92 dari perioda 4 sampai 7. Sebagian logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan merkuri (Hg) merupakan zat pencemar yang berbahaya.Kadmium, timbal, dan tembaga terikat pada sel-sel membran yang menghambat proses transpormasi melalui dinding sel. Logam berat juga mengendapkan senyawa fosfat biologis atau mengkatalis penguraiannya.

Logam berat masih termasuk golongan logam-logam dengan kriteria-kriteria yang sama dengan logam-logam yang lain. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang dihasilkan bila logam berat ini berikatan dan atau masuk kedalam tubuh organisme hidup. Sebagai contoh, bila unsur logam besi (Fe) masuk dalam tubuh, meski dalam jumlah agak berlebihan biasanya tidaklah menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap tubuh karena unsur besi (Fe) dibutuhkan dalam darah untuk mengikat oksigen. Sedangkan unsur logam berat baik itu logam berat beracun yang dipentingkan seperti tembaga (Cu), bila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebihan akan menimbulkan pengaruh-pengaruh buruk terhadap fungsi fisiologis tubuh.

Niebor dan Richardson menggunakan istilah logam berat untuk menggantikan pengelompokan ion-ion logam ke dalam kelompok biologi dan kimia (bio-kimia). Pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Logam-logam yang dengan mudah mengalami reaksi kimia bila bertemu dengan juga dengan unsur oksigen atau disebut juga dengan oxygen-seeking metal.
  2. Logam-logam yang dengan mudah mengalami reaksi kimia bila bertemu dengan unsur nitrogen dan atau unsur belerang (sulfur) atau disebut juga nitrogen/sulfur seeking metal.
  3. Logam antara atau logam transisi yang memiliki sifat khusus sebagai logam pengganti (ion pengganti) untuk logam-logam atau ion-ion logam.
  1. Tujuan
  • Untuk mengetahui apa itu logam berat.
  • Untuk mengetahui apa itu logam berat Pb dan Cd.
  • Untuk mengetahui kerugian-kerugian yang disebabkan oleh pencemaran logam berat Pb maupun Cd.
  • Untuk mengetahui kandungan Logam berat Pb dan Cd yang terdapat pada hati.

BAB II

ISI

  1. Timbal (Pb)

Logam timbal (Pb) merupakan logam yang sangat populer dan banyak dikenal oleh masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pb yang digunakan di industri nonpangan dan paling banyak menimbulkan keracunan pada makhluk hidup. Pb adalah sejenis logam yang lunak dan berwarna cokelat kehitaman, serta mudah dimurnikan dari pertambangan.

Dalam pertambangan, logam ini berbentuk sulfida logam (PbS), yang sering disebut galena. Senyawa ini banyak ditemukan dalam pertambangan di seluruh dunia. Bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan Pb ini adalah sering menyebabkan keracunan.

Kadar Pb yang secara alami dapat ditemukan dalambebatuan sekitar 13 mg/kg. Khusus Pb yang tercampur dengan batufosfat dan terdapat didalam batu pasir ( sand stone) kadarnya lebihbesar yaitu 100 mg/kg. Pb yang terdapat di tanah berkadar sekitar 5 -25 mg/kg dan di air bawah tanah (ground water) berkisar antara 1- 60μg/liter.Secara alami Pb juga ditemukan di air permukaan. Kadar Pbpada air telaga dan air sungai adalah sebesar 1 -10 μg/liter. Dalam airlaut kadar Pb lebih rendah dari dalam air tawar. Laut Bermuda yangdikatakan terbebas dari pencemaran mengandung Pb sekitar 0,07μg/liter. Kandungan Pb dalam air danau dan sungai di USA berkisarantara 1-10 μg/liter.Secara alami Pb juga ditemukan di udara yang kadarnyaberkisar antara 0,0001 – 0,001 μg/m3. Tumbuh-tumbuhan termasuksayur-mayur dan padi-padian dapat mengandung Pb, penelitian yangdilakukan di USA kadarnya berkisar antara 0,1 -1,0 μg/kg berat kering.Logam berat Pb yang berasal dari tambang dapat berubah menjadiPbS (golena), PbCO3 (cerusite) dan PbSO4 (anglesite) dan ternyatagolena merupakan sumber utama Pb yang berasal dari tambang.Logam berat Pb yang berasal dari tambang tersebut bercampurdengan Zn (seng) dengan kontribusi 70%, kandungan Pb murnisekitar 20% dan sisanya 10% terdiri dari campuran seng dan tembaga.

Logam Pb banyak digunakan pada industri baterai, kabel, cat (sebagai zat pewarna), penyepuhan, pestisida, dan yang paling banyak digunakan sebagai zat antiletup pada bensin. Pb juga digunakan sebagai zat penyusun patri atau solder dan sebagai formulasi penyambung pipa yang mengakibatkan air untuk rumah tangga mempunyai banyak kemungkinan kontak dengan Pb.

Logam Pb dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, makanan, dan minuman. Logam Pb tidak dibutuhkan oleh manusia, sehingga bila makanan tercemar oleh logam tersebut, tubuh akan mengeluarkannya sebagian. Sisanya akan terakumulasi pada bagian tubuh tertentu seperti ginjal, hati, kuku, jaringan lemak, dan rambut.Industri yang perpotensi sebagai sumber pencemaran Pb adalah semua industri yang memakai Pb sebagai bahan baku maupun bahan penolong, misalnya:

–          Industri pengecoran maupun pemurnian.

Industri ini menghasilkan timbal konsentrat ( primary lead), maupun secondary lead yang berasal dari potongan logam ( scrap).

–          Industri batery.

Industri ini banyak menggunakan logam Pb terutama lead antimony alloy dan lead oxides sebagai bahan dasarnya.

–          Industri bahan bakar.

Pb berupa tetra ethyl lead dan tetra methyl lead banyak dipakai sebagai anti knock pada bahan bakar, sehingga baik industri maupun bahan bakar yang dihasilkan merupakan sumber pencemaran Pb.

–          Industri kabel.

Industri kabel memerlukan Pb untuk melapisi kabel. Saat ini pemakaian Pb di industri kabel mulai berkurang, walaupun masih digunakan campuran logam Cd, Fe, Cr, Au dan arsenik yang juga membahayakan untuk kehidupan makluk hidup.

–          Industri kimia, yang menggunakan bahan pewarna.

Pada industri ini seringkali dipakai Pb karena toksisitasnya relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan logam pigmen yang lain. Sebagai pewarna merah pada cat biasanya dipakai red lead, sedangkan untuk warna kuning dipakai lead chromate.

Pada manusia, timbal dapat mengakibatkan bermacam-macam dampak biology, bergantung pada tingkatan dan durasi terpaannya. Dampak yang bervariasi terjadi pada rentang dosis yang luas, dimana janin dan bayi lebih rentan terkena dampak dibanding manusia dewasa.

Terpaan pada tingkat yang tinggi dapat mengakibatkan dampak keracunan biokimia pada manusia, yang selanjutnya dapat mengarah pada berbagai problem seperti mengganggu proses sintesa hemoglobin, menyerang ginjal, saluran pencernaan, persendian, dan sistem reproduksi, serta menimbulkan kerusakan akut maupun kronis pada sistem saraf.

Keracunan berat karena timbal sudah sangat jarang ditemukan. Akan tetapi, pada tingkatan konsentrasi medium, ditemukan bukti-bukti yang cukup persuasif, bahwa timbal dapat mengakibatkan efek-efek sub-klinis, terutama pada perkembangan otak anak. Beberapa studi menduga, untuk tiap kenaikan konsentrasi timbal dari 10 ke 20/g/dl di dalam darah anak-anak, telah mampu menghilangkan kemampuan intelegensi anak sampai dengan 2 poin IQ.

  1. Kadmium (Cd)

Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis. Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn).

Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti timbal. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut badan dunia FAO/WHO, konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500 μg per orang atau 7 μg per kg berat badan.

Kadmium dapat disebut sebagai zat anti metabolic untuk seng karena dapat melawan partukaran seng (Zn) dalam proses metabolisme dalam jumlah yang diperlukan untuk merangsang pertumbuhan, fungsi hematology dan kontrol suhu badan. Hal tersebut memungkinkan kadmium (Cd) merupakan penyebab penyakit kakurangan zat seng yang karakteristik itu walaupun sesungguhnya makanannya mengandung cukup zat seng (Zn).

–          Kandungan kadmium (Cd) dalam darah.

Konsentrasi kadmium yang normal dalam darah adalah 10 g/l, yaitu pada orang yang tinggal di daerah dengan udaranya bersih, dimana kandungan debu kadmiumnya tidak lebih dari 20 g/m3.

–          Kandungan kadmium (Cd) dalam rambut.

Dengan menggunakan autoradiography seluruh badan sesudah injeksi intravenous 109 Cd (isotop 109) pada tikus, diketahui bahwa kandungan kadmium didalam rambut dapat digunakan untuk menentukan berapa besar akumulasi kadmium dalam seluruh tubuh tikus. Tetapi teknik ini tidak dapat diterapkan pada manusia karena terbentur pada masalah perbedaan tingkat kemampuan penyerapan kadmium oleh berbagai jenis rambut yang berbeda warnanya, perbedaan karena usia serta kontaminasi rambut dari luar (pemakaian bahan kosmetik) .

Cadmium menurunkan sifat beracunnya dari kesamaan sifat kimia nya dengan Zinc yang merupakan micronutrient yg esensial untuk tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia. Cadmium bersifat biopersistent dan sekali diserap oleh organisma, akan menetap selama bertahun-tahun (lebih dari 1 dekade untuk manusia) meskipun sebagian akan juga terbuang melalui sistem pembuangan mahluk hidup.

Pada manusia, terpaan jangka panjang (long term) berakibat pada disfungsi ginjal. Terpaan pada tingkat yang tinggi bahkan dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan dihubungkan dengan kasus-kasus kanker paru-paru, meskipun data-data terkait ini masih sulit diinterpretasikan. Cadmium juga dapat mengakibatkan kerusakan tulang (osteomalacia, osteoporosis) pada manusia dan binatang. Selain itu, juga terbukti menyebabkan tekanan darah tinggi dan myocardium pada binatang, meskipun untuk manusia data-data yang ada belum menunjukkan bukti yang cukup.

Rata-rata manusia diperkirakan kemasukan sekitar 0.15/g cadmium dari udara dan 1/g dari air. Disamping itu, merokok 1 pack berisi 20 rokok dapat berarti menghirup sekitar 2 – 4/g cadmium.

  1. Kerugian yg diakibat oleh pencemaran Timbal (Pb)

–          Gangguan neurologi.

Gangguan neurologi (susunan syaraf) akibat tercemar oleh Pb dapat berupa encephalopathy, ataxia, stupor dan coma. Pada anak-anak dapat menimbulkan kejang tubuh dan neuropathy perifer.

–          Gangguan terhadap fungsi ginjal .

Logam berat Pb dapat menyebabkan tidak berfungsinya tubulus renal, nephropati irreversible, sclerosis va skuler, sel tubulus atropi, fibrosis dan sclerosis glumerolus. Akibatnya dapat menimbulkan aminoaciduria dan glukosuria, dan jika paparannya terus berlanjut dapat terjadi nefritis kronis.

–          Gangguan terhadap sistem reproduksi .

Logam berat Pb dapat menyebabk an gangguan pada sistem reproduksi berupa keguguran, kesakitan dan kematian janin. Logam berat Pb mempunyai efek racun terhadap gamet dan dapat menyebabkan cacat kromosom. Anak -anak sangat peka terhadap paparan Pb di udara. Paparan Pb dengan kadar yang ren dah yang berlangsung cukup lama dapat menurunkan IQ .

–          Gangguan terhadap sistem hemopoitik .

Keracunan Pb dapat dapat menyebabkan terjadinya anemia akibat penurunan sintesis globin walaupun tak tampak adanya penurunan kadar zat besi dalam serum. Anemia ri ngan yang terjadi disertai dengan sedikit peningkatan kadar ALA ( Amino Levulinic Acid) urine. Pada anak – anak juga terjadi peningkatan ALA dalam darah.

–          Gangguan terhadap sistem syaraf .

Efek pencemaran Pb terhadap kerja otak lebih sensitif pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Paparan menahun dengan Pb dapat menyebabkan lead encephalopathy. Gambaran klinis yang timbul adalah rasa malas, gampang tersinggung, sakit kepala, tremor, halusinasi, gampang lupa, sukar konsentrasi dan menurunnya kecerdasan.

  1. Kerugian yang diakibatkan oleh pencemaran Kadmium (Cd)

Kadnium terutama dalam bentuk oksida adalah logam yang toksisitasnya tinggi. Sebagian besar kontaminasi oleh kadnium pada manusia melalui makanan dan rokok. Waktu paruh kadnium kira-kira 10-30 tahun. Akumulasi pada ginjal dan hati 10-100 kali konsentrasi pada jaringan yang lain.

Dalam tubuh manusia kadnium terutama dieleminasi melalui urine. Hanya sedikit kadnium yang diabsorbsi yaitu sekitar 5-10%. Absorbsi dipengaruhi faktor diet sep erti intake protein, calcium, vitamin D dan trace logam seperti seng (Zn). Proporsi yang besar adalah absorbsi malalui pernafasan yaitu antara 10 -40% tergantung keadaan fisik wilayah. Uap kadnium sangat toksis dengan lethal dose melalui pernafasan diperkirakan 10 menit terpapar sampai dengan 190 mg/m3 atau sekitar 8 mg/m3 selama 240 menit akan dapat menimbulkan kematian. Gejala umum keracunan Cd adalah sakit di dada, nafas sesak (pendek), batuk -batuk dan lemah. Terpapar akut oleh kadnium (Cd) menyebabkan gejala nausea (mual), muntah, diare, kram, otot, anemia, dermatitis, pertumbuhan lambat, kerusakan ginjal dan hati, gangguan kardiovaskuler, empisema dan degenerasi testicular.

  • Gejala akut dan kronis akibat keracunan Cd ( Kadnium).

Gejala akut :

a. Sesak dada.

b. Kerongkongan kering dan dada terasa sesak ( constriction of chest )

c. Nafas pendek.

d. Nafas terengah-engah , distress dan bisa berkembang ke arah penyakit radang paru-paru.

e. Sakit kepala dan menggigil.

f. Mungkin dapat diikuti kematian.

Gejala kronis:

a. Nafas pendek.

b. Kemampuan mencium bau menurun.

c. Berat badan menurun

d. Gigi terasa ngilu dan berwarna kuning keemasan.

Selain menyerang pernafasan dan gigi, keracunan yang bersifat kronis menyerang juga saluran pencernaan, ginjal, hati dan tulang. Usaha manusia untuk mengetahui pengaruh kadnium terhadap kesehatan dapat menggunakan pendekatan dengan cara percobaan-percobaan terhadap binatang seperti yang diterangkan sebagai berikut :

–          Pengaruh Cd terhadap ginjal.

Percobaan binatang dengan menyuntikan larutan kadnium klorida kedalam tubuh kelinci betina manunjukkan bahwa kelinci tersebut turun berat badannya. Urinenya mengandung protein melampaui batas normal dan kadang-kadang disertai keluarnya alkaliphosphatase dan asam Phosphatase sebagai tanda adanya kerusakan pada tubulus distal dari ginjal. Konsentrasi kadnium klorida sebesar antara 10,50 – 300 ppm dalam air minum tikus menyebabkan perubahan dari hampir seluruh pembuluh darah ginjal apabila diperiksa dengan mikroskop electron. Tetapi tidak ada tanda –tanda perubahan yang terlihat dalam waktu 24 minggu apabila kadar kadnium dalam air minum tersebut hanya 1 ppm.

–          Pengaruh Cd terhadap hipertensi.

Kadnium sebagai penyebab hipertensi atau penyebab penyakit jantung pada manusia (aterosclerotic heart disease) mungkin masih diragukan, tetapi percobaan dengan binatng untuk mengetahui hubungan tersebut telah dilakukan. Binatang percobaan kelinci dibuat hipertensi dengan memberikan injeksi intra peritoneal kadnium asetat seminggu sekali sampai beberapa bulan lamanya. Suatu endapan kadnium terbentuk beberapa waktu kemudian dalam jaringan hati dan ginjal (batu ginjal merupakan salah satu penyebab hipertensi dan hipertensi merupakan salah satu penyebab penyakit jantung)

–          Pengaruh Cd terhadap kerapuhan tulang.

Penyakit kerapuhan tulang seperti didapatkan pada penyakit itai itai diketemukan pula pada percobaan pada tikus jantan yang diberi diet makanan yang mengandung kadnium serta kadar protein dan kalsiumnya rendah. Bardasarkan percobaan ini orang menduga bahwa makanan yang bergizi rendah menyebabkan orang mudah terkena keracunan kadnium (kadnium intoxication).

 

  1. Logam berat Pb dan Cd pada Hati

Penelitian mengenai Deteksi Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Hati dan Ginjal Babi yang dipasarkan Di pasar Tradisional wilayah Karawang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Bahan Alam dan Lingkungan Universitas Padjadjaran, mulai pada bulan November 2009 sampai bulan Desember 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar kandungan logam berat Pb dan Cd pada hati dan ginjal babi yang dipasarkan di Pasar tradisional wilayah Karawang. Lima belas sampel hati dan ginjal diperoleh dari pasar-pasar tradisional yang menjual daging babi di Karawang,  kemudian dianalisis menggunakan mesin AAS.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey.  Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah logam berat yang terdeteksi sebesar 1,4096 dan rata-rata kandungan logam berat Pb pada hati sebesar 0,2013. Jumlah logam berat Pb yang terdeteksi pada   ginjal sebesar 0,7921 ppm dengan rata-rata sebesar 0,1153 ppm. Sedangkan jumlah kandungan logam berat Cd pada hati yang terdeteksi adalah sebesar 0,4266 ppm, dengan rata-rata sebesar 0,0426 ppm. Jumlah kandungan logam berat Cd yang terdeteksi pada ginjal sebesar 0,4096 ppm dengan  rata-rata 0,0341 ppm. Kandungan logam berat Pb pada hati dan ginjal masih dibawah batas maksimum residu (BMR) yang direkomendasikan oleh POM (1998) yaitu sebesar 2,0000 ppm. Sedangkan kandungan logam berat Cd pada hati dan ginjal melebihi batas maksimum residu (BMR) yang direkomendasikan oleh EPA yaitu sebesar 0,01 ppm.

BAB III

PENUTUP

Logam berat termasuk bahan berbahaya dan beracun yang biasanya dihasilkan oleh industri berupa limbah. Logam berat yang lazim terdapat dalam limbah industri adalah logam timbal (Pb), merkuri (Hg), kadnium (Cd), arsenicum (As), dan chromium (Cr). Walaupun kadar logam dalam tanah, air, dan udara rendah, namun dapat meningkat apabila manusia menggunakan produk-produk dan peralatan yang mengandung logam, pabrik-pabrik yang menggunakan logam, pertambangan logam, dan pemurnian logam.

Logam berat masih termasuk golongan logam-logam dengan kriteria-kriteria yang sama dengan logam-logam yang lain. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang dihasilkan bila logam berat ini berikatan dan atau masuk kedalam tubuh organisme hidup. Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh manusia lewat makanan, air minum, atau melalui udara. Logam-logam berat seperti tembaga, selenium, atau seng dibutuhkan tubuh manusia untuk membantu kinerja metabolisme tubuh. Logam-logam tersebut berpotensi menjadi racun jika konsentrasi dalam tubuh tinggi. Logam berat menjadi berbahaya disebabkan sistem bioakumulasi. Bioakumulasi berarti peningkatan konsentrasi unsur kimia tersebut dalam tubuh makhluk hidup sesuai piramida makanan. Akumulasi atau peningkatan konsentrasi logam berat di alam mengakibatkan konsentrasi logam berat di tubuh manusia adalah tertinggi. Jumlah yang terakumulasi setara dengan jumlah logam berat yang tersimpan dalam tubuh ditambah jumlah yang diambil dari makanan, minuman, atau udara yang terhirup. Jumlah logam berat yang terakumulasi lebih cepat dibandingkan dengan jumlah yang terekskresi dan terdegradasi.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kadmium

http://id.wikipedia.org/wiki/Timbal

http://www.ligagame.com/forum/index.php?topic=71261.0;wap2

http://id.wikipedia.org/wiki/Logam

http://id.shvoong.com/exact-sciences/1921262-logam-berat/

http://journal.unair.ac.id/filerPDF/KESLING-2-2-03.pdf

http://affan-enviro.com/home

Laporan Praktikum : Mikrobiologi

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 5:24 pm

LAPORAN PRAKTIKUM

“Mikrobiologi Lingkungan”

 

Di susun oleh :

NOVIA TRY ARIANI

Nim :

PO.71.330.10.2491

Kementerian Kesehatan RI

Poltekkes Jambi

Jurusan Kesehatan Lingkungan

2011


LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktek               : Sterilisasi

Mata Kuliah                : Mikrobiologi

Hari/tanggal               : Senin/4 Oktober 2010

Lokasi                          : Laboratorium Mikrobiologi

Tingkat/semester        : Satu (1)/satu (1)

Tahun                          : 2010/2011

Laporan ini telah diteliti dan disetujui oleh :

Jambi,                             2010

Pembimbing Praktek

Pembimbing 1                                                                         Pembimbing 2

Gustomo Yamistada, S.Pd, M.Sc                                             Zunidra, S.KM, MKes

NIP. 19762032000121001                                                       NIP. 196305241989032003

PRAKTIKUM 1

Judul Praktikum          : Sterilisasi

Hari/tanggal               : Senin/4 Oktober 2010

Tujuan                         : untuk membebaskan alat-alat dari kontaminasi mikroba

  1. Kajian Materi

Sterilisasi adalah suatu usaha untuk membebaskan alat-alat dan bahan-bahan dari segala macam bentuk kehidupan mikroba. Alas an utama pengendalian mikroorganisme adalah :

  • Mencegah penyebaran penyakit-penyakit dan infeksi
  • Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi
  • Mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme

Sterilisasi dengan pemijaran dipakai untuk sterilisasi jarum ose dan sebagainya yang terbuat dari platina atau mikhrom, caranya ialah dengan membakar alat-alat tersebu diatas api lampu spiritus sampai pijar.

Sterilisasi dengan udara kering dipakai menggunakan alat yang disebut hot air sterilizer (oven), oven digunakan untuk alat-alat glass seperti Erlenmeyer, petridish, tabung reaksi, dan alat-alat gelas lainnya. Bahan-bahan seperti kapas, kain dan kertas juga dapat disterilisasikan dengan alat ini, sebelum disterilisasi alat-alat glass harus dibungkus terlebih dahulu dengan kertas HVS dan kertas perkamen/kopi. Makin tebal kertas yang digunakan maka makin lama waktu sterilisasi.

  1. Alat dan Bahan :
  • Kertas putih HVS
  • Petridish yang belum disterilikan
  • Pipet ukur yang belum disterilkan
  • Kapas
  • Alkohol
  • Oven
  • Lap Tangan
  1. Cara kerja :
  • Siapkan alat dan bahan
  • Alat-alat yang akan disterilkan (petridish dan pipet ukur) dibungkus atau dipacking dengan menggunakan kertas HVS sesuai dengan petunjuk yang telah diajarkan oleh dosen.
  • Masukkan alat-alat yang akan disterilkan tadi kedalam oven dengan susunan yang rapi.
  • Hidupkan oven atur suhu ke 150®C dan putar timernya dalam waktu 2 jam.
  • Setelah 2 jam oven akan mati dengan sendirinya, kemudian buka blowernya dan biarkan suhunya turun sampai suhu kamar.
  1. Hasil praktikum

Alat yang telah disterilkan dapat digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

  1. Kesimpulan

Dari hasil praktikum yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan, bahwa alat dan media yang telah disterilkan akan terbebas dari segala macam bentuk kehidupan mikroba dan alat tersebut dapat digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktek               : Pembuatan Media Agar

Mata Kuliah                : Mikrobiologi

Hari/tanggal               : Senin/11 Oktober 2010

Lokasi                          : Laboratorium Mikrobiologi

Tingkat/semester        : Satu (1)/satu (1)

Tahun                          : 2010/2011

Laporan ini telah diteliti dan disetujui oleh :

Jambi,                             2010

Pembimbing Praktek

Pembimbing 1                                                                         Pembimbing 2

Gustomo Yamistada, S.Pd, M.Sc                                             Zunidra, S.KM, MKes

NIP. 19762032000121001                                                       NIP. 196305241989032003

PRAKTIKUM 2

Judul Praktikum          : Pembuatan Media Agar

Hari/tanggal               : Senin/11 Oktober 2010

Tujuan                         : untuk mengetahui cara pembuatan dan fungsi dari media agar

  1. Kajian Materi

Media dapat dianggap sebagai kumpulan zat-zat organik maupun anorganik yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri dengan syarat-syarat tertentu. Dalam pemeriksaan laboratorium mikrobiologi, menggunakan media sangat penting, baik untuk isolasi, identifikasi maupun differensiasi.

Media agar yang dipakai adalah :

  • NA (Nutrient Agar)
  • PCA (Plate Count Agar)
  • Blood Agar
  • MC (Mac Concey)
  1. Alat dan Bahan :
  • Media Agar MC
  • Pipet polimetrik
  • Karet penghisap
  • Lampu Bunsen
  • Aluminium Foil
  • Spatula
  • Tungku kaki tiga
  • Kapas
  • 2 Petridish yang telah disterilkan
  1. Cara Kerja:
  • Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
  • Sebelumnya alat-alat tersebut harus dalam keadaan steril.
  • Keluarkan larutan MC dari kulkas
  • Panaskan diatas lampu spritus sampai mencair.
  • Setelah mencair masukkan larutan MC kedalam 2 buah Petridish yang telah disterilkan dengan menggunakan pipet polimetrik dan karet penghisap sebanyak 10 ml pada setiap petridish, dan ratakan dengan menggoyangkan petridish.
  • Setelah media agar mengeras, bungkus kembali petridish dengan rapid an simpan kedalam kulkas.
  1. Hasil Praktikum

Dapat mengetahui cara pembuatan media agar untuk pembiakan bakteri.

  1. Kesimpulan

Dari hasil praktikum yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Media agar berfungsi sebagai tempat pembiakan bakteri.

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktek               : Isolasi Kuman Diudara

Mata Kuliah                : Mikrobiologi

Hari/tanggal               : Sabtu/16 Oktober 2010

Lokasi                          : Laboratorium Mikrobiologi

Tingkat/semester        : Satu (1)/satu (1)

Tahun                          : 2010/2011

Laporan ini telah diteliti dan disetujui oleh :

Jambi,                             2010

Pembimbing Praktek

Pembimbing 1                                                                         Pembimbing 2

Gustomo Yamistada, S.Pd, M.Sc                                             Zunidra, S.KM, MKes

NIP. 19762032000121001                                                       NIP. 196305241989032003

PRAKTIKUM 3

Judul Praktikum          : Isolasi Kuman Diudara

Hari/tanggal               : Sabtu/16 Oktober 2010

Tujuan                         : untuk menghitung jumlah koloni kuman yang ada diudara

  1. Kajian Materi

Media pembiakan adalah media yang digunakan dalam suatu material adanya kuman yang dicari dalam jumlah yang sangat sedikit atau disamping jumlah yang dicari sangat sedikit, juga terdapat kuman-kuman lain dalam jumlah besar. Untuk hal tersebut, material perlu dimasukkan dalam media pembiakan, dimana kuman yang dicari akan tumbuh subur, sedangkan kuman yang lain akan dihambat pertumbuhannya.

  1. Alat dan Bahan
  • 2 Petridish yang telah diberi media agar MC
  1. Cara Kerja
  • Keluarkan larutan MC dari kulkas.
  • Letakkan media pada posisi yang mewakili (Ruang Pendidikan).
  • Kemudian buka petridish selama 10 menit, dan biarkan media kontak dengan udara.
  • Setelah itu, tutup dan bungkus kembali petridish tersebut.
  • Masukkan petridish kedalam incubator dengan posisi terbalik agar tetap pada kondisi kering selama 2×24 jam.
  1. Hasil Praktikum

Telah dilakukan isolasi kuman diudara dan dibiakkan selama 2×24 jam.

  1. Kesimpulan

Dari praktikum yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa material perlu dimasukkan dalam media pembiakan dimana kuman yang dicari akan tumbuh subur, sedangkan kuman yang lain akan dihambat pertumbuhannya.

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktek               : Menghitung Koloni Kuman

Mata Kuliah                : Mikrobiologi

Hari/tanggal               : Kamis/21 Oktober 2010

Lokasi                          : Laboratorium Mikrobiologi

Tingkat/semester        : Satu (1)/satu (1)

Tahun                          : 2010/2011

Laporan ini telah diteliti dan disetujui oleh :

Jambi,                             2010

Pembimbing Praktek

Pembimbing 1                                                                         Pembimbing 2

Gustomo Yamistada, S.Pd, M.Sc                                             Zunidra, S.KM, MKes

NIP. 19762032000121001                                                       NIP. 196305241989032003

PRAKTIKUM 4

Judul Praktikum          : Menghitung Koloni Kuman

Hari/tanggal               : Kamis/21 Oktober 2010

Tujuan                         : untuk mengetahui jumlah kuman yang terdapat pada media agar yang telah dibiakkan.

  1. Alat dan bahan
  • Pena
  • Pensil
  • Spidol
  • Media MC yang sudah jadi
  1. Cara Kerja
  • Ambil media didalam incubator yang telah ditumbuhi kuman.
  • Amati berapa banyak bakteri yang terdapat pada media tersebut, hitung dan catatlah pada kertas HVS.
  • Gambar bentuk bakteri yang terdapat pada media, dan warnai gambar sesuai dengan warnanya.

Gambar 1 : Ruang Pendidikan                              Gambar 2 : Ruang Pendidikan

  • Kumpulkan hasil pengamatan pada dosen pembimbing.
  • Tutup kembali dan bungkus media dengan kertas HVS.
  • Masukkan media kedalam inkubator dengan posisi terbalik.
  1. Hasil Praktikum

-Pada gambar 1 terdapat jumlah kuman sebanyak 1 koloni/10 menit :

1/10= 0,1 koloni/menit

-Pada gambar 2 terdapat jumlah kuman sebanyak 1 koloni/10 menit :

1/10=0,1 koloni/menit

Jadi pada media MC yang diletakkan pada Ruang Pendidikan hanya sedikit koloni kuman, yaitu :

0,1 koloni/menit + 0,1 koloni/menit = 0,2 koloni/menit

Hal ini disebabkan karena media yang digunakan (media MC) hanya dapat ditumbuhi oleh kuman-kuman tertentu.

  1. Kesimpulan

Dari praktikum yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa kuman-kuman yang terdapat pada media agar yang telah diletakkan pada Ruang Pendidikan berjumlah sedikit, bahkan bisa dikatakan tidak ada. Hal itu disebabkan karena media yang digunakan (MC) hanya dapat ditumbuhi oleh kuman-kuman tertentu.

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktek               : Pewarnaan Bakteri

Mata Kuliah                : Mikrobiologi

Hari/tanggal               : Senin/15 November 2010

Lokasi                          : Laboratorium Mikrobiologi

Tingkat/semester        : Satu (1)/satu (1)

Tahun                          : 2010/2011

Laporan ini telah diteliti dan disetujui oleh :

Jambi,                             2010

Pembimbing Praktek

Pembimbing 1                                                                         Pembimbing 2

Gustomo Yamistada, S.Pd, M.Sc                                             Zunidra, S.KM, MKes

NIP. 19762032000121001                                                       NIP. 196305241989032003

PRAKTIKUM 5

Judul Praktikum          : Pewarnaan Bakteri

Hari/tanggal               : Senin/15 November 2010

Tujuan                         : untuk mengetahui bentuk dari bakteri dan mengetahui apakah bakteri tersebut termasuk bakteri gram positif atau bakteri gram negative.

  1. Kajian Materi

Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial (untuk membedakan), karena dapat membedakan bakteri-bakteri yang bersifat gram positif dan gram negative.

  • Bakteri gram positif adalah bakteri yang mengikat cat utama dengan kuat, sehingga tidak dapat dilunturkan oleh peluntur dan tidak diwarnai lagi oleh cat lawan. Pada pengamatan mikroskop sel-sel bakteri tampak berwarna biru-ungu (violet).
  • Bakteri gram negative adalah bakteri yang dapat mengikat cat utama tidak kuat, sehingga dapat dilunturkan dengan peluntur dan dapat diwarnai oleh cat lawan. Pada penggunaan mikroskop sel-sel bakteri tampak berwarna merah
  1. Alat dan Bahan
  • Objek glass
  • Tangkrus
  • Lampu Bunsen
  • Jarum Ose
  • Tissue
  • Spidol Berwarna
  • Pipet Tetes
  • Biakan bakteri pada media agar
  • Larutan Kristal Violet (gram A)/genti violet
  • Larutan Lugol (gram B)
  • Larutan Pencuci/alkohol (Gram C)
  • Larutan Fuchsin/safranin (Gram D)
  • Air Bersih
  1. Cara Kerja
  • Objek glass dijepit/dipegang dengan tangkrus, kemudian bersihkan objek glass dengan menggunakan alkohol hingga bebas dari lemak, kemudian lakukan fiksasi diatas nyala lampu spritus. Sebelumnya objek glass ditandai dengan spidol dengan berbentuk lingkaran
  • Ambil secara aseptic 1 ose suspensi bakteri dan letakkan pada objek glass yang sudah ditandai tadi, pengambilan sedikit saja (tipis) lalu ratakan.
  • Kering anginkan, kemudian selanjutnya lakukan fiksasi di atas nyala lampu spritus.
  • Setelah dingin, bubuhkan cat utama yaitu crystal violet (gram A) sebanyak 2-3 tetes dan diamkan selama 1 menit.
  • Kemudian cuci dengan air mengalir dan kemudian kering anginkan
  • Selanjutnya tetesi dengan larutan lugol (gram B) sebanyak 1-2 tetes dan diamkan selama 1 menit, lalu cuci dengan air mengalir, lalu kering anginkan.
  • Kemudian cuci dengan alcohol 95% (gram C) sebanyak 1-2 tetes dan diamkan selama 30 detik, selanjutnya cuci dengan air mengalir dan kering anginkan
  • Beri larutan fuchsin atau safranin (gram D) sebanyak 1-2 tetes dan diamkan selama 2 menit.
  • Kemudian cuci dengan air mengalir dan kering anginkan.
  • Setelah kering bungkus objek glass dengan tissue.
  • Kemudian satukan semua objek glass yang telah dibungkus dengan tissue, lalu simpan dalam lemari yang aman dan dalam kondisi yang bersih dan kering.
  1. Hasil Praktikum

Hasil yang didapat dari pewarnaan bakteri ini yaitu objek glass berwarna ungu.

  1. Kesimpulan

Dari praktikum ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pewarnaan bakteri berfungsi untuk membedakan bakteri-bakteri yang bersifat gram negative dan gram positif. Dan pewarnaan bakteri pada media ini didapatkan objek glass nya berwarna ungu, jadi bakteri ini bersifat gram positif (+).

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktek               : Pengamatan Bakteri dengan Mikroskop

Mata Kuliah                : Mikrobiologi

Hari/tanggal               : Senin/22 November 2010

Lokasi                          : Laboratorium Mikrobiologi

Tingkat/semester        : Satu (1)/satu (1)

Tahun                          : 2010/2011

Laporan ini telah diteliti dan disetujui oleh :

Jambi,                             2010

Pembimbing Praktek

Pembimbing 1                                                                         Pembimbing 2

Gustomo Yamistada, S.Pd, M.Sc                                             Zunidra, S.KM, MKes

NIP. 19762032000121001                                                       NIP. 196305241989032003

PRAKTIKUM 6

Judul Praktikum          : Pengamatan Bakteri dengan Mikroskop

Hari/tanggal               : Senin/22 November 2010

Tujuan                         : untuk mengetahui bentuk dari bakteri dan mengetahui apakah bakteri tersebut termasuk bakteri gram positif atau bakteri gram negative melalui mikroskop.

  1. Kajian Materi

Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial (untuk membedakan), karena dapat membedakan bakteri-bakteri yang bersifat gram positif dan gram negative.

  • Bakteri gram positif adalah bakteri yang mengikat cat utama dengan kuat, sehingga tidak dapat dilunturkan oleh peluntur dan tidak diwarnai lagi oleh cat lawan. Pada pengamatan mikroskop sel-sel bakteri tampak berwarna biru-ungu (violet).
  • Bakteri gram negative adalah bakteri yang dapat mengikat cat utama tidak kuat, sehingga dapat dilunturkan dengan peluntur dan dapat diwarnai oleh cat lawan. Pada penggunaan mikroskop sel-sel bakteri tampak berwarna merah
  1. Alat dan Bahan
  • Mikroskop
  • Lembar Kerja
  • Pena
  • Objek glass yang telah terdapat mikroba
  • Larutan Anisol
  1. Cara Kerja
  • Ambil biakan bakteri.
  • Sebelum diamati dibawah mikroskop, objek glass yang terdapat mikroba ditetesi dengan larutan anisol sebanyak 1-2 tetes yang bertujuan untuk memperjelas bentuk bakteri.
  • Amati bentuk, dan warna. Kemudian tentukan apakah bakteri tersebut termasuk gram positif atau gram negative. Lakukan pengamatan pada objek glass dibawah mikroskop.
  • Gambarkan hasil pengamatan pada lembar kerja.
  1. Hasil Praktikum

Gambar 1 :                                                                        Gambar 2 :

Jenis Bakteri :

Gram positif karena berwarna Ungu.

Berbentuk Basil.

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktek               : Pembuatan Lidi Steril

Mata Kuliah                : Mikrobiologi

Hari/tanggal               : Senin / 3 Januari 2011

Lokasi                          : Laboratorium Mikrobiologi

Tingkat/semester        : Satu (1)/satu (1)

Tahun                          : 2010/2011

Laporan ini telah diteliti dan disetujui oleh :

Jambi,     Januari 2011

Pembimbing Praktek

Pembimbing 1                                                                         Pembimbing 2

Gustomo Yamistada, S.Pd, M.Sc                                             Zunidra, S.KM, MKes

NIP. 19762032000121001                                                       NIP. 196305241989032003

PRAKTIKUM 7

Judul Praktikum          : Pembuatan Lidi Steril

Hari/tanggal               : Senin/3 Januari 2011

Tujuan                         : untuk mempermudah pengambilan bakteri

  1. Alat dan Bahan
  • Lidi 15-20 cm
  • Kapas
  • Kertas HVS
  • Oven
  1. Cara Kerja
  • Siapkan alat dan bahan
  • Gulung kapas keujung lidi dengan padat sebesar jari kelingking sepanjang 3 cm, buatlah sebanyak 20 buah.
  • Bungkus kapas lidi dengan menggunakan kertas HVS satu persatu dan ujungnya dilipat, kemudian lem dengan menggunakan lem kertas.
  • Satukan semua kapas lidi, kemudian bungkus kembali dengan kertas HVS agar tidak tercecer.
  • Lakukan sterilisasi dengan menggunakan oven. Masukkan kapas lidi kedalam oven dengan suhu 121®C, dengan tekanan 1,5 atm selama 2 jam.
  1. Hasil Praktikum

Dapat mengetahui cara pembuatan kapas lidi steril.

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktek               : Pemeriksaan E.Coli

Mata Kuliah                : Mikrobiologi

Hari/tanggal               : Senin / 17 Januari 2011

Lokasi                          : Laboratorium Mikrobiologi

Tingkat/semester        : Satu (1)/satu (1)

Tahun                          : 2010/2011

Laporan ini telah diteliti dan disetujui oleh :

Jambi,     Januari 2011

Pembimbing Praktek

Pembimbing 1                                                                         Pembimbing 2

Gustomo Yamistada, S.Pd, M.Sc                                             Zunidra, S.KM, MKes

NIP. 19762032000121001                                                       NIP. 196305241989032003

PRAKTIKUM 8

Judul Praktikum          : Pemeriksaan E.Coli

Hari/tanggal               : Senin/17 Januari 2011

Tujuan                         : Untuk mengetahui cara pemeriksaan E.Coli yang terdapat pada Air.

  1. Alat
  • Inkubator
  • Autoclave
  • Oven
  • Timbangan
  • Beaker glass
  • Pengaduk (spatula)
  • Pipet volume 10 ml, 5ml, 0,5 ml
  • Bunsen
  • Tabung reaksi
  • Rak tabung
  • Ose
  • Tabung Durham
  1. Bahan
  • Aquades
  • Kapas
  • Spiritus
  • Kertas Packing
  • Lactose Broth (LB)
  • Billiant Green Lactose Broth (BGLB)
  • Alkohol
  1. Cara Kerja
  2. Persiapan
  • Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  • Melakukan sterilisasi terhadap alat yaitu pipet volume dengan menggunakan oven (170-180°C selama 20-30 menit).
  • Bersihkan dan sterilisasikan meja kerja dengan alkohol.
  • Membuat media LB dan BGLB yang diperlukan dengan cara :
  1. Media LB

–          Siapkan tabung reaksi dengan ragam tiga-tiga atau Lima-lima (3×10, 3×1, 3×0,1).

–          Untuk ragam 3×10, media LB dibuat dengan kepekatan 3x (triple strength). Masing-masing tabung reaksi diisi dengan media LB sebanyak 5ml dan diberi tabung durham terbalik dan diusahakan tidak ada gelembung udara.

–          Untuk ragam 3×1 dan 3×0,1 media lactose broth dibuat dengan kepekatan 1x (single strength) masing-masing diisi 10 ml media LB dan diberi tabung durham terbalik dan diusahakan tidak ada gelembung udara.

–          Tabung reaksi diberi penutup tabung atau kapas, selanjutnya disterilkan dengan autoclave dengan suhu 121°C selama 15 menit.

  1. Media BGLB

–          Siapkan tabung reaksi dengan jumlah yang cukup.

–          Media BGLB dibuat dengan kepekatan 1x (single strength). Masing-masing tabung reaksi diisi dengan media BGLB sebanyak 5 ml dan diberi tabung durham terbalik dan diusahakan tidak ada gelembung udara.

–          Tabung reaksi diberi penutup tabung atau kapas, selanjutnya disterilkan dengan Autoclave dengan suhu 121°C selama 15 menit.

  1. Perlakuan Pemeriksaan Sampel Air
    1. Tes perkiraan
  • Siapkan tabung reaksi yang berisi media LB dengan ragam 3×10, 3×1, 3×0,1 yang sudah steril.
  • Siapkan pipet volume yang sudah disterilkan dengan lampu Bunsen.
  • Ambil sampel air dengan pipet volume yang sudah steril sebanyak 10 ml dan masukkan kedalam tabung reaksi dengan media LB kepekatan Triple Strength (3×10), untuk sampel sebanyak 1 dan 0,1 ml dimasukkan kedalam tabung reaksi dengan media LB kepekatan single strength.
  • Eramkan kedalam incubator selama 2×24 jam pada temperature 35-37°C.
  • Selanjutnya lihat hasil pengeraman, tabung positif jika terdapat gas dalam tabung media LB. jika terbentuk gas dalam tabung durham maka hasilnya negative.
  • Untuk memastikan bakteri coliform dilanjutkan pemeriksaan Confirmatif test (test penegasan).
  1. Tes Penegasan
  • Dari masing-masing tabung yang positif diambil 2 ose secara steril dimasukkan kedalam tabung yang berisi BGLB dengan urutan sesuai tabung LB positif yang telah disusun pada rak tabung.
  • Eramkan kedalam incubator selama 2×24 jam pada temperature 35-37°C.
  • Selanjutnya lihat hasil pengeraman, tabung positif bakteri coliform jika terdapat gas dalam tabung media BGLB. Jika tidak terbentuk gas dalam tabung durham maka hasilnya negative. Untuk menghitung jumlah coliform bandingkan jumlah tabung yang positif dengan tabel MPN.

Sedangkan untuk pemeriksaan E.Coli (Fecal Coliform) dilakukan sebagai berikut :

  • Sampel dari tabung BGLB yang menghasilkan gas atau tabung yang positif diambil 2 ose secara steril dimasukkan kedalam tabung yang berisi BGLB (media yang baru) kembali dengan urutan sesuai tabung BGLB positif yang telah disusun pada rak tabung.
  • Eramkan kedalam incubator selama 2×24 jam pada temperature 43-44°C.
  • Selanjutnya lihat hasil pengeraman, tabung positif bakteri E.Coli jika terdapat gas dalam tabung media BGLB. Jika tidak terbentuk gas dalam tabung durham, maka hasilnya negative. Untuk menghitung jumlah E.Coli bandingkan jumlah tabung yang positif dengan tabel MPN.

Isolasi Kuman Di Udara

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 5:21 pm

BAB I

PEDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Bakteri dapat diperoleh dimana-mana. Biasanya kita mengadakan pemiaraan dulu didalam cawan petri (petridisk) yang berisi zat makanan atau medium. Asalkan medium itu dibiarkan terbuka maka setelah 2 kali 24 jam akan kita dapati koloni bakteri dan jamur menutup permukaan medium. Rebusan kentang yang sudah dikuliti ataupun jenang-dodol dapat kita pergunakan sebagai medim yang sederhana.

Koloni cendawan dapat segera dibedakan dari koloni bakteri, koloni cendawan itu memperlihatkan benang-benang miselium. Koloni bakteri nampak seperti sekelumit mentega, air susu, atau percikan sari buah yang kental.

Untuk mengetahui sifat-sifat morfologi bakteri, maka bakteri dapat diperiksa dalam keadaan hidup atau keadaan mati. Pemeriksaan morfologi ini perlu untuk mengenal nama bakteri. Disamping itu diperlukan juga pengenalan sifat-sifat fisiologinya, bahkan sifat-sifat fisiologi itu kebanyakan merupakan faktor penentu dalam mengenal nama spesies suatu bakteri.

1.2 Tujuan

Tujuan dari dilakukannya praktek clinical instructure ini adalah :

  1. Untuk mengisolasi kuman di udara
  2. Untuk menghitung koloni kuman di udara

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup pelaksanaan praktek isolasi kuman di udara ini adalah di kampus Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Jambi jurusan kesehatan lingkungan

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Media

Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba, dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media.

Plate Count Agar (PCA)
PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.
2.2  Bakteri

Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok terbanyak dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota, karena bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota. Istilah “bakteri” telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka.

Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari flagela kelompok lain.

Struktur sel prokariota

a.        Struktur Sel Bakteri

Seperti prokariota (organisme yang tidak memiliki selaput inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. Struktur bakteri yang paling penting adalah dinding sel. Bakteri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu Gram positif dan Gram negatif didasarkan pada perbedaan struktur dinging sel. Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic. Sementara bakteri Gram negatif memiliki lapisan luar, lipopolisakarida – terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik).

Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagela dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi. Beberapa bakteri juga memiliki kapsul atau lapisan lendir yang membantu pelekatan bakteri pada suatu permukaan dan biofilm formation. Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas dan magnetosom.

Beberapa bakteri mampu membentuk endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.

b.      Morfologi/bentuk bakteri

Berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

  • Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:
    • Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
    • Diplococcus, jka bergandanya dua-dua
    • Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar
    • Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus
    • Staphylococcus, jika bergerombol
    • Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai
  • Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:
    • Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua
    • Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai
  • Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
    • Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran
    • Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran

Berbagai bentuk tubuh bakteri

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium dan usia. Oleh karena itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri, kondisinya harus sama. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua.

c.        Alat gerak bakteri

Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik; B-Lofotrik; C-Amfitrik; D-Peritrik;

Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. Hampir semua bakteri yang berbentuk lengkung dan sebagian yang berbentuk batang ditemukan adanya flagel. Sedangkan bakteri kokus jarang sekali memiliki flagel. Ukuran flagel bakteri sangat kecil, tebalnya 0,02 – 0,1 mikro, dan panjangnya melebihi panjang sel bakteri. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu:

  • Atrik, tidak mempunyai flagel.
  • Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.
  • Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.
  • Amfitrik, mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.
  • Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

d.       Pengaruh lingkungan terhadap bakteri

Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.

a.        Suhu

Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 3 golongan:

  • Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C.
  • Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C.
  • Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 – 65 °C

Pada tahun 1967 di Yellow Stone Park ditemukan bakteri yang hidup dalam sumber air panas bersuhu 93° – 500 °C.

b.        Kelembapan

Pada umumnya bakteri memerlukan kelembapan yang cukup tinggi, kira-kira 85%. Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.

c.        Cahaya

Cahaya sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan bakteri. Umumnya cahaya merusak sel mikroorganisme yang tidak berklorofil. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel yang berakibat menghambat pertumbuhan atau menyebabkan kematian. Pengaruh cahaya terhadap bakteri dapat digunakan sebagai dasar sterilisasi atau pengawetan bahan makanan.

Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan seperti suhu tinggi, kekeringan atau zat-zat kimia tertentu, beberapa spesies dari Bacillus yang aerob dan beberapa spesies dari Clostridium yang anaerob dapat mempertahankan diri dengan spora. Spora tersebut dibentuk dalam sel yang disebut endospora. Endospora dibentuk oleh penggumpalan protoplasma yang sedikit sekali mengandung air. Oleh karena itu endospora lebih tahan terhadap keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan bakteri aktif. Apabila keadaan lingkungan membaik kembali, endospora dapat tumbuh menjadi satu sel bakteri biasa. Letak endospora di tengah-tengah sel bakteri atau pada salah satu ujungnya.

e.        Peranan Bakteri

–          Bakteri Menguntungkan

Bakteri pengurai

Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati, serta sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari sampah-sampah organik.

Bakteri nitrifikasi

Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu:

  • Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Proses ini dinamakan nitritasi.

Reaksi nitritasi

  • Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Prosesnya dinamakan nitratasi.

Reaksi nitratasi

Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum, nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah.

Bakteri nitrogen

Bakteri nitrogen adalah bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi suatu senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan. Karena kemampuannya mengikat nitrogen di udara, bakteri-bakteri tersebut berpengaruh terhadap nilai ekonomi tanah pertanian. Kelompok bakteri ini ada yang hidup bebas maupun simbiosis. Bakteri nitrogen yang hidup bebas yaitu Azotobacter chroococcum, Clostridium pasteurianum, dan Rhodospirillum rubrum. Bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup dalam akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Tumbuhan yang bersimbiosis dengan Rhizobium banyak digunakan sebagai pupuk hijau seperti Crotalaria, Tephrosia, dan Indigofera. Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar), maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah.

Bakteri usus

Bakteri Eschereria coli hidup di kolon (usus besar) manusia, berfungsi membantu membusukkan sisa pencernaan juga menghasilkan vitamin B12, dan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah. Dalam organ pencernaan berbagai hewan ternak dan kuda, bakteri anaerobik membantu mencernakan selusosa rumput menjadi zat yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh dinding usus.

Bakteri fermentasi

Bakteri fermentasi berguna untuk membuat makanan dan minuman contohnya tape, oncom dll.

2.3  Waktu Isolasi

Waktu isolasi kuman yang dilakukan pada medium yang terdapat pada petridish adalah 15 menit. Hal ini dikarenakan waktu 15 menit dianggap cukup baik untuk dapat mewakili keberadaan bakteri yang ada di ruangan tersebut.

Media agar PCA tersebut diletakkan di dalam petridisk .Bentuk petridish adalah bulat ( seperti toples kaca yang tipis ),warnanya bening terbuat dari kaca berdiameter 10 cm.

BAB III

LANGKAH KERJA

3.1  Alat dan Bahan

  • PCA
  • Lampu Bunsen
  • Tungku
  • Spatula
  • Petridish yang telah steril 2 buah
  • Pipet ukur yang telah steril 1 buah
  • Ban penghisap

3.2  Langkah  Kerja Pembuatan Media Agar

  • Sterilkan tempat , alat dan bahan yang digunakan menggunakan alkohol
  • Ambil PCA pada tabung erlenmeyer dari kulkas, kemudian panaskan PCA menggunakan lampu Bunsen hingga mendidih
  • Ambil PCA menggunakan pipet ukur 10 ml dengan mengunakan ban penghisap
  • Kemudian masukkan ke dalam petridish
  • Kemudian diamkan hingga membeku, setelah itu bungkus rapi kembali, kemudian masukan petridish tersebut ke dalam alat inkubasi dengan suhu 35-37 oC selama

2 x 24 jam ( posisi petridish dalam kondisi terbalik )

BAB IV

HASIL KEGIATAN

4.1 Waktu  Pelaksanaan

Hari                 : Selasa

Tanggal           : 11 Januari 2011

Pukul               : 9.00 WIB s/d selesai

4.2 Lokasi Kegiatan

Kegiaan praktikum clinical Instrucure ini di laksanakan di kampus kementerian kesehatan republik indonesia politeknik kesehatan jambi jurusan kesehatan lingkungan.

4.3 Hasil Kegiatan

4.3.1 Deskripsi keadaan ruangan

1.  Ruang kelas tingkat 1

–          Ukuran bangunan

P : 1178 cm

L : 795 cm

T : 302 cm

–          Ukuran pentilasi

P : 222 cm

L : 60 cm

–          Memiliki kipas angin, tetapi tidak berfungsi.

–          Lampu menyala.

–          Ruangan sedikit kotor (ada sampah).

  1.  Ruang Laboratolium

–          Ukuran bangunan

P :  983 cm

L :  582 cm

T :  325 cm

–          Ukuran pentilasi

P :  235 cm

L :  60 cm

–          Lampu hidup

–          Ruangan bersih

  1. Wc Dosen / Kantor

–          Ukuran bangunan

P :  340 cm

L :  90 cm

T :  312 cm

–          Ukuran fentilasi

P :  80 cm

L :  8 cm

–          Lampu mati.

4.3.2 Hasil Pengamatan laboratorium

Control :  4 koloni

1.  Ruang kelas tingkat1

Petridish 1 = 31 koloni

Petridish 2 =  26 koloni

Jadi :  (j.petridish 1-control)+(j.petridish 2-control) : waktu pengambilan

j. petridish

Jumlah koloni kuman di ruang kelas 1= (31-4)+(26-4) : 15

2

=  ( 49/ 2 ): 15

= 1,633 koloni kuman / menit

 

 

  1. Ruang laboratolium

petridish 1 =  20 koloni

petridish 2 =  16 koloni

Jadi :  (j.petridish 1-control)+(j.petridish 2-control) : waktu pengambilan

j. petridish

Jumlah koloni kuman di ruang tingkat 1   = (20-4)+(16-4) : 15

2

=  ( 16+ 12 / 2 ): 15

= 14 : 15

= 0,93  koloni kuman / menit

  1. Wc dosen / kantor

Petridish 1 =  22 koloni

Petridish 2  =  49 koloni

Jadi :  (j.petridish 1-control)+(j.petridish 2-control) : waktu pengambilan

j. petridish

Jumlah koloni kuman di ruang wc dosen = (22-4)+(49-4) : 15

2

=  ( 18+ 45 / 2 ): 15

= ( 63 / 2 ) : 15

= 2,1  koloni kuman / menit

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pengamatan di lapangan dan pemeriksaan di laboratorium di dapatkan hasil bahwa:

  1.  Ruang kelas 1,633 koloni koloni/ menit
  2. Ruang laboratolium 0,93koloni/menit
  3. Wc dosen/ kantor 2,1 koloni/menit

5.2 Saran

Kepada seluruh perangkat kampus diharapkan lebih menjaga kebersihan dan keehatan setiap kelas, karena angka kuman diudara juga dapat dipengaruhi dari aktifitas manusia .

DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro.2005. DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI. Surabaya. Djambatan

http://www.WIKIPEDIA.com( diakses tanggal 13 januari 2011)

BAKTERI DIUDARA “http://id.wikipedia.org/wiki/bakteri ( diakses tanggal 13 januari 2011)

Older Posts »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.