noviakl10jambi

April 30, 2011

Pengambilan Sampel Air Pada Sumur gali secara Fisik

Filed under: Uncategorized — noviakl10jambi @ 5:14 pm

BAB I

PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Air adalah bagian dari kehidupan di permukaan bumi. Bagi kehidupan mahluk hidup air bukan merupakan hal yang baru, karena kita ketahui bersama tidak satupun kehidupan dimuka bumi ini dapat berlangsung tanpa adanya air. Oleh karena itu, air dikatakan sebagai benda mutlak yang harus ada dalam kehidupan manusia. Air merupakan unsur penting bagi kehidupan di muka bumi ini. Air adalah senyawa yang mempunyai sifat biologis dan struktur sifat istimewa. Ion OH־ dan H air sangat menentukan sifat biologis dan struktur molekul senyawa yang ada di dalam nya. Seperti protein, lipida dan banyak lagi komponen lain dalam sel.

Air sehat yakni air yang dapat diminum. Air sehat dapat dilihat dari aspek fisik, kimia dan mikrobiologi. Secara fisik, air sehat ialah air yang jernih, tidak berbau dan tidak berasa. Secara kimia air sehat adalah air yang kadar Ph nya netral dan kandungan-kandungan tertentu ada batasannya. Sedangkan secara mikrobiologi, air sehat ialah air yang tidak mengandung mikroba penyebab penyakit. Misalnya bakteri E coli.

Mengingat pentingnya air bagi kehidupan manusia, masyarakat berupaya untuk membangun sarana-sarana air bersih baik berupa yang sederhana seperti sumur gali maupun sumur pompa tangan, sampai dengan perpipaan. Dengan harapan air yang akan digunakan oleh masyarakat nanti benar-benar memenuhi standar, baik dari kualitas maupun kuantitas.

Akan tetapi berbagai macam upaya yang telah dilakukan untuk pembangunan sarana air bersih, masalah yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih masih saja tmibul. Hal ini dimungkinkan dengan penggunaan air bagi kebutuhan sehari-hari dari sumber-sumber yang mudah menularkan penyakit, misalnya dari air sungai dan air sumur gali yang tidak memenuhi syarat. Kemudian penggunaan dan pemanfaatan atau pembuatan sumur gali itu belum memenuhi syarat kesehatan, seperti jarak sumur dengan sumber pencemar ataupun dari segi konstruksinya masih belum memenuhi syarat sumur gali yang sehat. Keadaan seperti ini akan mengakibatkan air yang dihasilkan mudah tercemar dari lingkungan sekitar, dalam hal ini akan mengakibatkan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air. Salah satu pencemar yang mungkin ada dari keadaan seperti itu adalah bakteri coli, khususnya coli tinja.

1.2   Tujuan

Kegiatan praktek ini bertujuan untuk mengetahui pengambilan dan pengiriman sampel air bersih pada sumur gali secara fisik.

1.3   Ruang Lingkup

Laporan praktek Clinical Instructure ini hanya mengenai pengambilan dan pengiriman sampel air bersih pada sumur gali secara fisik hanya mencakup sumur gali yang berada di jalan simpang ajai RT.25 kelurahan linggar selatan kecamatan jambi selatan.

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1      Peranan air bersih bagi kehidupan

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok mahluk hidup, oleh karena itu air sangat besar manfaatnya terhadap kehidupan manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan.

Pentingnya air dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut :

  1. Apabila suatu saat tubuh kehilangan seluruh cadangan lemak dan juga setengah cadangan protein hal ini tidak membahayakan bagi tubuh manusia. Namun, apabila terjadi kehilangan sekitar 20% saja air dalam tubuh bisa mengakibatkan kematian. Tubuh manusia terdiri dari air sekitar 70%.
  2. Bila dalam musim kemarau merasa kekurangan air hal itu wajar, memang pada saat itu sulit sekali diperoleh air. Karena jumlahnya sedikit. Air yang dibutuhkan manusia sebenarnya bukan sembarang air, tetapi air yang benar-benar baik dan sehat yang tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh.

2.2  Peranan air terhadap penularan penyakit

Air mempunyai peranan yang sangat besar dalam penularan beberapa penyakit menular. Besarnya peranan air terhadap penularan penyakit disebabkan keadaan air itu sendiri sangat membantu dan sangat baik untuk kehidupan mikroorganisme.

Air dapat berperan sebagai tempat berkembang biaknya mikroorganisme dan juga sebagai tempat sementara atau perantara sebelum mikroorganisme berpindah pada manusia. Sementara itu mikroorganisme yang hidup di air kususnya bakteri terdiri dari 2 jenis yaitu pathogen dan non pathogen seperti : golongan patogen adalah : vibrio cholerae, salmonella tyipi, shigella shigae, golongan nonpatogen adalah coliform bacteria, dan bakteri besi.

Berbagai jenis penyakit banyak ditularkan oleh air terutama penyakit seperti thypus, kolera, dan disentri dengan jasad penyebab salmonella thypi, salmonella para thypi, vibrio, cholearae, dan shigella shigae.

2.3  Syarat-syarat air bersih

Peraturan menteri Kesehatan No.416/MenKes/Per/IX/1990 memberi pengertian sebagai berikut : ” Air bersih adalah air yang dijadikan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila sudah dimasak ”.

Syarat air bersih meliputi 2 aspek yaitu kualitas dan kuantitas, jadi air bersih dikatakan memenuhi persyaratan bila kedua aspek tersebut terpenuhi.

  1. Aspek kuantitatif yaitu air tersebut harus memenuhi jumlah kebutuhan sehari-hari. Pemakaian rata-rata perorang perhari antara satu negara dengan negara lain antara desa dengan desa lain sangat bervariasi. Variasi ini tergantung beberapa hal antara lain besar kecilnya daerah, ada atau tidaknya industri, harga air dan iklim daerah tersebut. Kebutuhan air untuk masyarakat pedesaan 6 L/org/hari, sedangkan perkotaan 150 L/org/hr.
  2. Aspek kualitatif adalah selain air bersih memenuhi syarat kuantitatif, dari segi kualitatif pun harus memenuhi syarat kesehatan. Di Indonesia standar kualitas air dalam peraturan menteri kesehatan RI. Dalam hal ini ditetapkan syarat-syarat kualitas air minum, air pemandian, air bersih dan air kolam renang. Ruang lingkup peraturan tersebut meliputi persyaratan fisik, kimia, dan radioaktivitas.

2.4  Persyaratan Sumur Gali

Sumur gali merupakan salah satu cara untuk mendapatkan air tanah yang sering dilakukan oleh masyarakat terutama masyarakat pedesaaan, karena proses pembuatannya yang mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat itu sendiri dengan peralatan yang sederhana dan biaya yang murah. Syarat – syarat sumur gali :

  1. Syarat lokasi pembuatan sumur

§  Untuk menghindari pencemaran langsung harus memperhatikan jarak antara sumur dengan kasus, dengan lobang sampah dan dengan lobang galian untuk air limbah, jaraknya adalah 10 m dan diusahakan agar letaknya tidak berada dibawah tempat-tempat sumber pencemaran.

§  Di buat di tempat yang ada artinya didalam tanah

§  Jangan dibuat ditanah yang rendah yang mungkin terendam bila terjadi banjir atau hujan.

  1. Syarat Konstruksi

§  Dinding sumur 3m dalamnya dari permukaan tanah dan dibuat dari tembok yang tidak tembus air, sehingga tidak terjadi rembesan.

§  Kedalaman sumur dibuat sampai mencapai lapisan tanah yang banyak mengandung air.

§  Diatas tanah dibuat tembok (bibir sumur) yang kedap air 20-70 cm untuk mencegah pengotoran dari permukaan dan untuk keselamatan sipemakai.

§  Dasar sumur diberi karikil agar airnya tidak keruh apabila ditimba.

§  Saluran pembuangan air limbah disekitas sumur dibuatnya dari tembok yang kedap air yang panjangnya minimal 10m atau dibuat lobang dengan menggali tanah sepanjang 10 m atau lebih.

§  Jagalah selalu kebersihan alat atau bangunan sumur gali dengan baik atau teratur.

2.5         Syarat- syarat air sehat secara fisik

a.    Bau

Bau adalah sebuah sifat yang menempel pasa sebuah benda yang diakibatkan adanya zat organik ataupun anorganik yang tercampur didalam air, umumnya dengan konsentrasi yang sangat rendah, yang manusia terima dengan indera penciuman. Pengukuran bau bersifat subjektif dengan respon organoleptik. Bau dapat berupa bau enak maupun tak enak.

b.    Warna

Warna di dalam air terbagi dua, yakni warna semu (apparent color) adalah warna yang disebabkan oleh partikel-partikel penyebab kekeruhan (tanah, pasir, dll), partikel halus besi & mangan, partikel-partikel mikroorganisme, warna industri, dll.

Warna sejati (true color) adalah warna yang berasal dari penguraian zat organik alami, yakni humus, lignin, tanin dan asam organik lainnya. Penghilangan warna secara teknik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya: koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, oksidasi, reduksi, bioremoval, terapan elektro, dsb.

2.6       Ph air

Pada dasarnya nilai pH menunjukkan apakah air memiliki kandungan padatan rendah atau tinggi. Ph dari air minum adalah 7. Secara umum, air dengan nilai pH lebih dari 7 dianggap basa. Nilai pH normal untuk air permukaan biasanya antara 6,5 s/d 8,5. Sedangkan air tanah dari 6 s/d 8,5.

Alkalinitas adalah ukuran kapasitas air untuk bertahan dari perubahan Ph yang mungkin terjadi dan membuat air menjadi lebih asam. Secara umum air dengan pH rendah (<6,5) berupa asam, mengandung padatan rendah dan korosif. Air seperti ini mengandung ion logam. Seperti besi, mangan, tembaga, timbal dan seng atau dengan kata lain logam beracun tingkatan tinggi. Cara utama untuk menyelesaikan pH ini ialah dengan menggunakan penetralisir. Kimia penetralisir ialah soda api.

Air dengan nilai Ph>8,5 mengindikasi air mengandung padatan tinggi. Tidak menyebabkan resiko pada kesehatan, tetapi dapat menimbulkan masalah pada keindahan.

BAB III

LANGKAH KERJA

3.1 Alat dan Bahan

Alat :

–          Botol Sampel

–          Kain Lap/Tissue

–          pH meter digital merek lutron

–          Tas Pembawa

–          Kertas Lakmus

Bahan :

–          Sampel air sumur gali

3.2 Langkah Kerja

  • Persiapkan alat dan bahan
  • Ambil lah air sumur gali dengan menggunakan ember timba atau alat apa saja yang dapat digunakan untuk mengambil air di dalam sumur gali
  • Siapkan satu botol sampel untuk mengambil air di dalam satu sumur gali
  • Setelah botol terisi penuh, tempel lah botol sampel dengan menggunakan kertas label dengan ketentuan yang ada. Catat data-data yang dibutuhkan. Lakukanlah hal demikian di sumur gali yang lain
  • Setelah semuanya selesai dilakukan, segera bawa botol sampel ke laboraturium
  • Selanjutnya, periksalah kondisi fisik air dalam botol sampel tersebut. Yakni dengan memeriksa warna, bau, rasa, & kekeruhan. Serta mengukur pH air dengan menggunakan pH meter digital merek lutron. Dengan cara memasukkan  Fotosel yang ada pada pH  meter tersebut ke dalam botol sample. Kemudian tekan tombol ON pada pH meter. Diam kan sejenak sampai PH meter itu menunjukkan berapa angka pH air tersebut. Lakukan perlakuan tersebut pada botol-botol sampel yang lain
  • Selain menggunakan pH meter dapat juga menggunakan kertas lakmus, dengan petunjuk yang ada pada wadah kertas lakmus tersebut

BAB IV

HASIL KEGIATAN

3.1 Waktu Pelaksanaan

Hari                 :    Selasa

Tanggal         :    30 November 2010

Pukul             :    10.00 WIB sampai dengan selesai

3.2 Lokasi Kegiatan

Lokasi kegiatan praktek clinical instructure (CI) ini dilaksanakan di Jalan Simpang Ajai Kelurahan Lingkar Selatan Kecamatan Jambi Selatan.

3.3 Hasil Kegiatan

Dari 96 KK di RT.25, RW.9, Kel. Linggar Selatan, Kec. Jambi Selatan hanya terdapat 12 sumur gali yang berhasil diambil sampel air bersihnya.

Berikut adalah data pengambilan sampel air pada sumur gali.

No Nama KK Jumlah Anggota KK Alamat Pengambilan Sampel Waktu Pengambilan
1 Yaidi 2  orang Jl. Simpang Ajai No.01, RT.25, RW.9, Kel. Linggar Selatan, Kec. Jambi Selatan 10.20 WIB
2 Sukini

Rudianto3     orang

3    orangJl. Simpang Ajai No.02, RT.25, RW.9, Kel. Linggar Selatan, Kec. Jambi Selatan

10.30 WIB

3

Misman

Kateno2       orang

2      orang

Jl. Simpang Ajai No.14, RT.25, RW.9, Kel. Linggar Selatan, Kec. Jambi Selatan

10.40 WIB

4

Panut

3     orang

Jl. Simpang Ajai No.-, RT.25, RW.9, Kel. Linggar Selatan, Kec. Jambi Selatan

10.50 WIB

5

J. Manulang

4     orang

Jl. Simpang Ajai No.-, RT.25, RW.9, Kel. Linggar Selatan, Kec. Jambi Selatan

11.00 WIB

6

Sakun

7     orang

Jl. Simpang Ajai No.12, RT.25, RW.9, Kel. Linggar Selatan, Kec. Jambi Selatan

11.12 WIB

7

Ratno

4     orang

Jl. Simpang Ajai No.06, RT.25, RW.9, Kel. Linggar Selatan, Kec. Jambi Selatan

11.15 WIB

8

Asep

7     orang

Jl. Simpang Ajai,  No.-

RT.25, RW.9, Pal Merah II, Kec. Jambi Selatan

10.30 WIB

9

Sabar

Jl. Simpang Ajai,  No.-

RT.25, RW.9, Pal Merah II, Kec. Jambi Selatan

10.35 WIB

10

Jarwanto

4     orang

Jl. Simpang Ajai,  No.-

RT.25, RW.9, Pal Merah II, Kec. Jambi Selatan

10.40 WIB

11

Jaharudin

Jl. Simpang Ajai,  No.27

RT.25, RW.9, Pal Merah II, Kec. Jambi Selatan

10.45 WIB

12

MK.Wacik

Jl. Simpang Ajai,  No.26

RT.25, RW.9, Pal Merah II, Kec. Jambi Selatan

10.50 WIB

Gambaran Sumur berdasarkan nomor urut tabel di atas :

  1. Menggunakan dinding sumur ½ meter, lantai semen, memakai cincin sumur, kedalaman sumur 5 meter.
  2. Memakai batu bata, lantai kramik, tinggi bibir sumur ½ meter, kedalaman sumur 6 meter.
  3. Kedalaman 7 meter, menggunakan batu bata, dan lantai semen.
  4. Menggunakan batu bata, tinggi ½ meter, lantai semen, dan kedalaman 6 meter.
  5. Kedalaman 4 meter, sumur menggunakan lantai semen, & bercincin.
  6. Kedalaman 5 meter, sumur menggunakan lantai semen, & bercincin. Jarak dengan septitank 7 meter.
  7. Kedalaman 4 meter, dinding sumur batu bata, & lantai semen.
  8. Sumur menggunakan cincin, lantai disemen, & kedalaman 4 meter.
  9. Sumur menggunakan cincin, lantai disemen, &  kedalaman 7 meter.

10. Sumur menggunakan cincin, &  kedalaman 7 meter.

11. Sumur menggunakan cincin, lantai disemen, & kedalaman 7 meter.

12. Sumur menggunakan cincin, lantai disemen, & kedalaman 7 meter.

Hasil Pemeriksaan di Laboraturium

No.     Nama Bau Warna Kekeruhan Rasa  pH
1 Yaidi Tidak Berbau Jernih Tidak Keruh Tidak Berasa 5
2 Sukini

dan

Rudi

Berbau

Jernih

Tidak        Keruh

Tidak Berasa

5

3Misman

dan

Kateno

Tidak Berbau

Jernih

Tidak        Keruh

Tidak Berasa

4,5

4PanutTidak Berbau

Jernih

Tidak        KeruhTidak Berasa

5,6

5J.

ManulangTidak Berbau

Jernih

Tidak        KeruhTidak Berasa

5,1

6SakunTidak Berbau

Jernih

Tidak        KeruhTidak Berasa

5,5

7RatnoTidak Berbau

Jernih

Tidak        KeruhTidak Berasa

4,6

8AsepTidak Berbau

Jernih

Tidak        KeruhTidak Berasa

5

9SabarTidak Berbau

Jernih

Tidak        KeruhTidak Berasa

5

10JarwantoTidak Berbau

Jernih

Tidak         KeruhTidak Berasa

5,5

11JaharudinTidak Berbau   Tidak

Jernih

Keruh

Tidak Berasa

5,5

12Mk.

WacikTidak Berbau

Jernih

Tidak        KeruhTidak        Keruh

5

Berdasarkan data-data di atas dapat di simpulkan bahwa:

Rata-rata masyarakat yang di Jl. Simpang Ajai No.01, RT.25, RW.9, Kel. Linggar Selatan, Kec. Jambi Selatan menggunakan air yang bersih, tetapi rata-rata pH air di daerah tersebut tidak memenuhi standar rata-rata pH air standar yaitu Nilai pH normal untuk air permukaan antara 6,5 s/d 8,5. Sedangkan air tanah dari 6 s/d 8,5 .

Kondisi fisik sumur gali yang digunakan masyarakat memiliki lokasi berdekatan dengan sumber pencemaran, antara lain: septic tank, genangan air limbah rumah tangga dan tumpukan sampah.

3.4  Permasalahan

Dari kegiatan praktek yang telah di laksanakan di Jl. Simpang Ajai, RT.25, Kelurahan Linggar Selatan Kecamatan Jambi Selatan, di dapati masalah antara lain :

  1. Dari 96 KK yang berada di RT 25, hanya ada 12 sumur gali yang berhasil di ambil sampel airnya. Hal ini terjadi dikarenakan ada masyarakat yang tidak bersedia di ambil sampel airnya dengan alasan sedang sibuk, penyebab lainnya karena penghuni rumah sedang tidak ada di rumah.
  2. Masih ditemukan pada 1 sumur gali digunakan oleh lebih dari 1 KK, ini menunjukkan masih ada masyarakat yang belum memiliki SAB             ( Sarana Air Bersih ) sendiri.
  3. Setelah pemeriksaan yang dilakukan pada sampel air. Di dapatkan data bahwa sebagian besar masyarakat menggunakan air yang pH nya < 6. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menggunakan air yang bersiffat asam.
  4. Di sekitar tempat pendirian sumur gali, kami mendapati tumpukan sampah serta genangan air limbah rumah tangga. Hal ini menyebabkan air pada sumur gali beresiko tercemar oleh sampah dan air limbah yang ada di sekitar sumur gali tersebut.

3.5 Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah yang dapat dilakukan dari masalah-masalah di atas adalah :

  1. Masyarakat hendaknya mau memberi ruang bagi tenaga-tenaga kesehatan untuk mengetahui kualitas air sumur galinya, agar dapat diketahui air yang mereka gunakan memenuhi standar air sehat secara fisik atau tidak. Syarat air sehat secara fisik yaitu tidak berbau, jernih dan tidak berasa.
  2. Karena masih ditemui masyarakat yang belum memiliki SAB sendiri, hendaknya ketua RT mengkoordinasi warganya untuk membangun sumur gali yang sesuai standar kesehatan secara swadaya.
  3. Sebelum digunakan hendaknya air tersebut di netralisir terlebih dahulu. Kimia penetralisir yang dapat digunakan untuk mengatasi air yang pH nya asam adalah soda api. Hal lain yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas air sumur gali pada RT tersebut adalah sumur yang telah di bangun hendaknya di jaga agar tidak terkontaminasi dengan bahan pencemar yang ada di sekitar sumur, seperti genangan air limbah rumah tangga, septi tank serta tumpukan sampah. Bila hal itu bisa dilakukan maka air dapat sehat kembali dengan sendirinya secara purifikasi.
  4. Masyarakat hendaknya menjaga agar lingkungan di sekitar sumur gali tetap bersih. Agar sumur gali yang telah ada tidak tercemar oleh sampah dan air limbah rumah tangga.

BAB IV

PENUTUP

4.1  Kesimpulan

Dari praktek pengambilan dan pengiriman sampel  air bersih pada sumur  gali secara fisik yang dilakukan di jalan simpang ajai RT.25 kelurahan linggar selatan kecamatan jambi selatan.Setelah di lakukan pemeriksaan di laboratorium di dapatkan hasil yaitu :

  • Dari sampel air bersih pada sumur gali yang telah diperiksa, didapatkan data bahwa sebagian besar air tersebut tidak memenuhi syarat air bersih secara fisik.
  • Air yang di gunakan oleh masyarakat memiliki pH < 6, hal ini menunjukkan bahwa air yang digunakan masyarakat bersifat asam.
  • Selain itu di sekitar tempat pendirian sumur gali, kami mendapati tumpukan sampah serta genangan air limbah rumah tangga.

4.2  Saran

A.Kepada Masyarakat

  • Masyarakat hendaknya membuat sumur gali yang memenuhi pesyaratan kesehatan.
  • Sumur yang telah di buat atau yang telah ada, hendaknya di jaga dari bahan pencemar yang ada di sekitar rumah seperti tumpukan sampah dan air limbah rumah tangga.

B.Kepada Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan hendaknya mensosialisasikan ataupun memberikan penyuluhan tentang pembuatan sumur gali yang sesuai dengan standar kesehatan dan hal-hal yang di anggap perlu yang berkaitan dengan kesehatan.

Daftar Pustaka

Wikipedia”warna”id.wikipedia.org/wiki/Warna (diakses tanggal 31 Desember 2010)
http://www.scribd.com/doc/31132011/Pengujian-Warna-Air-Dengan-Colorimeter (diakses tanggal 31 Desember 2010)
Suriawiria,unus.1996.Air dalam Kehidupan dan Lingkungan Sehat. BAndung.Alumni/1996

2 Komentar »

  1. semoga tulisannya bisa dikembangkan lagi kedepannya..
    tapi pesan saya tolong di edit dulu sebelum tulisannya di “upload” ya say…
    misalnya nama2 orang yang rumahnya dikunjungi tdk usah ditampilkan.
    alamat lengkapnya tdk usah cukup nama kota..
    teruuuuuuusssss………. itu lo nama pembimbingnya jangan lengkap gitu …(apa sdh minta ijin ama bu ninid & pak tomo?) lengkap dg nip dan alamat kantor… nanti bisa protes dia…
    ok..semoga lebih jeli lagi ya…sukses..

    Komentar oleh rifda — Februari 20, 2012 @ 9:00 am

    • oohhh gitu ya mbak..hehe maksih y mbak info ny.. harap maklum bru buat2 yg ginian, rencana ya sih cma buat sharing aja sekalian nyimpan data, takutnya klo disimpan dikomputer takut hilang makanya dishare kesini..
      maksih ya, ntar di perbaiki semuanya.. mohon bimbingannya🙂

      Komentar oleh noviakl10jambi — Februari 24, 2012 @ 6:56 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: