noviakl10jambi

April 30, 2011

Pencemaran Udara

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 5:29 pm

PENCEMARAN UDARA

 

  1. Karakteristik Udara

Berbicara mengenai udara tidak bias lepas dari atmosphere, sebab udara sebagai bagian dari atmosphere yang menyelimuti bumi. Atmosphere tersebut merupakan suatu system yang dinamis yang mengabsorbsi sejumlah padatan, cairan, dan gas. Menyebar dan bereaksi diantara mereka baik dengan berbagai substansi yang lain maupun secara kimia/fisik.

Komponen-komponen gas yang terdapat didalamnya tidak tersebar merata. Lebih kurang 99,9 % dari masa gas terdapat pada ketinggian dibawah 50 km dan sisanya antara ketinggian 50-100 km.

Atmosphere terbagi dalam 4 bagian :

  1. Troposphere sebagai lapisan terbawah dari atmosphere terbentang pada ketinggian antara 8 km pada kutub dan 16 km pada ekuator.
  2. Stratosphere merupakan lapisan diatas troposphere, terbentang pada ketinggian 12-50 km diatas permukaan bumi
  3. Mesosphere, terbentang pada ketinggian 50-80 km diatas permukaan bumi, mengandung sedikit sekali gas, tidak ada uap air dan ozon yang terdapat pada seluruh lapisan.
  4. Thermosphere, terbentang pada ketinggian ± 80 km. Kehadiran gas pada lapisan ini dalam bentuk atom dan cenderung terpisah dalam lapisan-lapisan.

Pencemaran udara secara luas terfokus pada lapisan troposphere dan sedikit sekali menembus stratosphere. Hal ini sangat penting untuk lebih mengetahui efek dari pencemaran.

Air yang terdapat pada troposphere secara terus menerus terjadi pertukaran dengan bumi, melalui proses evaporasi dan precipitasi yang dialami, yang lebih dikenal dengan siklus Hidrologi.

  1. Sumber Pencemaran Udara
  2. Alam (natural source) seperti kebakaran hutan, embusan debu oleh angin, bencana gunung berapi dan lain-lain
  3. Aktifitas manusia (man made source) seperti dari industry, transportasi pembangkit tenaga listrik dan lain-lain
  1. Proses terjadinya pencemaran

Secara umum proses terjadinya pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia dapat dibagi dalam 3 kategori :

  1. Attrition (gesekan), terjadi pada setiap aspek kehidupan mulai dari yang sederhana, seperti gesekan sepatu atau gesekan ban mobil sampai ke yang lebih kompleks seperti pnenyebaran partikel-partikel ke udara melalui proses sanding (pemecahan butiran), grinding (pemotongan), drilling (pengeboran), dan spraying (penyemprotan).
  2. Vaporization (penguapan), suatu perubahan bentuk dari cair ke bentuk gas. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh adanya kekuatan tertentu seperti tekanan/pemanasan sedang yang lain adalah secara alami, pada temperature normal. Vaporaziton merupakan penyebab dari bau/rangsangan.
  3. Combustion (pembakaran), contoh proses pembakaran seperti pembakaran bahan bakar (batubara, minyak) untuk pembangkit listrik maupun kendaraan bermotor. Pembakaran tersebut dapat berlangsung sempurna maupun tidak sempurna yang dapat menyebabkan pencemaran.
  1. Macam-macam Bahan Pencemar Udara

Dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok.

  1. 1.      Klasifikasi menurut bentuk asal
    1. Bahan pencemar udara primer (primary air pollutant) yaitu polutan yang apabila menyebar, keadaanya tetap seperti keadaan semula.
    2. Bahan pencemar udara sekunder (secondary air pollutant) yaitu bahan pencemar udara primer yang mengalami reaksi dengan senyawa lain setelah keluar dari sumbernya.
    3. Klasifikasi menurut keadaan phisik pollutant

Polutan dapat berada dalam bentuk padat, cair, gas. Bentuk padat dan cair disebut juga particulate.

  1. Klasifikasi menurut susunan kimia bahan pencemar
    1. Inorganik, gas atau particulate yang tidak mengandung unsure carbon dan umumnya apabila mengandungunsur tersebut, tidak dikombinasikan dengan hydrogen.
    2. Organik, gas, vapor atau particulate yang tersusun dari unsur carbon, yang mempunyai kombinasi dengan hydrogen dan mungkin juga dengan unsur-unsur inorganic yang lain.
  1. Pencemar Udara yang Utama
  2. Oxida Carbon, merupakan hasil pembakaran dari bahan bakar, , dari hasil pembakaran yang sempurna, sedang CO dari hasil pembakaran yang tidak sempurna.
    1. Carbon Monooxida

Sumber utama ialah kendaraan bermotor, asap rokok. Ciri-cirinya tidak berbau, tidak berwarna, toxic, mempunyai efek berlomba dengan oksigen untuk mengikat hemoglobin didalam darah.

  1. Carbon Dioxida

Tidak dikategorikan sebagai pollutant, sebab mempunyai peranan yang penting didalam proses kehidupan.

  1. Sulfur dan senyawa-senyawa, molekul-molekul sulfur yang utama di udara ialah  dan .  dan  merupakan hasil pembakaran (combustion) dari kayu, batubara dan produk-produk petroleum.
  2. Nitrogen Oxida
    1. NO (Nitric Oxida), tak berwarna terbentuk pada proses pembakaran pada temperatur yang tinggi, yang menyebabkan terjadinya reaksi antara Nitrogen dengan Oxygen didalam mesin dan berbentuk NO. NO relative tidak berbahaya, tetapi apabila NO bereaksi dengan Oxygen diudara akan membentuk  yang lebih toxic.
    2. (Nitrogen dioxyda), berwarna coklat, sehingga dapat mengurangi penglihatan.
    3. Photochemical oxidant, ialah secondary pollutant  yang terbentuk oleh pengaruh sinar matahari pada oksidasi nitrogen dan hydrocarbon diudara.
    4. Hydrocarbon, senyawa yang berisi unsure carbon dan hydrogen dalam berbagai macam kombinasi.
    5. Fluoride, penyebarannya dapat berupa gas atau solid, pada konsentrasi yang rendah sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi baik pada manusia maupun pada hewan. Pada konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, radang saluran pernafasan, sesak nafas.
    6. Particulate
    7. Radioaktif, pencemaran oleh radioaktif dapat terjadioleh sebab dari alam maupun dari aktivitas manusia antara lain melalui penggunaan reactor nuclear sebagai sumber tenaga nuklir, laboratorium research atau dari tempat-tempat pengujian senjata.
  1. Peranan Meteorologi dalam Pencemaran Udara
  2. Efek dari energy matahari.

Salah satu hal yang penting dari energy matahari adalah memansakan udara, dengan melalui 3 cara :

  1. Radiasi, pemindahan panas atau cahaya oleh gelombang energy.
  2. Konduksi, pemindahan panas melalui kontak antara tanah yang panas dengan molekul-molekul udara diatasnya.
  3. Konveksi, pemindahan panas melalui pergerakan/aliran sekelompok udara.
  4. Terbentuknya Angin

Bumi berputar secara terus menerus terhadap matahari, sehingga terjadi siang dan malam, akibatnya terjadilah angin oleh sebab perbedaan tekanan.

  1. Suhu dan ketidakstabilan udara

Semakin tinggi tempatnya, suhu udara semakin menurun, dan mempunyai angka penurun yang tertentuyang disebut adiabatic lapse rate.

  1. Mixing Depth

Artinya suatu expansi dimana udara panas naik dan bercampur dengan udara yang lebih dingin diatasnya, sampai mencapai atau menemukan titik persamaan udara dan temperaturnya.

  1. Inversi

Ialah suatu kejadian/keadaan dimana lapisan udara yang dingin terkurung oleh lapisan udara yang lebih panas diatasnya sehingga udara tersebut tidak bias naik dan bercampurdengan udara diatasnya.

 TOXIKOLOGI LINGKUNGAN

”Pencemaran udara”

DI SUSUN OLEH :

NOVIA TRY ARIANI

TINGKAT : 1

 

 

 

KEMENTRIAN KESEHATAN

POLITEKNIK KESEHATAN JAMBI

2010

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: