noviakl10jambi

April 30, 2011

Kimia Lingkungan : Air Bersih

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 5:09 pm

BAB I

  1. Latar Belakang

Air merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat di tinggalkan untuk kehidupan manusia, karena air di perlukan untuk berbagai macam kegiatan seperti kegiatan sehari hari, pertanian, industri, perikanan, dan rekreasi. Hampir 70% dari berat badan manusia terdiri dari air. Selain itu air merupakan komponen penting kedua setelah oksigen. Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan untuk beberapa minggu, tapi akan bertahan beberapa hari tanpa minum. Dehidrasi akan lebih cepat menyebabkan kematian daripada kelaparan. (Poedji,Anna. 1994)

Air yang bermutu sangat baik bila memasuki sistem distribusi mungkin mengalami kerusakan sebelum sampai pada kran konsumen. Kerusakan ini dapat terjadi dalam sistem distribusi dari sediaan air yang telah di beri klorin dan dimana sedikit sekali atau tidak ada sisa Chlorine di dalam air yang sampai pada konsumen seperti dalam sistem distribusi air yang tidak di cuci hamakan. Organisme Coliform dapat masuk ke dalam air dari sistem distribusi dari pompa-pompa booster, dari pengepak yang di gunakan untuk menghubungkan pipa-pipa utama atau dari pipa pencuci di kran-kran umum.

  1. Tujuan

Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu untuk mengetahui bagaimana cara atau proses pengambilan sampel air pada kran secara kimia, dan mengetahui Ph, suhu serta kandungan apa yang terdapat pada sampel air tersebut.

BAB II

  1. Waktu dan Tempat Praktikum

Hari                 : Kamis

Tanggal            : 04 November 2010

Pukul               : 09.00 WIB

Tempat            : Kampus Kesehatan Lingkungan

  1. Alat
  2. Botol sample sebanyak 3 buah
  3. Alat tulis
  4. Kertas label
  5. Termometer air 1 buah
  6. PH meter digital 1 buah
  7. kain lap bersih
  8. Tas pembawa
  9. Pipet ukur 1 buah
  1. Bahan
    1. Mn  (Mangan Sulfat) 0,1 N
    2.  (Asam sulfat) 0,1 N
    3. Pereaksi  / KI(Kalium Iodida)  0,1 N
  1. Langkah kerja
  2. Siapkan alat dan bahan, tempatkan pada tempat yang bersih pada lokasi pengambilan.
  3. Periksa secara seksama alat yang akan digunakan.
  4. Hidupkan kran selama 1-2 menit untuk mengetahui kran tersebut berfungsi dengan baik atau tidak, kemudian matikan kran tersebut.
  5. Bersihkan mulut kran dengan kain lap.
  6. Kemudian ambil botol sample dan bilas 3 x.
  7. Masukkan mulut kran kedalam botol sample (kemiringan 45°)
  8. Alirkan secara perlahan melalui dinding botol, dan isi hingga penuh.
    1. Beri Mn (mangan sulfat) dengan menggunakan pipet karet isap sebanyak 3 x (karena botol sampel 300 ml) dicampur dengan  / KI (Kalium Iodida)sebanyak 3 ml.
    2. Tutup botol tersebut dan kocok perlahan, agar Mn  dan Pereaksi  / KI benar-benar tercampur.
    3. Beri label dan masukkan kedalam tas pembawa untuk dibawa ke laboratorium.
    4. Lakukan hal yang sama untuk rnendapatkan 1 botol sampel lagi untuk pengukuran PH dan suhu air tersebut.
    5. Ukur PH air dengan menggunakan PH meter, yang telah di kalibrasi terlebih dahulu.
    6. Ukur suhu air tersebut dengan menggunakan termometer suhu.
    7. Sebagai perbandingan, ambil botol sampel satu lagi dan isi dengan air got sampai penuh.
    8. Hitung PH air got tersebut, yang sebelumnya telah diberikan  ()3 (Tawas).
    9. Kemudian hitung suhu air got tersebut.

BAB III

  1. Hasil Praktikum

Berdasarkan Praktikum yang telah dilakukan pada Kamis, 04 November 2010 tentang pengambilan sampel air pada kran , hasil yang didapatkan berupa endapan berwarna kuning kecoklatan pada sampel air tersebut yang merupakan hasil dari campuran  Mn  dengan pereaksi  / KI (Kalium Iodida) dan kami pun telah mengerti cara mengetahi ph dan suhu air pada sampel air tersebut, tetapi kami tidak dapat memastikan berapa ph dikarenakan alat yang kurang berfungsi dengan baik, sedangkan suhu air  , begitu pula dengan air got memiliki suhu.

  1. Kesimpulan

Setelah mendapatkan hasil dari praktikum ini, maka dapa disimpulkan bahwa pada sampel air tedapat endapan berwarna kuning kecoklatan yang dihasilkan dari campuran Mn dengan pereaksi / KI (Kalium Iodida), dengan begitu harus segera dilakukan di laboratorium melalui DO (Desoveld Oksigen) ukur.

LAPORAN PRAKTIKUM

 

Pengambilan dan Pengiriman Sampel Air Bersih Pada Air Kran

Secara Kimia

Di Susun Oleh :

Novia Try Ariani

Kementerian Kesehatan RI

Poltekkes Jambi

Jurusan Kesehatan Lingkungan 2010

DAFTAR ISI

 

BAB I

A.   Latar Belakang                                                                       1

B.   Tujuan                                                                                        1

BAB II

A.   Waktu dan tempat praktikum                                          2

B.   Alat                                                                                              2

C.   Bahan                                                                                          2

D.   Langkah Kerja                                                                         2

BAB III

A.   Hasil Praktikkum                                                                    4

B.   Kesimpulan                                                                               4

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: